Koran Muslim

| Selasa, 18 Oktober 2011

Koran Muslim


Kopral Gilad Shalit : Saya Senang Kalau Semua Tahanan Palestina Dibebaskan.

Posted: 18 Oct 2011 05:00 PM PDT

Proyek Busuk Deradikalisasi: Arahan FBI Kepada Agennya

Posted: 18 Oct 2011 04:00 PM PDT

Proyek Busuk Deradikalisasi: Arahan FBI Kepada Agennya

VOA-ISLAM.COM –  Bukan tidak mungkin, program deradikalisasi yang selama ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan para mitranya mendapat arahan dari sebuah badan intelijen Amerika Serikat Federal Bureau of Investigation (FBI). Mau tahu, isi materi yang dicekoki FBI kepada agen-agennya? Berikut arahan FBI yang penuh kebencian terhadap Islam.

Dalam training-trainingnya, FBI melatih para agennya, bahwa Muslim arus utama adalah simpatisan teroris. Para agen itu juga dilatih bahwa Muslim yang semakin saleh akan semakin berpotensi melakukan kekerasan. Tak cuma itu, agen FBI dicekoki materi yang menyatakan, Nabi Muhammad adalah pemimpin sekte, yang pola pikirnya menjadi sumber terorisme.

Sebuah bagan pelatihan FBI, yang dikutip majalah "Danger Room" yang berbasis di Washington, Kamis (15/9), menunjukkan, semakin taat seorang Muslim, semakin besar kemungkinan dia akan melakukan kekerasan."Setiap perang melawan non-Muslim dibenarkan di bawah hukum Islam," demikian bunyi presentasi instruksional buatan FBI.

Sambil menghubungkan ketakwaan dengan kekerasan, presentasi lainnya, berjudul "Militancy Consideration", mengatakan bahwa seiring waktu, pengikut Taurat dan Alkitab akan berubah dari "kekerasan" menuju "non-kekerasan". Tapi, tidak berlaku bagi pengikut Al-Quran, yang menurut FBI justru tak mengalami proses moderasi.

Dokumen itu juga menunjukkan kepada agen kontraterorisme FBI, yang dilatih di Quantico, Virginia, AS, bahwa Islam adalah indikator aktivitas teroris."Tidak mungkin ancaman radikal seperti itu hanya sebuah pernyataan normal dari ideologi yang ortodoks," bunyi salah satu presentasi FBI. "Tema strategis yang menjiwai nilai Islam bukanlah pinggiran, tapi arus utama."

Presentasi FBI juga menggambarkan bahwa praktik Muslim memberi sedekah sebagai tidak lebih dari "mekanisme pendanaan perang". Selain berperang secara langsung, menurut FBI, Islam juga berperang dengan teknik lain, termasuk "imigrasi" dan "tuntutan hukum".

Jadi, menurut FBI, jika seorang Muslim ingin menjadi Warga AS atau menggugat FBI atas kasus pelecehan, itu semua hanyalah bagian dari jihad. Ini bukan pertama kalinya FBI menggunakan materi anti-Muslim untuk melatih para agen kontraterorisme mereka. Pada Juli, FBI menggunakan bahan pelatihan yang mengklaim Islam akan "mengubah budaya suatu negara menjadi budaya Arab Abad ke-7 Masehi".

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), kelompok advokasi Amerika untuk kelompok Muslim, mendesak Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS untuk menyelidiki penggunaan pelatih dan materi pelatihan, yang memberi informasi bermusuhan, stereotip, dan tidak akurat tentang Muslim dan Islam kepada aparat keamanan negara.

Daftar Buku Anti-Islam FBI

Islamphobi begitu terasa dalam upaya AS melancarkankan program "war on terror" nya. Perpustakaan FBI di Quantico, Virginia, saat ini dipenuhi tumpukan buku dari penulis yang mengklaim bahwa "Islam dan demokrasi sama sekali tidak bisa hidup berdampingan".

Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (AS) FBI akhirnya berjanji akan melakukan sebuah "kajian komprehensif terhadap semua bahan pelatihan dan referensi"., demikian dilaporkan rubrik "Danger Room" pada Majalah "Wired" yang berbasis di San Francisco, Jumat (23/9).

Menurut "Wired", mengurai benang Islamofobia dalam pelatihan kontraterorisme FBI tidak akan mudah. Selain pelatih dan seminar provokatif yang menargetkan Islam dan menyebut Nabi Muhammad sebagai inspirasi kekerasan, pelatihan itu lebih menunjukkan betapa lebarnya jurang anti-Islam di tubuh aparat keamanan federal tertinggi di AS tersebut.

Kantor FBI di Washington mengundang seorang pembicara, yang menyatakan bahwa hukum Islam telah membuat seorang muslim AS tak akan benar-benar loyal kepada negaranya. Pekan lalu, materi orientasi online untuk Gugus Tugas Gabungan Anti Terorisme FBI mengklaim Islam berusaha "mendominasi dunia".

Yang jelas, sentimen anti-Islam di pelatihan dan orientasi FBI begitu terasa. Dalam pantauan "MajalahWired", di antara buku yang terdapat di perpustakaan FBI adalah sebagai berikut:

"Onward Muslim Soldiers", karya Robert Spencer, penulis dan blogger anti-Islam AS. Spencer dan karyanya banyak dikutip teroris Norwegia, Anders Behring Breivik.

"Militant Islam Reaches America", ditulis oleh Daniel Pipes komentator politik neokonservatif yang dekat dengan kalangan dalam Gedung Putih pada masa pemerintahan George W Bush.

"Muhammad's Monsters", tulisan David Bukay, guru besar dari University of Haifa, Israel, yang merupakan pendukung setia tesis "Benturan Peradaban", Samuel Huntington.

"Islamikaze: Manifestations of Islamic Martyrology", karya Raphael Israeli, profesor Hebrew University yang berpandangan bahwa keberadaan negara Palestina berbahaya bagi dunia.

Rupanya bukan hanya di AS, buku-buku sekolah di Eropa juga sarat Prasangka terhadap Islam. Georg Eckert Institute, sebuah lembaga  pendidikan di Jerman  melakukan penelitian, dengan menganalisis 27 jilid buku yang digunakan oleh sekolah di Inggris, Perancis, Austria, Spanyol, dan Jerman.

Buku-buku tersebut kerap berpandangan negatif, dimana  Islam selalu disajikan sebagai sebuah sistem yang usang, yang belum berubah sejak masa keemasannya. Buku teks yang digunakan di sekolah menengah itu menempatkan "Islam yang kuno" melawan "Eropa yang modern".

Bukan tidak mungkin, LSM-LSM komparador yang selama ini getol menerbitkan buku-buku tentang deradikalisasi akan mengikuti arahan FBI. Atau jangan-jangan akan menerjemahkan buku-buku yang sarat kebencian terhadap Islam tersebut. Semoga tidak. (Desastian)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Deradikalisasi, proyek "setan" hancurkan Islam
Zionisme dibalik proyek deradikalisasi
CIA Sensor Buku Mantan Agennya
Deradikalisasi Terorisme: Proyek Menjiplak AS yang Memerangi Ideologi Jihad
Halaqoh Deradikalisasi Terorisme BNPT adalah Proyek ‘Ilegal’ Mencatut MUI
Deradikalisasi Islam, Proyek Penyesatan yang Bisa Memurtadkan Akidah
Deradikalisasi Terorisme adalah Proyek Amputasi Syariat Islam & Pecah-Belah Umat
Deradikalisasi, Proyek Hancurkan Islam ?
FBI Ajarkan Agen Baru Mereka dengan Bacaan Buku Anti Islam
Proyek Deradikalisasi, Hanya Menyusahkan Islam!

Ulama Minta Hindari Penyiksaan pada Karapan Sapi

Posted: 18 Oct 2011 04:00 PM PDT

Amerika Kumpulkan Peralatan Militer untuk Tinggalkan Irak

Posted: 18 Oct 2011 04:00 PM PDT

Intelijen Zionis Gagal Lacak Persembunyian Gilat Shalit

Posted: 18 Oct 2011 04:00 PM PDT

Diplomasi Hamas Lindas Manuver Sekuler Fatah

Posted: 18 Oct 2011 04:00 PM PDT

Muslim Kirgistan Dianggap Ancam Masa Depan Pemerintahan Sekuler

Posted: 18 Oct 2011 03:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, BISHKEK — Dalam beberapa pekan terakhir, harian ternama Kirgistan berbahasa Rusia, Verchernii Bishkek, menayangkan dua halaman penuh editorial yang membahas masa depan pemerintahan sekuler Kirgistan. Oleh media tersebut,… Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Kirgistan Terbelah Soal Larangan Jilbab
Kirgistan Kian Menjadi-jadi, 117 Masjid Bakal Ditutup
Oposisi Gaddafi: Libya Masa Depan, Negara Sekuler dan Demokratis
Kirgistan Juga Ikut-Ikutan Larang Jilbab
Politisi Kirgistan Sembelih Hewan Usir Roh Jahat
Skema Hunar Cerahkan Masa Depan Muslim India
Revolusi di Tunisia dan Masa Depan Dakwah Islam
Cemas, Obama Desak Penentuan Masa Depan Sudan
Masa Depan Jamaah al-Ikhwan al-Muslimun di Bibliotecha Alexandria
300 Muslim Southampton Tentukan Masa Depan Masjid Shahjalal

Gerakan Anti Kapitalis: Setelah Timur Tengah, Saatnya Revolusi Amerika

Posted: 18 Oct 2011 01:01 PM PDT

Gerakan Anti Kapitalis: Setelah Timur Tengah, Saatnya Revolusi Amerika

(voa-islam) – Gerakan anti-kapitalisme "Occupy Wall Street (OWS)" yang berawal di New York, Amerika Serikat, kini menyebar ke sejumlah kota besar di Eropa dan Asia. Kasus protes besar-besaran yang ada di AS mendapat sindiran dari Iran, yang menganggap protes di AS tak lain adalah revolusi Amerika.

Kantor berita Associated Press bahkan menggambarkan aksi unjuk rasa ini mirip gerakan revolusi di dunia Arab yang menumbangkan rezim Husni Mubarrak di Mesir. “Saya dari dulu memikirkan hal ini suatu saat pasti akan terjadi. Saya sungguh menantikan momen-momen seperti ini,” kata Steven Harris, seorang sopir truk yang di-PHK dari pekerjaannya.

Para pemrotes yang mengakui muak dengan kapitalisme Amerika ini melakukan aksi jalan kaki dari Gedung Bank sentral dan berkemah di taman-taman kota. Video-video tentang barisan ‘Occupy Wall Street’ dengan cepat beredar di internet. Para pengunjuk rasa memposting rekaman penahanan dan bentrok dengan petugas.

Seperti diketahui, demonstrasi anti-Wall Street pertama dimulai pada 17 September 2011 dengan mendirikan tenda di depan Bursa Efek New York. Dalam waktu sekejap, ratusan orang ikut bergabung bersama mereka dan menerbitkan media sendiri, The Occupied Wall Street Journal. Diduga, media sosial turut mempopulerkan gerakan ini.

Demonstrasi serupa menentang ketidakadilan ekonomi merembet meluas ke kota-kota lain di AS dan banyak ribuan massa terlibat. Dua jam sebelumnya, di bawah kaca-kaca ‘istana’ Wall Street, 20 ribu pelajar, anggota buruh, aktivis dan warga yang marah meneriakkan kalimat ditingkahi drum “Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan”

Selain di Manhattan, New York, gerakan anti-kapitalisme “Occupy Wall Street (OWS)” juga menjalar ke negara bagian lainnya, seperti Utah, Denver, Portland, Maine, Florida, Los Angeles dan San Fransiso dan berbagai kota lainnya. Aksi Anti-Wall Street di AS juga menjalar ke Kanada. Warga Kanada menyebut gerakan ini “Occupy Canada”.

Ratusan massa berpawai keliling pusat bisnis kota sambil meneriakkan “Mereka di bail out, kami dijual” dan “Bergabung bersama kami, hentikan bank”. Di kota ini, massa terbanyak berasal dari serikat perawat. Mereka betul-betul muak atas ekonomi AS yang rapuh dan atas apa yang mereka lihat sebagai keserakahan korporasi. Mahasiswa di Universitas Massachusetts di Amherst, walk out dari ruang kelas secara serempak. Mereka mengusung poster bertuliskan “Makan kaum Elit” dan “Kami bisa lebih baik dari Kapitalisme.”

Di Inggris, kelompok demonstran menamakan dirinya sebagai Occupy LSX (London Stock Exchange). Mereka sudah mendapatkan dukungannya lewat jejaring sosial facebook dan juga twitter. Yang menarik, di banyak kota di Eropa, para demonstran dengan menggenggam tangan, mengenakan masker, menggambar wajah mereka, tersenyum sinis dengan kumis hitam, janggut runcing, dan bibir tipis yang diambil dari film “V for Vendetta”, tentang seorang pahlawan bertopeng yang berperang melawan totalitarianisme.

Serunya lagi, Julian Assange ikut dalam aksi yang disebut “Menduduki London”, ketika pendiri WikiLeaks itu, memimpin demonstran disertai dengan lagu-lagu protes di depan Katedral St Paul, yang merupakan pusat keuangan London. Ribuan orang berbaris di jalan-jalan memprotes pemotongan penghematan, dan mengkritik para bankir yang sangat dimanjakan pemerintah yang mendapatkan dana talangan (bailtout).

Dilaporkan, protes serupa dengan jumlah demonstran yang lebih kecil juga berlangsung di negara lainnya, yaitu  Spanyol, Jerman, Belgia, Swedia, Selandia Baru, Sarajevo, Stockholm, Filipina, Korea Selatan, dan Hongkong. Tercatat, demonstrasi terjadi di 82 negara hari ini.

Kelompok-kelompok yang mengorganisir gerakan ini mengatakan bahwa aksi massa besok adalah aksi tanpa kekerasan dan murni gerakan rakyat, tidak ada “tokoh pemimpin” dalam gerakan ini. Di Sydney, sekitar 2.000 orang, termasuk perwakilan dari kelompok Aborigin, komunis, dan serikat buruh, protes di luar pusat bank sentral Reserve Bank of Australia.

Di Tokyo, massa anti kapitalisme bergabung dengan demonstran anti-nuklir. Di Manila, ibukota Filipina, beberapa lusin berbaris ke  kedubes AS melambaikan spanduk bertuliskan: "Ganyang imperialisme AS" dan "Filipina tidak untuk dijual."

Lebih dari 100 orang berkumpul di bursa Taipei, meneriakkan “kita 99 persen Taiwan,” dan mengatakan pertumbuhan ekonomi hanya menguntungkan perusahaan, sementara rakyat jelata hampir tidak bisa menutupi melonjaknya biaya perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Anti Kapitalisme

Menurut Wikipedia, Antikapitalisme adalah segala bentuk perlawanan terhadap kapitalisme. Selama Perang Dingin, dunia hanya diberi dua pilihan, yaitu kapitalisme atau komunisme, seolah-olah tidak ada wilayah di luar komunisme untuk gerakan antikapitalisme. Perlawanan antikapitalisme mulai tumbuh seiring runtuhnya komunisme dan berakhirnya Perang Dingin tanpa harus khawatir gerakan antikapitalisme dituduh dan disamakan dengan komunisme. Peristiwa Seattle 1999 merupakan pengulangan revolusi buruh di Seattle pada tahun 1919 menjadi awal ketika dunia mulai membuka mata terhadap adanya gerakan sosial baru untuk menolak kapitalisme barbar.

Berdasar data sensus nasional terkini AS, jarak antara kaum menengah dengan kaum kaya di AS kian terpaut jauh. Setelah depresi kalangan menengah atas tak lagi dianggap ada karena perhitungan pendapatan mereka dinilai tak seimbang dengan kemampuan belanja akibat harga-harga melambung. Akibat pergeseran kelas pendapatan itu, kini terdapat 99 persen warga dalam kelompok sama, sementara kelas atas–kaya hingga super kaya rata-rata dengan penghasilan ratusan juta dolar–hanya menempati 1 persen dari total populasi di AS.

Super kapitalis George Soros, Senin mengatakan, bahwa ia bersimpati dengan para pemrotes anti-Wall Street yang ia katakan disebabkan oleh pembayaran bonus “bumper” oleh bank-bank.

“Sebenarnya saya bisa memahami sentimen mereka, terus terang,” kata Soros, menyoroti penderitaan pemilik usaha kecil yang melihat beban bunga kartu kredit meningkat dari 8,0 persen menjadi 28 persen setelah krisis 2008.

Presiden AS Barack Obama, Kamis mengatakan bahwa protes anti-Wall Street di New York dan di luar itu merupakan ekspresi dari masyarakat yang marah atas kejenakaan dari bankir dan frustrasi selama ekonomi hampir mati. “Saya telah melihatnya di TV dan saya pikir itu menyatakan frustrasi yang orang Amerika rasakan,” kata Obama dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, ketika ditanya tentang demonstrasi yang menduduki Wall Street.

Kelompok Punk Anti Kapitalis

Nampaknya memang sudah disetting, setiap aksi gerakan anti kapitalisme akan membuahkan anarkisme. Di Italia, aksi demonstrasi diwarnai dengan tindakan – setelah beberapa orang memakai topeng yang disebut kelompok “Black Bloc” – lalu membakar mobil, memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. Batu, botol dan tabung gas air mata terbang, dan sebuah gedung kementerian dalam negeri terbakar saat terjadi kekacauan.

Pemadam kebakaran berjuang memadamkan api . Jalanan di setiap kota berubah menjadi medan pertempuran antara polisi dengan para demonstran yang menggunakan meriam air, dan kelompok anarkis bersenjatakan pisau, kelelawar, bom molotov dan kembang api melawan polisi,

Di Indonesia,  seorang pria muda (seorang diri) membakar dan meledakkan ATM BNI menggunakan bom Molotov pada Kamis dini hari sekira pukul 02.15 WIB. Dalam aksi anarkis itu, tidak ada uang di dalam ATM yang hilang atau rusak. Setelah diusut, ternyata aksi pembakaran ATM BNI di Jalan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat, itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas jaringan aktivis anti-kapitalisme global terhadap para petani di Kulonprogo, Yogyakarta, yang tanahnya dirampas kelompok pemodal.

Sebuah situs yang diduga sebagai corong publikasi kelompok ini, 325.nostate.net memposting tulisan sebagai bentuk dukungan atas pembakaran ATM BNI tersebut. Selebaran yang ditemukan di sekitar TKP bertuliskan bahwa pelaku mengatasnamakan International Conspiracy for Revenge.

Aksi serupa juga terjadi di Yogjakarta. Polisi pun menguak motif pembakaran bilik anjungan tunai mandiri (ATM) di Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pengakuan para pelaku, mereka menyebut dirinya sebagai kelompok Narko-Punk.

Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, kelompok ini didirikan dengan aktivitas anak muda yang membenci sistem kapitalis. "Penyerangan ke ATM Bank Rakyat Indonesia pada Jumat dini hari silam itu adalah bentuk kebencian mereka terhadap kapitalis. (Desastian)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Gerakan Anti-Wall Street Bukti Kegagalan Sistem Kapitalisme
Setelah AS, Kanada akan Digoyang Gerakan “Anti-Wall Street”
Gerakan Protes di Wall Street Menjadi Gerakan Nasional
Anti Wall Street Mengglobal
Gerakan di Wall Street Menjadi Gerakan Global
Gerakan Anti Wall Street Mendunia, Bagaimana Indonesia?
Kepolisian AS Tangkap Ratusan Demonstran Anti Wall Street
Jurnalis AS: Wall Street Berada di Balik Perang Amerika
Julian Assange Ikuti Demonstrasi Anti Wall Street
Mahasiswa Amerika Serikat Memelopori Aksi Protes di Wall Street

Raphael: Apapun Masa Lalu Saya, Alhamdulillah Saya Kini Islam

Posted: 18 Oct 2011 12:02 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Raphael, seorang warga negara Amerika Serikat menyadari betul setiap hal yang terjadi pada manusia sudah ditentukan oleh Allah. Semua itu sudah tertulis rapi, ketika malaikat meniupkan ruh ke… Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Awas! Sebusuk Apapun Dosamu Akan Diampuni Kecuali di 2 Masa
FBI Gunakan Strategi Ilegal Masa Lalu Awasi Muslim
Masa Lalu Pemimpin Terkuak, Kelompok Anti-Islam Tercengang
Permintaan Maaf AS Buka Rahasia Masa Lalu Guatemala
Perdebatan Pahala Bagi Masa Lalu Muallaf
10 Tahun Masa Perang, Bagaimana Kini Afghanistan?
Alhamdulillah…Islam Kini Tumbuh Subur di ‘Negeri Bikini’
Pejabat Australia: ‘Saya tak Peduli Orang Itu Mengenakan Burqa, Niqab, Apapun Polisi Harus Membukanya’
Abu Tir: Saya Akan Kembali ke Yerusalem dengan Cara Apapun
Belenggu Masa Lalu

Hebat…. Asosiasi Mahasiwa Muslim Universitas Montana Dipimpin Muslimah Asal Indonesia

Posted: 18 Oct 2011 12:01 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,MONTANA—Kabar gembira datang dari Montana AS. Salah seorang mahasiswa Indonesia asal Yogyakarta, Ardina Hasanbasri, menjadi Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA) Universitas Montana. Hebatnya, Ardina merupakan Muslimah pertama yang menjabat… Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Polisi Muslim di Surrey Bentuk Asosiasi, Luruskan Pandangan tentang Islam
Universitas Bradley Tawarkan Makanan Halal Bagi Mahasiswa Muslim
Universitas Bradley Tawarkan Layanan Makanan Halal
Fenomena Muslim Berbondong Masuk Universitas Kristen
Universitas di Belanda Larang Mahasiswi Muslim Bercadar
Perubahan Kebijakan Universitas London Cemaskan Muslim
Asosiasi Muslim Dudley Tuding Komite Perencanaan Kota Islamofobia
Mahasiswa Muslim Temukan Rumah Baru Di Universitas Kristen
Asosiasi Muslim Rwanda Luncurkan Situs Islam
Jilbab Diharamkan Masuk Universitas Kaukasus Utara

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲