Koran Muslim |
- Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil
- An Nahda Pemilu Tunisia Rawan Manipulasi
- DK PBB Siap Gelar Voting Palestina pada 11 Nopember
- Meninggalkan Shalat Bukan Perkara Sepele
- 25 Calhaj Meninggal Dunia di Tanah Suci
- Calhaj Non Kuota Tempuh 20 Jam ke Arab Saudi
- Living Cost Calhaj Penjual Pecel Dirampas
- Cegah Kriminalitas, 500 Petugas Keamanan Wanita Saudi Diterjunkan
- Harga Tiket “Mashair” 250 Riyal dan Mulai Dijual
- Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (17)
| Posted: 19 Oct 2011 05:02 PM PDT
Kalimat ini termasuk dzikir sederhana, namun mengandung makna yang luar biasa. Dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar. Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya, الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “hasbunallah wa ni’mal wakiil [cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung]“. ” (QS. Ali ‘Imron: 173) Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di neraka. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563) Renungkanlah Maknanya! Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir berkata bahwa maksud “hasbunallah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil“, kata Al Faro’ berarti orang yang mencukupi. Demikian pula kata Ibnul Qosim. Sedangkan Ibnu Qutaibah berkata bahwa makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin). Al Khottobi berkata bahwa “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba. Dalam tafsir Al Jalalain disebutkan makna dzikir di atas ialah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan. Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya memaparkan, “Maksud ‘hasbunallah‘ adalah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan ‘ni’mal wakiil’ adalah Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.” Syaikh Al Imam Al ‘Arif rahimahullah berkata bahwa dalam hadits di atas adalah isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah Ta’ala, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya. … Kalimat “hasbunallah” adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh pada Allah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tempat berlari kecuali pada Allah. Allah Ta’ala berfirman, فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ “Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. ” (QS. Adz Dzariyat: 50) (Bahrul Fawaid karya Al Kalabadzi)
Allah-lah Yang Mencukupi Allah Ta’ala berfirman, وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath Tholaq: 3). Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan, "Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah, maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ “Barangsiapa menyandarkan diri pada sesuatu, maka hatinya akan dipasrahkan padanya” (HR. Tirmidzi no. 2072, hadits ini hasan kata Syaikh Al Albani). Artinya di sini, barangsiapa yang menjadikan makhluk sebagai sandaran hatinya, maka Allah akan membuat makhluk tersebut jadi sandarannya. Maksudnya, urusannya akan sulit dijalani. Hati seharusnya bergantung pada Allah semata, bukan pada makhluk. Jika Allah menjadi sandaran hati, tentu segala urusan akan semakin mudah. Karena Allah-lah yang mendatangkan berbagai kemudahan dan segala sesuatu akan menjadi mudah jika dengan kehendak-Nya.
Ya Allah … Engkau-lah yang mencukupi segala urusan kami, tahu manakah yang maslahat dan yang mengatur segala rizki kami. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.
@ Ummul Hamam, Riyadh-KSA, saat-saat bersama Rumaysho, Ruwaifi’ dan istri tercinta 21 Dzulqo’dah 1432 H (19/10/2011) Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Satu Dari Buah Tawakkal, Dicukupkan Segala Urusan KitaSudah Mantapkah Keyakinanmu…? Do’a Agar Diberi Kemudahan Segala Urusan Khutbah Idul Adha 1431 H: Musibah Dan Bala Bencana, Peringatan Atau Adzab Allah ? Menatap Ayat-Ayat Allah Akhlaq yang Baik (bagian ke-5): Kelembutan dalam Segala Urusan Ucapan Selamat Hari Raya Ied Dari Amir Imarah Islam Afhanistan Mullah Mohammad Omar Mujahid – Berita Bersandar diri atas rahmat-Nya Buah dari Mengikuti Kebaikan dengan Kebaikan Lainnya Kembali kepada Ramadhan Kaum Salaf | |||
| An Nahda Pemilu Tunisia Rawan Manipulasi Posted: 19 Oct 2011 01:01 PM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: An Nahda Ajak Tunisia Rekonsiliasi NasionalPemerintah Tunisia Rencanakan Pemilu Belum siap, Tunisia tunda pemilu Hizbut Tahrir Tunisia Akan Ikut Pemilu? Tunisia : Penundaan Pemilu Menuai Aksi Protes Partai Islam Tunisia Akan Boikot Pemilu Presiden Partai An-Nahdhah Tunisia Pimpin Dukungan Suara Jelang Pemilu Mantan Menteri Tunisia Ancam Kudeta Jika Kelompok Islam Menang Pemilu 1. Manipulasi Absen Kerja Kantor Menteri Israel: Ikhwan Mesir Akan Menang Pemilu Jika Pemilu Berlangsung Jujur | |||
| DK PBB Siap Gelar Voting Palestina pada 11 Nopember Posted: 19 Oct 2011 01:01 PM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Forum Palestina di Inggris Siap Gelar Kembali Palestine Day 2011MI Darunnajah Cipining Siap Gelar MI Cup LPM Siap Gelar Buka Puasa Bareng Dhuafa Indonesia Siap Gelar Sail Wakatobi–Belitong 2011 Indonesia Siap Gelar Pameran Produk Halal Internasional Di mana Dapat Shalat Idul Adha 16 Nopember? Aktivis Muslim Inggris Siap Bakar Bendera AS pada 9/11 Turki Rayu Obama Tak Loloskan Voting Genosida Armenia DK PBB Akan Lakukan Voting untuk Berikan Sanksi Kepada Suriah Menlu Palestina: Spanyol Akui Palestina pada 2011 | |||
| Meninggalkan Shalat Bukan Perkara Sepele Posted: 19 Oct 2011 11:03 AM PDT
Ini adalah permasalahan serius sekali yang telah diujikan kepada manusia dan juga diperselisihkan oleh para 'ulama dan para imam kaum muslimin yang terdahulu maupun sekarang.
Al Imam Ahmad bin Hanbal berkata : "Orang yang telah meninggalkan sholat telah kufur, kufur yang mengeluarkan seseorang dari agama. Dia dibunuh apabila tidak segera bertaubat atau mengerjakan sholat." Imam Abu Hanifah, Malik, dan Asy Syafi'iy berkata : "Dia orang yang fasik akan tetapi tidak dikafirkan." Kemudian mereka bertiga berselisih, Malik dan Syafi'I berkata :"Dia dibunuh sebagai hukuman". Dan Abu Hanifah berkata :"Dia dicela (ditegur) dan tidak dibunuh." Dikarenakan ini adalah suatu permasalahan yang dipersilisihkan, wajib dikembalikan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisaa' : 59 : "Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur'an) dan Rosul (sunnah-nya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian)." Apabila kita kembalikan semua perselisihan tersebut kepada Al Qur'an dan As Sunnah maka akan kita dapatkan bahwa Al Qur'an dan As Sunnah menunjukkan kekufuran orang yang meninggalkan sholat yaitu kufur yang mengeluarkan seorang muslim dari Islam. Dalil-dalil dari Al Qur'an 1. Dalam surat At Taubah ayat 11, Allah berfirman,"Jika mereka (orang-orang musyrikin) bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama." Dalam ayat ini Allah mensyaratkan terjadinya persaudaraan antara kita dengan orang-orang musyrikin dengan tiga syarat, yaitu : a. Orang-orang musyrikin tersebut bertaubat dari kesyirikan, b. Menegakkan shalat, dan c. Menunaikan zakat. Seandainya mereka (orang-orang musyrikin) bertaubat dari kesyirikan tetapi tidak mengerjakan sholat dan juga tidak menunaikan zakat maka belumlah menjadi saudara kita. Seandainya mereka mengerjakan sholat tetapi tidak menunaikan zakat maka mereka juga belum menjadi saudara kita. Akan tetapi pendapat yang unggul, dia tidak dikafirkan (karena tidak menunaikan zakat) akan tetapi diberi hukuman yang berat sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Huroiroh, bahwa Nabi menyebutkan hukuman terhadap orang yang menahan zakat, dan akhir hadits disebutkan : "kemudian dia akan melihat jalannya, bisa jadi ke surga dan bisa jadi juga ke neraka." Persaudaraan (seagama) tidaklah akan hilang kecuali bila seseorang keluar dari agama secara keseluruhan, bukan karena suatu kefasikan dan bukan karena kufur duuna kufrin (bukan kufur akbar). 2. Dan dalam Surat Maryam ayat 59 – 60, Allah berfirman,"Maka datanglah sesudah mereka (orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan beramal sholih, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak teraniaya (dirugikan) sedikitpun." Dalam ayat yang kedua ini, Allah berfirman berkenaan dengan mereka yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu : "kecuali orang yang bertaubat dan beriman …". Ini menunjukkan bahwa ketika mereka menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu, tidak dalam keadaan beriman. Dalil-dalil dari As Sunnah 1. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al Imaan dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya batas seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat." 2. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidziy, An Nasaaiy, dan Ibnu Majah dari Buroidah bin Al Hasib, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Perjanjian yang memisahkan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah sholat. Maka barangsiapa yang telah meninggalkan sholat sungguh dia telah kufur." Apabila ada yang berkata : Apakah nash-nash yang menunjukkan kepada kekufuran orang yang meninggalkan sholat tidak bisa dibawa kepada orang yang meninggalkannya karena mengingkari kewajibannya ? Jawab : tidak bisa karena terdapat dua bahaya : 1. Merusak bentuk (sifat) yang telah dipilih dan dihukumi oleh Allah. Sesungguhnya Allah telah menetapkan hukum kufur terhadap orang yang meninggalkan sholat tanpa ada kalimat "mengingkari kewajiban". Allah tidaklah berfirman :" Jika mereka (orang-orang musyrikin) bertaubat, dan mengakui akan kewajiban sholat …" dan Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallamtidak pula bersabda : "Sesungguhnya batas seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah mengingkari kewajiban sholat." Seandainya seperti ini yang dimaksudkan oleh Allah dan Rasul-Nya berarti telah menyelisihi penjelasan yang dibawa oleh Al Qur'anul Karim, di mana Allah berfirman :"Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu." (QS An Nahl : 89) 2. Memilih bentuk dan menetapkan hukum yang mana tidak dipilih oleh Allah. Mengingkari kewajiban sholat lima waktu berarti menetapkan kekufuran seseorang yang tidak boleh beralasan dengan ketidak tahuannya terhadap hukum sholat. Baik dia telah menegakkan sholat atau meninggalkannya. Jelaslah bahwa meninggalkan sholat tanpa udzur merupakan suatu kekufuran yang mengeluarkan seseorang dari agama sesuai dengan dalil-dalil ini. Dan dapat pula diperkuat dengan ijma' para sahabat sebagaimana Abdullah bin Syaqiq berkata : "Para sahabat Nabi tidak pernah menganggap suatu amalan yang apabila ditinggalkan menyebabkan kekufuran kecuali sholat." Walllahu waliyyut taufiq.
Tulisan lawas Muhammad Abduh Tuasikal Artikel www.remajaislam.com
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Kafarat meninggalkan solat jumatPeringatan Bagi yang Suka Meninggalkan Shalat Meninggalkan Shalat Jum'at Gara-Gara Hujan & Salju Peringatan Bagi Siapa yang Suka Meninggalkan Shalat Enam Perkara dalam Memperbaiki Shalat Bolehkah Meninggalkan Shalat Jum’at Hanya Karena Hujan dan Salju? Meninggalkan Citibank, Meninggalkan Bank Komunitas Wisata Muslim Fasilitasi Wisata Tanpa Meninggalkan Shalat Meninggalkan Isteri lebih dari 2 Tahun Batas Waktu Shalat Isya | |||
| 25 Calhaj Meninggal Dunia di Tanah Suci Posted: 19 Oct 2011 11:03 AM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Jatuh dari Lantai 8, Seorang Calhaj MeninggalCalhaj Mulai Berangkat ke Tanah Suci, 2 Oktober Calhaj yang Wafat di Madinah Menjadi 7 Orang 48 Ribu Jamaah Sudah Berada di Tanah Suci 249 Kloter Jamaah Tiba di Tanah Suci 22 Calhaj DKI Jakarta Batal ke Tanah Suci Jenazah Calhaj Meninggal di Pesawat Dimakamkan Siang Ini Lagi, Satu Jamaah Meninggal Meninggal di Tanah Suci, Harapan Terbesar Jamaah Haji 2 Oktober Jamaah Haji Mulai Berangkat ke Tanah Suci | |||
| Calhaj Non Kuota Tempuh 20 Jam ke Arab Saudi Posted: 19 Oct 2011 11:03 AM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: 200 Calhaj Khusus Tiba di Arab SaudiArab Saudi Siap Tambah Kuota Haji Indonesia Kuota Haji 2011 Tergantung Arab Saudi Haji Reguler dapat Tambahan Kuota 7 Ribu 28.894 Calhaj Telah Tiba di Arab Saudi Tambahan Kuota Haji Tunggu Konfirmasi Arab Saudi Menag: Indonesia Dapat Tambahan Kuota 10.000 Orang Alhamdulillah… Kuota Calhaj Kota Bekasi Ditambah Muslim Tumbuh Pesat, Mufti Rusia Minta Saudi Tambah Kuota Haji 40 Persen Calhaj Indonesia Sudah di Arab Saudi | |||
| Living Cost Calhaj Penjual Pecel Dirampas Posted: 19 Oct 2011 11:02 AM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Seorang Calhaj Dirampas, Jemaah Diimbau Tak Banyak Bawa SanguPakai “Seragam Petugas”, Curi Uang dan HP Calhaj Calhaj Aceh Dapat Sedekah 1200 Riyal Per Orang Calhaj Tersesat Jalan Capai 50 Orang Calhaj Mulai Berangkat ke Tanah Suci, 2 Oktober 31 Oktober Semua Calhaj Harus Masuk Mekkah Kodam III/Siliwangi Lepas 197 Calhaj Lokasi Kegiatan Calhaj Berbagai Tempat di Arab Saudi Enam Calhaj Belum Lunas BPIH Enam Calhaj Belum Lunasi BPIH | |||
| Cegah Kriminalitas, 500 Petugas Keamanan Wanita Saudi Diterjunkan Posted: 19 Oct 2011 11:02 AM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Antisipasi Perampokan di Makkah, 50 Petugas Keamanan DiberangkatkanArab Saudi Turunkan 21.900 Petugas Pengamanan Haji Cegah Demonstrasi, Arab Saudi Siapkan 10 Ribu Pasukan Keamanan Pemerintah Saudi Tingkatkan Jaminan Keamanan 50 Petugas Antisipasi Perampokan Jamaah di Makkah Petugas Haji Menuju Arab Saudi Cegah Ikhtilat, Warga Saudi Desak Pendirian Rumah Sakit Khusus Wanita 21.900 Petugas Siap Amankan Haji 50 Petugas Indonesia Antisipasi Perampokan di Makkah Rombongan Jemaah Haji Indonesia Diinterogasi Keamanan Arab Saudi, Usai Jumatan | |||
| Harga Tiket “Mashair” 250 Riyal dan Mulai Dijual Posted: 19 Oct 2011 11:02 AM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Kereta Mashair, Solusi Transportasi di ArminaKA Mashair Beroperasi Penuh Musim Haji Tahun Ini Kereta Mashair, Alternatif Transportasi Haji Jamaah Haji Indonesia Belum Bisa Pakai Monorel Tiket KA Mashair Mulai Tersedia 25 Oktober Jemaah Haji Keluarkan Rp 2 Triluin Perhari Tabung Haji Batasi Penarikan Dana Maksimal 500 Riyal Belum Sempat Tukar Riyal? Tenang…Di Jeddah Beli Riyal Pakai Rupiah Lebih Murah Umrah dari Tan`im, Naik SAPTCO 2 Riyal, Bus Mini 4 Riyal KA Armina Dioperasikan Hari Ini | |||
| Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (17) Posted: 19 Oct 2011 11:02 AM PDT
Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini: Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (2)Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (3) Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (7) Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (8) Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (12) Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (4) Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (11) Di Balik Perjalanan Menuju Baitullah (13) Beragam Perjalanan Spiritual Wanita Muallaf Menuju Islam | |||
| You are subscribed to email updates from Koran Muslim To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

0 komentar:
Posting Komentar