Koran Muslim

| Kamis, 20 Oktober 2011

Koran Muslim


Hukum Shalat Jum’at di Kapal

Posted: 20 Oct 2011 05:01 PM PDT

shalat_jumat_kapalSegala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Sebagian pekerja laut atau pekerja off-shore sering kebingungan untuk melaksanakan shalat Jum’at. Apakah mereka mesti mendirikan jama’ah Jumatan di kapal? Di beberapa kapal PELNI yang kami temui, mereka tetap menjalankan shalat Jum’at. Hal ini perlu ditinjau ulang secara ilmu fikih, karena tidak bisa kita asal-asalan dalam beragama.

Dalam fatwa islamweb.net, disebutkan mengenai masalah ini. Ada pertanyaan:

“Saudaraku yang kami cintai karena Allah. Kami adalah para pemuda muslim yang bekerja di pertambangan minyak yang berada di lepas pantai. Kami keseharian berada di atas kapal, namun kapal tersebut tidak bergerak, hanya diam di tempat. Kami pun menjalankan shalat Jum’at di kapal tersebut. Namun ada orang yang mengatakan bahwa shalat Jum’at bagi kalian tidaklah sah. Dari situ, kami tidak lagi melaksanakan shalat Jum’at. Akan tetapi kami sangat mengharapkan fatwa dari kalian untuk memberikan penjelasan hukum syar’i tentang masalah kami ini. Apakah kami wajib mendirikan shalat Jum’at ataukah tidak? Perlu diketahui bahwa kami berkerja bergiliran. Masa kerja per orang antara satu minggu hingga enam minggu. Setelah itu, kita boleh mengambil cuti libur selama dua sampai enam minggu. Setelah cuti berakhir, kami pun kembali bekerja. Kami sangat berharap penjelasan akan hal ini. Semoga Allah berkahi dan membalas amalan kalian.

Jawaban: Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du:

Tidaklah sah mendirikan shalat Jum’at di kapal walaupun kapal tersebut tidak berlayar, karena kapal bukanlah suatu negeri (kampung). Di antara syarat sah shalat Jum’at, shalat tersebut dilakukan di kota, desa, atau suatu tempat semacam itu. … Jika shalat Jum’at tidak wajib atas kalian, maka sebagai gantinya adalah kalian mengerjakan shalat Zhuhur (4 raka’at). Wallahu a’lam.

[Fatwa Islamweb.net pada link: http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=69541]

Syarat yang disebutkan di atas adalah syarat yang diwajibkan dan syarat sahnya Jum’at. Sehingga jika syarat di atas tidak dipenuhi, shalat Jum’atnya tidaklah sah.[1] Dengan demikian, para pekerja kapal, penumpang kapal dan pekerja off-shore tidak sah shalat Jum’at. Sebagai gantinya adalah mengerjakan shalat Zhuhur empat raka’at.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Walhamdulillah, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

 

@ Ummul Hamam, Riyadh KSA

22 Dzulqo’dah 1432 H, 20/10/2011

www.rumaysho.com

 


[1] Lihat fatwa Islamweb.net mengenai syarat diwajibkan dan sahnya Jum’at pada link:

http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&lang=A&Id=7637


Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Hukum Shalat Jumat bagi Pelaut dan Musafir
Izinkan Tahanan Muslim Shalat Jumat, Sipir Penjara Terancam Dipecat
Kapan Wanita Mulai Shalat Zhuhur di Hari Jumat?
Demi Penutupan KTM-GNB, Shalat Jumat-pun Terabaikan
Puluhan Ribu Demonstran Shalat Jumat di Tahrir Square dan Bersiap untuk Demo
Hukumnya shalat Jumat ketika bertemu dengan Hari raya
Muslim Prancis Terus Bertambah, Shalat Jumat Luber Ke Jalan
Shalat Sunah Qabliyah Jumat
Hukum Shalat Sunnah Setelah Witir
In Picture: Derita Muslim Bulgaria: Karpet Masjid Dibakar, Ditimpuk Batu dan Telur Saat Hendak Shalat Jumat

Dua Malam Sebelum Menyerang, Penyusup Kristen Memetakan Kampung Muslim

Posted: 20 Oct 2011 05:01 PM PDT

Dua Malam Sebelum Menyerang, Penyusup Kristen Memetakan Kampung Muslim

AMBON (voa-islam.com) – Ada  fakta mengejutkan berdasarkan kesaksian warga Muslim Ambon terkait penyerangan terhadap warga jalan baru oleh massa Kristen, Kamis dinihari kemarin (20/10/2011). 

Beberapa warga yang diwawancara voa-islam.com, menyebutkan bahwa dua malam sebelum insiden, Selasa (18/10/2011) sekitar pukul 01.30 dinihari, beberapa pemuda warga Jalan Baru melihat ada seorang pemuda Kristen dari Pohon Pule memasuki lorong-lorong di Jalan Baru. Pemuda Kristen yang sangat dikenal warga ini ditengarai melakukan pemantauan dan pemetaan. Pasalnya, pemuda tersebut cukup lama melakukan pengamatan di gang-gang Jalan Baru, sampai kemudian pergi. Warga tidak ragu lagi dengan pria tersebut, karena mereka sangat mengenal nama dan wajah penyusup Kristen tersebut.

"Saya yakin penyusup tersebut memantau situasi masyarakat Jalan Baru, sejauh mana tingkat kewaspadaan dan kesiapan mereka," ujar seorang warga yang minta dirahasiakan namanya. "Di samping itu, penyusup tersebut juga mempelajari jalan-jalan keluar-masuk menuju Jalan Baru," tambahnhya.

Ternyata, penyusupan oleh pihak Kristen dengan modus serupa juga terjadi di beberapa tempat lainnya di kota Ambon.

Dengan persiapan yang sangat matang itu, saat bentrokan di Jalan Baru kemarin pihak Kristen benar-benar aman dan dalam posisi yang sangat strategis. Mereka memiliki kemudahan mobilisasi massa dan pengamanan yang memadai. Buktinya, semua gang menuju kawasan daerah Pohon Pule ditutup dengan pagar besi yang dialiri listrik. Sehingga jika pihak muslim mengejar mereka maka dengan santai massa Kristen masuk gang lalu mengunci pagar besi kemudian menyalakan aliran listrik ke pagar tersebut.

Persiapan mobilisasi massa pihak Kristen juga terlihat rapi. Terbukti dengan adanya massa Kristen dari luar yang  berkumpul di Pohon Pule. Warga berani memastikan mereka dari luar, karena warga sangat mengenal penduduk asli kampung Pohon Pule.

Seorang warga Jalan Baru yang  menjadi korban pertama pelemparan batu, menyebutkan bahwa para penyerang bukan berasal dari kampung Pohon Pule saja, tapi juga massa dari luar. Bahkan menurutnya, banyak preman Ambon dari Jakarta yang  sudah masuk dan tinggal di Pohon Pule. "Mudah-mudahan kejadian ini menjadikan kaum muslimin Maluku waspada dan siaga di daerah perbatasan," ujarnya.

Bentrokan antara warga Kristen kampung Pohon Pule dan warga Muslim dari Jalan Baru yang hanya berjarak beberapa puluh meter itu, menghanguskan sedikitnya dua rumah Muslim. [taz/af]

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Ambon Rusuh Lagi, Dua Rumah Muslim Dibakar
Update dari Ambon: Bentrokan Pecah Lagi, Dua Rumah Muslim Dibakar
Ambon kembali rusuh, pihak Kristen gunakan panah besi
Bendera RMS mengudara di kampung Kristen, awan bertuliskan lafadz Alloh menghiasi langit Ambon
Penyerangan Serentak Salibis ke Wilayah Muslim Ambon, Aparat Bungkam
Pria bersenjata api dan sniper Kristen bersiaga di Ambon
Melongok Puing-puing Kampung Islam Ambon Pasca Serbuan Salibis 9/11
Sholat Jum'at pertama Muslim Ambon di kampung Waringin
FUI Minta Pihak Kristen Serahkan Provokator Pembunuh Ojek Muslim
Sniper Salibis Incar Warga Muslim Saat Bentrokan Ambon Hari ini

Hari ini akan Kiamat? Saksikan Kebohongan Ramalan Pendeta Amerika ini!!

Posted: 20 Oct 2011 05:00 PM PDT

Hari ini akan Kiamat? Saksikan Kebohongan Ramalan Pendeta Amerika ini!!

WASHINGTON DC (voa-islam.com) – Meski sudah berkali-kali salah meramal kiamat, pendeta asal California, Amerika Serikat, Harold Camping tak pernah kapok. Kali ini, ia meramal lagi bahwa Hari Akhir akan terjadi pada hari ini, Jum'at 21 Oktober 2011.

Meski begitu, kata dia, orang-orang ingkar terhadap Tuhan tidak akan mengalami penderitaan lantaran dunia akan berakhir dengan cara tenang. "Pada saat itu seluruh dunia akan hancur. Hari Akhir akan datang secara diam-diam, mungkin bulan depan. Itu akan terjadi paling lambat 21 Oktober," kata lelaki 90 tahun ini  dalam khotbah yang disampaikan melalui Open Forum yang disiarkan jaringan Family Radio miliknya, seperti dilansir Radio Survivor, Senin (03/10/2011).

Dalam pesannya Camping menegaskan bahwa kiamat yang akan datang bulan ini tidak akan menyakitkan siapa pun, termasuk para penentang Tuhan. Ia menegaskan bahwa orang dengan keyakinan yang benar akan memperoleh surga dan Bumi baru. "Selamat tinggal dan semoga Tuhan memberkati kalian semua." Kata Camping, mengakhiri pesannya.

Lebih lanjut, dengan ilmu sok tahunya yang dilengkapi dengan ilmu kebodohan, lelaki tua itu mengatakan bahwa orang-orang yang ingkar terhadap Tuhan tidak akan mengalami penderitaan lantaran dunia akan berakhir dengan cara tenang.

Pada saat itu seluruh dunia akan hancur, kata lelaki 90 tahun ini, dalam khotbah yang disampaikan melalui Open Forum yang disiarkan jaringan Family Radio miliknya.

Sebelumnya Camping sudah dua kali salah meramalkan datangnya "Hari Kehancuran." Pertama pada 1994 dan terakhir pada 21 Mei lalu. Ketika itu ia sempat bersembunyi selama tiga hari setelah tidak terjadi apa-apa. Ia kembali muncul setelah menemukan alasan, bahwa kiamat pada 21 Mei lalu itu bukan secara fisik, tapi secara spiritual. Proses kiamat baru dimulai dan bakal berakhir pada 21 Oktober tahun ini.

Berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya, kali ini jadwal kiamat mutakhir tidak disertai spanduk, papan iklan, atau iklan di media seperti yang dilakukan sebelumnya. Ia berkilah, Tuhan sudah memilih siapa saja yang akan masuk surga pada 21 Mei lalu, sehingga ia merasa tidak perlu lagi mengkampanyekan soal kiamat.

Pendeta dari aliran Kristen Evangelis ini sempat diserang stroke ringan awal Juni lalu saat berkhotbah di radio. Ia sempat dirawat di rumah sakit dan baru pulih awal bulan ini. Banyak orang menilai stroke itu sebagai azab dari Tuhan.

Kita tak perlu menanti waktu untuk membuktikan kegagalan ramalannya, karena rasa malu itu sudah dipastikan akan menghampiri sejarah hidup Camping untuk kebodohan yang ketiga kalinya. Jika Tuhan memberikan umur sedikit lebih panjang, ia pasti membuktikan kebodohannya tentang ramalan hari kiamat.

Jika memahami kandungan Alkitabnya, seharusnya umat Kristen menolak ramalan apapun tentang hari Kiamat. Sebab Yesus dalam Injil menegaskan bahwa dirinya adalah manusia biasa yang tak tahu kapan terjadinya hari Kiamat.

"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak (Yesus, pen.) pun tidak, hanya Bapa sendiri" (Injil Matius 24:36; Markus 13:32).

Kapan datangnya hari Kiamat? Menurut Yesus dalam Injil tersebut, hanya Allah saja yang tahu. Karena Yesus bukan Allah, maka Yesus berterus terang bahwa dia juga tak tahu kapan datangnya hari Kiamat.

Umat Islam pun wajib menganggap ramalan Kristen tentang Kiamat sebagai isapan jempol alias mimpi di siang bolong. Al-Qur’an secara gamblang menegaskan bahwa hari Kiamat hanya Allah SWT saja yang tahu kapan datangnya.

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat…" (Qs Luqman 31:34).

"Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah" (Qs. Al-Ahzab 63).

Dalam Al-Qur'an  Allah menjelaskan bahwa hanya Dialah pemilik 'kunci-kunci ilmu ghaib' (mafatihul-ghoib): "Dan hanya di sisi-Nya lah kunci-kunci ilmu gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia" (Qs Al-An'am 59).

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kunci-kunci ilmu gaib tersebut ada lima macam. Beliau bersabda yang artinya:

"Kunci-kunci ghaib itu lima. Sesungguhnya hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada yang seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (HR Bukhari).

Berdasarkan nas-nas suci, para nabi Allah tak ada yang tahu kapan datangnya hari kiamat. Jika ada pendeta yang mengaku nabi lalu meramalkan kapan datangnya hari kiamat, pasti dia seorang Nabi Palsuuuu!!!! [taz/dbs]

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Pendeta AS Ramalkan Kiamat Hari Ini Jam 6 Sore, Saksikan Kebohongannya
Termakan Ramalan Kiamat, Pria tak Bisa Renang Nekat Nyebur ke Waduk untuk Bertemu Tuhan
Kristen AS Ramalkan Kiamat Hari Sabtu 21 Mei 2011, Pasti Meleset!!
Ramalan Kiamat Meleset, Masyarakat AS Cemooh Penginjil
Ramalan Kiamat Meleset, Sang Peramal Menghilang
Dukun muka badak! Dua kali gagal ramal kiamat, kini ramal kiamat akan terjadi 21 Oktober 2011
Gereja Independen Amerika Ramalkan Kiamat 21 Mei 2011, Pasti Meleset!!
HADIRILAH TABLIGH AKBAR KOTA WONOSARI GUNUNGKIDUL DENGAN TEMA: HARI KIAMAT “MENYIKAPI BENCANA DAN TANDATANDA AKHIR ZAMAN “
Baliho Kiamat 21 Mei Masuk ke Palestina
Yesus Saja Tidak Tahu Kapan Kiamat

Hadirilah Seminar Akbar ‘Membongkar Tragedi 9/11: Pembantaian Muslim Ambon’

Posted: 20 Oct 2011 05:00 PM PDT

Hadirilah Seminar Akbar ‘Membongkar Tragedi 9/11: Pembantaian Muslim Ambon’

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

11 September? Pasti yang terngiang di telinga kita adalah kasus WTC. Bagaimana dengan Ambon yang terjadi 11 September juga? Adakah kaitannya?? Meninggalnya Darmin Saiman si tukang ojek dengan kondisi jasad yang mengenaskan, menjadi saksi, yang masih membawa banyak misteri…!
Bagaimana kejadian yang sesungguhnya?
So, you must come to UIN!

HADIRILAH SEMINAR AKBARRR..R.R…!!

“Membongkar Tragedi 9/11: Pembantaian Muslim Ambon

Narasumber:
1. Zaki Mubrok (Pengamat Politik Islam)
2. Ahmed Widad (Wartawan voa-islam.com)

Waktu:
Jumat, 21 Oktober 2011
Pukul 13.00-15.00 (ba'da shalat Jum'at)

Tempat:
Masjid Al-Jami’ah (Masjid SC, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

CP: Miftah (085716003240), Aris (085313308951)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Tabligh Akbar mengungkap fakta & data pembantaian nasrani terhadap Muslim Ambon
Tabligh Akbar Mengungkap Fakta & Data Pembantain Nasrani terhadap Muslim Ambon
Hadirilah!! Seminar Mengungkap Rekayasa Global Amerika di Balik Penangkapan Ba’asyir
Tabligh Akbar “Membongkar Kekufuran Syi’ah”
Hadirilah!! Seminar Mengungkap Rekayasa Global Amerika di Balik Penangkapan Ba'asyir
Tabligh Akbar ‘Membongkar Standar Ganda AS dalam Isu Terorisme di Indonesia’
Hadirilah!! Tabligh Akbar “Membuka Blokade Gaza-Palestina”
Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Solidaritas Untuk Muslim Ambon
Imam Masjid New York Pimpin Doa Peringatan Tragedi 11 September
Ketika Media Nasional Membungkam Tragedi Ambon 9/11

Video momen-momen terakhir sang diktator Muammar Qaddafi sebelum tewas dibunuh

Posted: 20 Oct 2011 05:00 PM PDT

Lalai dari Shalat Shubuh

Posted: 20 Oct 2011 05:00 PM PDT

Inilah kondisi sebagian kaum muslimin saat ini. Sedih banget hati ini melihat sebagian saudara kami sudah terbiasa dengan aktivitas semacam ini, sebagaimana kami pernah ceritakan hal ini dalam posting sebelumnya. Sudah jadi kebiasaan memang, bangun di pagi hari pada saat matahari sudah meninggi. Setelah bangun langsung bergegas mandi dan mulailah dia bersiap-siap ke kantor, ke kampus atau ke tempat kuliah, luputlah shalat shubuh darinya. Ini bukanlah kita temui pada satu atau dua orang saja, namun kebanyakan kaum muslimin seperti ini. Mungkin ada yang lebih parah lagi, tidak mengerjakan shalat sama sekali selama hidupnya (dia mengaku beragama Islam dalam KTP) atau dalam mayoritas waktu yang Allah berikan, dia lalai atau meninggalkan shalat lima waktu.

 

Rasanya air mata ini mau menetes melihat sebagian saudara kami seperti ini. Semua orang pasti sudah tahu bahwa shalat lima waktu itu wajib, bahkan orang kafir pun tahu bahwa umat Islam memiliki kewajiban semacam ini. Kami tidak mungkin menegur langsung satu per satu orang yang lalai dari shalat shubuh setiap harinya atau yang lalai dari shalat 5 waktu yang lain. Karena ada juga yang tidak kami kenal. Kami cuma berharap agar setiap orang yang membaca tulisan ini bisa menyampaikan kepada kerabat, sahabat atau saudara muslim lainnya. Semoga dengan penyampaian Fatwa Al Lajnah Ad Da'imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) berikut, di antara saudara kita bisa terbuka hatinya dan mendapatkan taufik dari Allah Ta'ala. Berilah peringatan, sesungguhnya peringatan akan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Fatwa Pertama (Pertanyaan ke-12 dari Fatwa no. 7942, 6/15)

Pertanyaan : Apa hukum orang yang sengaja mengatur waktu bangun paginya yaitu mayoritas waktunya dia bangun setelah matahari terbit, lalu dia shalat shubuh setelah matahari terbit? Dia mengatur seperti ini karena dia memiliki hajat lembur (begadang) di malam hari untuk mengulang pelajaran. Apakah orang seperti ini wajib diingkari?

Jawab :

Wajib bagi kita menunaikan shalat wajib pada waktu yang telah ditentukan. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An Nisa' : 103)

(Perlu diperhatikan bahwa) waktu shalat shubuh adalah mulai dari terbit fajar kedua (fajar shodiq) hingga terbit matahari. Lalu alasan yang engkau sampaikan tadi (karena alasan belajar di malam hari hingga semalam suntuk, pen) bukanlah alasan untuk mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya. Namun, seseorang hendaklah mencari sebab agar dia bisa bangun pagi agar dia bisa mengerjakan shalat (Shubuh) di waktunya. Jika orang tersebut tidak melakukan kewajiban semacam ini (mencari sebab tadi, pen), maka dia wajib diingkari. Namun ingatlah, hendakah kita mengingkarinya dengan cara yang penuh hikmah.

Semoga kita selalu mendapatkan taufik Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikutnya dan para sahabatnya.

Ketua Al Lajnah Ad Da'imah Lil Buhuts wal Ifta' : Abdul 'Azizi bin Abdullah bin Baz

Fatwa Kedua (Pertanyaan pertama dan kedua dari Fatwa no. 8371)

Pertanyaan pertama : Ada seseorang mengerjakan shalat shubuh setelah matahari terbit dan ini sudah jadi kebiasaannya setiap paginya dan hal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Dia mengaku bahwa tidur telah mengalahkannya karena dia sering lembur. Dia mengisi waktu malamnya dengan menikmati hiburan-hiburan. Apakah sah shalat yang dilakukan oleh orang semacam ini?

Pertanyaan kedua : Apakah boleh kita bermajelis dan tinggal satu atap dengan orang semacam ini? Kami sudah menasehatinya namun dia tidak menghiraukan.

Jawab :

Diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat sampai ke luar waktunya. Wajib bagi setiap muslim yang telah dibebani syari'at untuk menjaga shalat di waktunya –termasuk shalat shubuh dan shalat yang lainnya-. Dia bisa menjadikan alat-alat pengingat (seperti alarm) untuk membangunkannya (di waktu shubuh).

Kita diharamkan lembur di malam hari untuk menikmati hiburan dan semacam itu. Lembur (begadang) di malam hari telah Allah haramkan bagi kita jika hal ini melalaikan dari mengerjakan shalat shubuh di waktunya atau melalaikan dari shalat shubuh secara jama'ah. Hal ini terlarang karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang begadang setelah waktu Isya' jika tidak ada manfaat syar'i sama sekali.

(Perlu diketahui pula bahwa) setiap amalan yang dapat menyebabkan kita mengakhirkan shalat dari waktunya, maka amalan tersebut haram untuk dilakukan kecuali jika amalan tersebut dikecualikan oleh syari'at yang mulia ini.

Jika memang keadaan orang yang engkau sebutkan tadi adalah seperti itu, maka nasehatilah dia. Jika dia tidak menghiraukan, tinggalkan dan jauhilah dia.

Semoga kita selalu mendapatkan taufik Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikutnya dan para sahabatnya.

Ketua Al Lajnah Ad Da'imah Lil Buhuts wal Ifta' : Abdul 'Azizi bin Abdullah bin Baz

Kemudian dalam Fatwa Al Lajnah Ad Daimah yang lain (no. 7976) dijelaskan bahwa jika seseorang sengaja tidur sehingga lalai dari shalat dan ketika bangun tidur dia pun sengaja meninggalkan shalat, hal ini dilakukan berkali-kali (bukan hanya sekali); atau mungkin pula dia mengerjakan shalat ketika dia bangun tidur namun di luar waktunya, maka orang-orang semacam ini sama saja dengan orang-orang yang meninggalkan shalat. Juga termasuk orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang sengaja tidur dan tidak mau menunaikan shalat di waktunya, dia tidak mengambil sebab untuk bangun di pagi harinya agar bisa mengerjakan shalat tepat waktu. –Demikian maksud dari Fatwa Lajnah-

Saatnya Menarik Kesimpulan

Orang yang lalai dari shalat shubuh mungkin ada beberapa sebab. Mungkin karena ingin mengulang pelajaran, seperti persiapan kebut semalam (SKS = sistem kebut semalam) yang dilakukan oleh para pelajar atau mahasiswa ketika besok paginya akan menghadapi ujian. Atau mungkin pula karena ada kerjaan yang harus dilembur hingga larut malam. Atau mungkin pula karena malamnya diisi dengan menikmati hiburan seperti di night club dan semacamnya. Atau mungkin pula hal tersebut sudah menjadi kebiasaannya, apalagi sudah diseting (diatur) dengan alarm untuk bangun di pagi pagi pada pukul 6, dan ini sudah rutin setiap harinya. Jika memang alasan-alasannya seperti ini dan dilakukan rutin, tanpa mengambil sebab untuk bangun pagi, maka ini sama saja dengan meninggalkan shalat.

Ingatlah bahwa meninggalkan shalat bukanlah perkara sepele. Dosanya bukan dosa yang biasa-biasa saja. Perlu diketahui bahwa dosa meninggalkan shalat adalah termasuk dosa besar yang paling besar, sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama berikut ini.

Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, "Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat."

Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba'ir (pembahasan dosa-dosa besar), hal. 25, Ibnu Hazm berkata, "Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan."

Adz Dzahabi dalam Al Kaba'ir, hal. 26-27, juga mengatakan, "Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa)."

Semoga juga kita merenungkan hadits-hadits berikut ini yang menunjukkan besarnya dosa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan karena malas-malasan.

Dari Jabir bin 'Abdillah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

"(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim no. 257)

Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

"Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir." (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa'i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574)

Dari Tsauban radhiyallahu 'anhu -bekas budak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

"Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan." (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566)

Oleh karena itu, orang-orang yang meninggalkan shalat seperti yang kami contohkan di atas haruslah bertaubat dengan penuh penyesalan, bertekad tidak akan mengulanginya lagi dan dia harus kembali menunaikan setiap shalat pada waktunya.

Namun, kalau bangun di pagi hari ketika matahari terbit tidak menjadi kebiasaan, maka dia harus mengerjakan shalat tersebut ketika dia ingat atau ketika dia bangun dari tidurnya.

Kita dapat melihat hal ini dalam hadits dari Anas radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

"Barangsiapa yang lupa atau tertidur dari shalat, maka kafaroh (tebusannya) adalah dia shalat ketika dia ingat." (Muttafaqun' alaih, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Lihat Misykatul Mashobih yang ditahqiq oleh Syaikh Al Albani)

Dari Abu Qotadah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ليس في النوم تفريط إنما التفريط في اليقظة . فإذا نسي أحدكم صلاة أو نام عنها فليصلها إذا ذكرها فإن الله تعالى قال : ( وأقم الصلاة لذكري )

"Jika seseorang tertidur, itu bukanlah berarti lalai dari shalat. Yang disebut lalai adalah jika seseorang dalam keadaan sadar (sudah terbangun). Jika seseorang itu lupa atau tertidur, maka segeralah dia shalat ketika dia ingat. Karena Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Tunaikanlah shalat ketika seseorang itu ingat." (QS. Thaha : 14)." (HR. Muslim. Shohih. Lihat Misykatul Mashobih yang ditahqiq oleh Syaikh Al Albani)

Bagaimana Mengerjakan Shalat Ketika Matahari Terbit padahal Terdapat Larangan Mengenai Hal Ini?

Dijelaskan dalam Fatwa Lajnah no. 5545 bahwa jika seseorang tertidur sehingga luput dari shalat shubuh, dia terbangun ketika matahari terbit atau beberapa saat sebelum matahari terbit atau beberapa saat sesudah matahari terbit; maka wajib baginya mengerjakan shalat shubuh ketika dia terbangun, baik matahari terbit ketika dia sedang shalat atau ketika mau memulai shalat matahari sedang terbit atau pun memulai shalat ketika matahari sudah terbit, dalam kondisi ini hendaklah dia sempurnakan shalatnya sebelum matahari memanas. Dan tidak boleh seseorang menunda shalat shubuh hingga matahari meninggi atau memanas.

Adapun hadits yang menyatakan larangan shalat ketika matahari terbit karena pada waktu itu matahari terbit pada dua tanduk setan (HR. Muslim), maka larangan yang dimaksudkan adalah jika kita mau mengerjakan shalat sunnah yang tidak memiliki sebab atau mau mengerjakan shalat wajib yang tidak disebabkan karena lupa atau karena tertidur. –Demikian maksud dari Fatwa Lajnah-

Oleh karena itu, jika memang kita lupa atau tertidur sehingga luput menunaikan shalat wajib, maka tidak terlarang kita mengerjakan shalat ketika matahari terbit. Wallahu a'lam bish showab.

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang selalu ta'at kepada-Mu.

 

Diselesaikan di pagi hari yang penuh berkah di rumah tercinta Pangukan-Sleman, 15 Dzulqo'dah 1429

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com


Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Keutamaan Shalat Shubuh
Melaksanakan Qobliyah Setelah Shalat Shubuh Boleh, Asalkan…
Sering Lembur sehingga Luput dari Shalat Subuh
Siksa Kubur bagi Orang yang Lalai dalam Shalat
Shalat yang Lalai
Bolehkah Kita Mengganti Shalat Qabliyah Subuh?
Batas Waktu Shalat Isya
SQ dan H Tewas Saat Ingin Menunaikan Shalat Shubuh
Shalat Terbengkalai Beberapa Hari
Do'a Qunut Ketika Shubuh

Muammar Gaddafi, Musailamah Abad Ini

Posted: 20 Oct 2011 04:00 PM PDT

ELKA No 02/XIX: Dian Wahyu Utami (Desainer Muslimah): “Ingin Indonesia Jadi Pusat Fashion Muslim Dun

Posted: 20 Oct 2011 12:01 PM PDT

Cover_Khazanah_02-XIX

Cyber Sabili–Jakarta. Siapa bilang kalau berjilbab itu kampungan, udik dan tidak fashionable? Semua itu ditepis oleh desainer muda berbakat Dian Pelangi. Pasalnya, karya-karyanya sangat diminati kalangan Muslimah maupun nonmuslim, bahkan dikenal di beberapa negara seperti Australia, London, Paris dan negara-negara Timur Tengah.

Nah, kru eL-Ka Daniel Handoko berkesempatan mewawancarai Dian ketika peragaan busana Muslimah yang digelar di Jakarta pada Agustus lalu. Mau tahu bagaimana kiprah Muslimah satu ini? Yuk ikuti bincang-bincangnya di Rubrik Teman Kita.

Rok Mini Tak Selamanya Indah!

Seratus lebih aktivis perempuan menggelar aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 18 September 2011. Dengan mengenakan rok mini, mereka menuntut aparat penegak hukum dan pejabat publik lebih bertanggungjawab serta serius dalam mengungkap kasus-kasus perkosaan yang kian meresahkan di tanah air.

Aksi damai itu mengambil tema, “My Rok Mini My Right, Perempuan Menolak Perkosaan.” Lantas, apa hubungannya antara maraknya kasus perkosaan dengan rok mini?  Simak jawabannya di Rubrik Dunia Perempuan.

Mahasiswa Kupu-Kupu dan Kunang-Kunang

Ternyata, ada beberapa labelling yang disematkan pada mahasiswa secara iseng (baca: tidak sengaja). Labelling itu dibuat sendiri oleh mahasiswa sendiri untuk sekadar mengelompokkan diri mereka.

Lucunya, pelabelan ini menggunakan istilah atau nama-nama hewan, seperti kuda-kuda, kura-kura, kupu-kupu, dan kunang-kunang. Kok bisa mahasiswa diberi label seperti itu? Yang jelas, semua istilah itu ada filosofinya lho. Penasaran dengan kajian ini, simak kisah selanjutnya pada Rubrik Teropong.

83 Mil Menuju Cinta-Nya

Aku tak pernah menyangka, suatu saat, akan mengalami perjalanan ruhiyah yang sangat berkesan dalam kehidupanku. Siapa sangka, aku bisa melakukan perjalanan sejauh 83 mil, di sebuah negeri yang baru saja kuinjak.

Bayangkan! 83 mil hanya berdua dengan seorang bayi mungil menuju belantara Tokyo. Subhanallahu. Jika teringat itu semua, aku semakin yakin, pertolongan Allah amatlah dekat. Penasaran, lanjutkan dengan membaca Rubrik Cermin.

Kiat Jitu Menerbitkan Buku

Siapa pun yang hobi menulis pastilah bermimpi melihat karya mereka diterbitkan dalam bentuk buku. Sayangnya, banyak calon penulis hanya berhenti sebatas lamunan karena kurang mengetahui cara tepat untuk 'menjual' karya mereka ke penerbit buku.

Nah, sebagai seseorang yang beberapa karyanya telah diterbitkan, saya ingin berbagi tips sebagai berikut. Penasaran juga, cepet buruan beli and baca di Rubrik Taktikoe.

Simak juga rubrik andalan lain, seperti: Salam, Beteye, Teka-Teki, Puisi, Cerpen, Bedah Sastra, Kocakoe, dan Oase.

Dapatkan di agen, toko buku, dan gerai penjual majalah terdekat di kota Anda.

Informasi:

SMS Redaksi dan Iklan: 021-33542402

SMS Pemasaran dan Langganan: 0878-80221403

Sumber

Islamisasi Nusantara: Bukan Asal-Asalan

Posted: 20 Oct 2011 11:02 AM PDT

Judul Buku   : Historical Fact and Fictions
Penulis        : Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas
Penerbit      : Universiti Teknologi Malaysia (UTM)
Tahun        : 2011
Halaman     : xviii+170

Bagi majalah Media Hindu (edisi Oktober 2011), keberadaan Indonesia menjadi Negara mayoritas Muslim, patut disesali. Dalam laporan utamanya, Media ini menulis: "Kembali ke Hindu, Bila Indonesia Ingin Berjaya Kembali Seperti Majapahit". Menurut majalah ini, Islam dianggap sebagai agama yang menggusur nilai-nilai budaya bangsa, sehingga menghambat kemajuan Indonesia. "Namun atas dasar pendapat tersebut di atas, mustahil suatu bangsa menjadi maju apabila meyoritas rakyatnya masih menganut agama yang faktanya menggusur budaya dan nilai-nilai luhur bangsa."

Lalu, disimpulkan: "Kembali menjadi Hindu adalah mutlak perlu bagi bangsa Indonesia apabila ingin menjadi Negara Adidaya ke depan, karena hanya Hindu satu-satunya agama yang dapat memelihara & mengembangkan Jatidiri bangsa sebagai modal dasar untuk menjadi negara maju."

Suara-suara sumbang yang menyesali pengislaman Nusantara bukanlah hal baru. Bahkan, sejak era penjajahan, berbagai suara dan upaya untuk mengecilkan kebaradaan dan peran Islam di negeri dan kawasan ini sudah dilakukan. Jangan heran! Meskipun Indonesia berpenduduk mayoritas Muslim, simbol-simbol negara dan simbol-simbol sejarah, selama ini diusahakan untuk jauh dari warna Islam.

Di dalam Tafsir al-Azhar, yang ditulis tahun 1960-an, Prof. Hamka, sudah menyinggung upaya pengecilan peran Islam dalam sejarah dan kehidupan kenegaraan: "Diajarkan secara halus apa yang dinamai Nasionalisme, dan hendaklah Nasionalisme diputuskan dengan Islam. Sebab itu bangsa Indonesia hendaklah lebih mencintai Gajah Mada daripada Raden Patah."

Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah ilmuwan Muslim yang berpuluh tahun sangat gigih berusaha mematahkan dominasi kaum orientalis dalam pendidikan sejarah di wilayah Melayu ini. Sejak tahun 1970-an, al-Attas sudah bertungkus-lumus berupaya membongkar rekayasa sistematis untuk mengecilkan sejarah Islam. Prof. S.M.N. al-Attas merangkum pendapat para orientalis dan kaum kolonial: "Banyak sarjana yang telah memperkatakan bahwa Islam itu tidak meresap ke dalam struktur masyarakat Melayu-Indonesia; hanya sedikit jejaknya di atas jasad Melayu, laksana pelitur di atas kayu, yang andaikan dikorek sedikit akan terkupas menonjolkan kehinduannya, kebudhaannya, dan animismenya. Namun menurut saya, paham demikian itu tidak benar dan hanya berdasarkan wawasan sempit yang kurang dalam lagi hanya merupakan angan-angan belaka."  (Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu,  (Bandung: Mizan, 1990).

Nama S.M.N. al-Attas selama ini sudah identik sebagai pendekar dalam sejarah Melayu. Sejak tahun 1980-an, bukunya, Islam and Secularism, sudah diterjemahkan dalam puluhan bahasa. Buku ini sudah menjelaskan proses Islamisasi di wilayah Nusantara. Bukunya yang lain, Islam dalam Sejarah Kebudayaan Melayu, juga mengklarifikasi dan mengkritik sejumlah pendapat para orientalis tentang perkembangan Islam di Nusantara.

Kini, Prof. S.M. Naquib al-Attas sudah menginjak umur 80 tahun.  Lahir di Bogor, tahun 1931, Naquib al-Attas adalah cucu seorang ulama besar di Bogor, Abdullah bin Muhsin al-Attas, yang juga guru sejumlah ulama terkenal di Jabodetabek, seperti KH Abdullah Syafii, dan sebagainya. Tapi, di usianya yang sudah sangat lanjut itu, Prof al-Attas masih berhasil menerbitkan sebuah buku yang luar biasa, berjudul Historical Fact and Fictions. Sama dengan buku Islam dalam Sejarah Kebudayaan Melayu, seolah menegaskan pendapatnya selama ini, buku Historical… ini pun bergambar sampul kaligrafi "ayam jago", sebagai simbol awal kehidupan baru.

Buku ini memang fantastis, melihat ketajaman analisis dan kekayaan referensi yang digunakannya. Melalui buku ini, al-Attas berhasil membalik berbagai pandangan umum tentang sejarah Islam dan Melayu yang sudah dianggap mapan, sebagaimana yang selama ini diteorikan oleh sejarawan lain. Bahkan, menurut al-Attas, mungkin inilah satu bentuk interpretasi sejarah yang belum pernah dikenal sebelumnya. (hal.xi).

Al-Attas, misalnya, mengungkap keberhasilan para pendakwah Islam (ia gunakan istilah "misionaris Islam") dalam mengangkat dan mengislamkan bahasa Melayu, sehingga menjadi bahasa persatuan di wilayah Nusantara. "The spread of the new and vibrant Malay language and literature as a vehicle of Islam and knowledge presently used by more than two hundred million people in the Malay Archipelago is one of the most important factors in the creation of nationhood, the other factor being the religion of Islam itself." (hal. xvi).

Analisis al-Attas itu menarik. Bisa dipahami, jika penggunaan bahasa Melayu ini sempat ditolak oleh kaum Kristen. J.D. Wolterbeek dalam bukunya,  Babad Zending di Pulau Jawa,  mengatakan: "Bahasa Melayu yang erat hubungannya dengan Islam merupakan suatu bahaya besar untuk orang Kristen Jawa yang mencintai Tuhannya dan juga bangsanya."  

Senada dengan ini, tokoh Yesuit Frans van Lith (m. 1926) menyatakan: "Melayu tidak pernah bisa menjadi bahasa dasar untuk budaya Jawa di sekolah-sekolah, tetapi hanya berfungsi sebagai parasit. Bahasa Jawa harus menjadi bahasa pertama di Tanah Jawa dan dengan sendirinya ia akan menjadi bahasa pertama di Nusantara. (Seperti dikutip oleh Karel A. Steenbrink, dalam bukunya, Orang-Orang Katolik di Indonesia. Lihat juga buku Van Lith, Pembuka Pendidikan Guru di Jawa, Sejarah 150 th Serikat Jesus di Indonesia (2009).

Peran bahasa Melayu dan agama Islam dalam pengislaman dan pernyatuan Nusantara ini diperjelas lagi oleh Prof. al-Attas dalam buku terbarunya ini. Penjelasan al-Attas ini sekaligus menepis anggapan yang dibangun selama ini, bahwa Majapahit di masa Gajah Mada-lah yang berhasil menyatukan Nusantara.

Salah satu kesimpulan penting dari buku Historical Fact and Fictions adalah, bahwasanya penyebaran Islam di Nusantara ini utamanya bukan dilakukan oleh pedagang, tarekat sufi, atau kaum Syiah, secara sambilan. Dengan bukti-bukti yang kuat dari karya para penulis Muslim klasik, sumber-cumber Cina dan Eropa, al-Attas sampai pada kesimpulan bahwa Islamisasi di Nusantara ini dilakukan dengan cara yang sistematis, terencana, konsisten, dan dilakukan oleh para misionaris Islam yang hebat.

Sejak awal, sangat mungkin, mereka sudah langsung diutus oleh Nabi Muhammad saw dan para khalifah sesudah beliau. Islamisasi di wilayah yang terdiri atas ribuan pulau dan bersuku-suku bukanlah sebuah pekerjaan sambilan dan asal-asalan, sebagaimana digambarkan dalam buku-buku sejarah di sekolah-sekolah selama ini. Kata S.M.N al-Attas, "the spread of Islam by these Arab missionaries in the Malay world was not a haphazard matter, a disorganized sporadic affair … It was a gradual process, but it was planned and organized and executed in accordance with timelines and situation." (hal. 32). Wallahu a'lam bil-shawab. (***)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud, Dari Neo-Modernisme ke Islamisasi Ilmu
Bedah Buku terbaru Prof Dr Syed Muhammad Naquib al-Attas berjudul "Historical Fact and Fiction" (UTM, 2011).
Prof Nik Anuar Nik Mahmud : "Melayu Islam tidak Boleh Dizalimi"
Seminar 'Islamisasi Ilmu Pengetahuan' & Peluncuran Buku 'Sejarah Indonesia Perspektif Baru'
Tabligh Akbar & Bedah Buku ''Kuburan-Kuburan Keramat di Nusantara''
Pengamat: Tulisan Jawi Ada Karena Islamisasi
Tongkat dan Kotak Kriya Nusantara Seharga 10 Dirham
Misteri Candi dan Piramida di Nusantara (1)
Bedah Buku ‘Kuburan Keramat Nusantara’ Siapa Pembesar yang Jadi Pasien Kuburan?
Lokakarya Islamisasi Ilmu di UIKA

Bis Sering Rugikan Jemaah, Kadaker Madinah Surati Muassasah

Posted: 20 Oct 2011 11:02 AM PDT

Bis Sering Rugikan Jemaah, Kadaker Madinah Surati Muassasah

MADINAH, (MCH).-Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengultimatum perusahaan bis Abu Sharhad karena dinilai sering lalai dalam mengangkut koper jemaah haji Indonesia. Tercatat sudah empat kali, koper jemaah tercecer di bandara Madinah dan tidak dibawa oleh bis itu.

“Kita berapa kali dirugikan oleh perusahaan angkutan Abu Sharhad, lima koper jatuh, 4 kali kopernya tidak terangkut. Kami masih beruntung karena kajadian ini, masih dari bandara ke pemondokkan. Kalau terjadi dalam perjalanan Madinah ke Mekah, kita tidak punya cost untuk itu,” kata Akhmad di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Kamis (20/10) sore WAS.

Akhmad menagatakan pihaknya sudah minta ke Muassasah untuk mengganti perusahaan Abu Sharhad dengan yang lain. Namun hal itu urung dilakukan karena Muasssasah berdalih masa haji sudah berjalan.

“Untuk itu, kami minta perbaikan layanan angkutan bis. Apabila koper jemaah tidak terangkut dari Madinah ke Mekah, ini jadi tanggung jawab perusahaan otobis itu sendiri,” kata Akhmad. (Suhirlan)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Pada Puncaknya, 67.500 Jemaah Terkonsentrasi di Madinah
Gunakan Madinah, Tempat Recovery Kesehatan Jemaah
DPD Pantau Bimbingan Ibadah Jemaah di Madinah
Jemaah Wafat di Madinah Bertambah 2 Orang Lagi
Kloter Pertama Tiba di Madinah
Terakhir 123.000 Jemaah Tinggalkan Madinah
Sebelum Tinggalkan Madinah, Ketua Kloter dan Karom Diminta Cek Paspor
Seorang Jemaah Asal Solo Wafat di Madinah
Seorang Jemaah Asal Solo Wafat di Madinah
Jemaah Diimbau Jangan Pergi Sendirian

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲