Koran Muslim

| Minggu, 23 Oktober 2011

Koran Muslim


7 Faedah Dzikir

Posted: 23 Oct 2011 05:01 PM PDT

Mengingat Allah (baca: dzikir) merupakan pokok daripada syukur. Manfaat yang besar dapat diperoleh dengan mengerjakan amalan ini. Namun, sayang sekali kebanyakan orang melupakan dan melalaikannya. Padahal, faedah dzikir itu banyak sekali, di antaranya adalah:

[1] Mendatangkan pertolongan Allah

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Maka ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku pun akan mengingat kalian." (QS. al-Baqarah: 152)

[2] Mendatangkan ampunan dan pahala yang besar

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar." (QS. al-Ahzab: 35)

[3] Sebab hidupnya hati

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya (Allah) dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya, seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang sudah mati." (HR. Bukhari)

[4] Mendatangkan ketentraman jiwa

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Ingatlah, dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tentram." (QS. ar-Ra'd: 28)

[5] Jauh dari perangkap setan

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang berpaling dari mengingat ar-Rahman maka akan Kami jadikan setan sebagai pendamping yang selalu menemaninya." (QS. az-Zukhruf: 36)

[6] Jalan menuju keikhlasan

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya orang-orang munafik itu berusaha mengelabui Allah, sedangkan Allah justru mengelabui mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat maka mereka berdiri dengan penuh kemalasan, mereka mencari-cari pujian manusia, dan mereka sama sekali tidak mengingat Allah kecuali sedikit." (QS. an-Nisaa': 142)

[7] Perlindungan Allah pada hari kiamat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat… di antaranya adalah seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sepi, kemudian meneteslah air matanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan yang perlu diingat bahwasanya dzikir yang benar adalah yang dilandasi keikhlasan niat dan dikerjakan dengan mengikuti Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Allahul muwaffiq.

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel www.muslim.or.id

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Dzikir Pagi Hari Agar Aktivitas Lancar Seharian
Kenali Jenisnya, Ada Dzikir Yang Amat Sangat Ringan
Dzikir Supaya Tidur Jadi Berkah Dan Bernilai Ibadah
Mohon Ampunan Dalam Dzikir di Waktu Petang
Satu dari 51 Keutamaan Dzikir, Hati Berkarat Jadi Mengkilap
Membaca Dzikir dan Doa di Dalam Kamar Kecil
Menjaharkan Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Ternyata Sunnah!
51 Keutamaan Dzikir
Pentingnya Dzikir Kepada Allah Ta'ala
Majelis Dzikir

Mustafa Abdul Jalil : Bersumpah Menegakkan Hukum Islam

Posted: 23 Oct 2011 05:01 PM PDT

Misi Sebarkan Agama Mulai Nekat Masuk Sekolah

Posted: 23 Oct 2011 05:01 PM PDT

Keislamannya Dihormati Keluarga, Glyn Menerima Jilbab Sebagai Kado Natal

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Glyn Maclean memiliki darah Skotlandia dengan sedikit campuran darah Irlandia dan Belgia. Ayahnya tiba di  Selandia Baru pada tahun 1957 kemudian mereka tinggal di Wellington. Ia memiliki empat… Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Pengadilan Selandia Baru Akui Hukum Perwalian Islam
Kare Muslim Warnai Hari Natal Skotlandia
Politisi Selandia Baru Puji Sheikh Usamah Bin Ladin Sebagai Pahlawan
Langgar Perjanjian, Selandia Baru Serahkan Tahanan Afghan
Akibat Rumor Al Aqeda, AS Mata-Matai Masjid Kiwi
Keluarga Martir Jilbab Tuntut Hakim Jerman
Keluarga “Syahidah Jilbab” Lancarkan Gugatan kepada Hakim Jerman
Abu Sayyaf Dicurigai Sebagai Pelaku Peledakan Natal di Filipina
Penampakan Alien Seukuran Kaki Hinggapi Selandia Baru
Pemutaran Fahrenheit 9/11 di Selandia Baru Cemaskan AS

DPR Apresiasi Regenerasi Kepala Daker

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

DPR Apresiasi Regenerasi Kepala Daker

MADINAH, (MCH).- Tim Pengawas Haji 1432H/2011 dari DPR RI mengapresiasi adanya regenerasi pucuk pimpinan kepala daerah kerja di Madinah, Jeddah maupun Mekah. Regenerasi pimpinan daerah kerja ke yang lebih muda itu diharapkan dalam cepat tanggap dan menjadikan kinerja proses penyenggaraan ibadah haji menjadi semakin baik.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pengaws Haji Ahmad Zainuddin Bashiran saat membuka pertemuan dengan jajaran Panitia Penyenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerj Madinah di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Minggu (23/10).

“Mudah-mudahan dengan regenerasi dari biasanya eselon 3 ke esolon 4, penyenggaraan haji semakin baik,” kata Ahmad Zainuddin. Ahmad yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR membawa 15 anggota DPR dari total 18 anggota DPR yang direncanakan datang ke Arab Saudi sebagai tim pengawas gelombang I. Sebagian besar, tim pengawas DPR itu berasal dari Komisi VIII.

Selain Ahmad Zainuddin, anggota tim pengawas yang hadir itu adalah, , Muhammad Baghowi Haji Ghozali, Syafwatillah Muhammad Zaini Bahnan, Mahrus Munir Mawardi, Kasma Bouty Hasan, Humaedi Muhammad Solikhan, Muhammad Busro Suhud, M. Lutfhi Muhammad Nur. Ada pula Rumini Buchori Kastoebi, Ina Amania Syuhul, Amran Arfan Sarpang, Ali Maschan Moesa, Soemintarsih Muntoro Slamet, M. Malkan Amin (komisi V), M. Iqbal Chamsyah (komisi IX), Dhiana Anwar Djaelani Anwar (komisi IX).

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengatakan untuk tahun ini ada perubahan drastis dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu, dulu ada fungsi wakil kepala daerah kerja, untuk tahun ini ditiadakan. Selain itu, jika tahun sebelumnya, jabatan kepala daerah itu biasanya dipegang oleh pejabat eselon 3, saat ini diestafetkan ke eselon 4. (Suhirlan)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

DPR-PPIH Daker Madinah Bahas 6 Poin
Daker Makkah Siap Sambut Calhaj
Daker Akan Jalin Kerja Sama dengan Lantas Mekkah
Waspadai Kejahatan di Tanah Suci, Jamaah Diimbau Jangan Pergi Sendiri
34 Kasus Kehilangan di Madinah, Meningkat Dibanding 2010
Daker Mekkah Gandeng Kemanan Masjidil Haram Lindungi Jemaah Haji
Tim Pengawas Haji DPR Tiba di Jeddah
Daker Madinah Minta Bantuan Muassasah Adilla Terkait PO Abu Sarhad
Daker Mekkah Atur Jadwal Transportasi Pondokan-Haram
Dua Sektor akan di-BKO-kan ke Sektor Khusus

Jamu dan Beras di Jeriken Hambat Proses x-ray di Madinah

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

Jamu dan Beras di Jeriken Hambat Proses x-ray di Madinah

Madinah (MCH), Ada sejumlah penyebab mengapa rombongan calon jamaah haji tertahan lama di Bandara Madinah. Salah satunya adalah bawaan jamaah yang terbaca oleh x-ray. “Ada kebiasaan jamaah yang membawa barang yang dicurigai x-ray seperti obat, jamu. Kalau itu ditemukan di satu kopor, maka akan menghambat jamaah yang lain,” ungkap Kadaker Madinah Akhmad Jauhari di depan tim pengawas haji DPR, Minggu (23/10/2011), di kantor Daker Madinah.

Jauhari juga menuturkan ada jamaah yang membawa beras yang dimasukkan jeriken. “Itu menurut x-ray juga dianggap bermasalah,” kata pejabat eselon IV Kemenag itu.
Secara umum, proses kedatangan jamaah di bandara hingga berangkat ke pemondokan makan waktu 2 hingga 2,5 jam. Hanya ada 3 kloter yang lebih dari itu karena ada keterlamatan input data perwakilan Saudi di Indonesia ke sistem Imigrasi Saudi.

Jumlah jamaah gelombang I yang menetap di Madinah lebih dulu sebelum berhaji ke Makkah mencapai 256 kloter atau 159.548 orang. Mereka menetap di Markaziyah, maksimal 650 meter dari pelataran Masjid Nabawi. Sedang gelombang II sebanyak 246 kloter atau 94.932 orang akan mengalir ke Madinah dari Makkah usai puncak haji bulan depan lewat darat.

Dalam rapat tim pengawas haji DPR dengan pimpinan Daker Madinah, tim menyoroti masalah pengamanan, pemondokan, bimbingan ibadah, katering dan kesehatan. Sejumlah anggota tim yang terdiri dari 16 orang itu mempertanyakan sedikitnya jumlah petugas sektor keamanan.
Jumlah petugas keamanan dari Indonesia di musim haji tahun ini 53 orang, 21 orang di antaranya ada di Madinah. Sedangkan jamaah Indonesia sesuai kuota mencapai 221 ribu orang.

Hingga pukul 12.30 WAS atau 16.30 WIB, rapat dengan tim pengawas DPR masih berlangsung. (Nurul)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

13 Kloter Dijadwalkan Tiba di Jeddah dan Madinah
Calhaj yang Wafat di Madinah Menjadi 7 Orang
Madinah Mulai Diramaikan Jemaah Indonesia
Dua Jamaah di Madinah Kehilangan Uang di Hotel
Pengurus Haji di Madinah Puji Jamaah Indonesia Paling Tertib
Pada Puncaknya, 67.500 Jemaah Terkonsentrasi di Madinah
48 Ribu Jamaah Sudah Berada di Tanah Suci
249 Kloter Jamaah Tiba di Tanah Suci
Anggota DPD Nilai Kondisi Madinah Sesuai Harapan
Hari ini, Dijadwalkan 14 Kloter Jamaah Haji Indonesia Tiba di Saudi

436 Kipas Angin Semprot di Pelataran Masjid Nabawi

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

436 Kipas Angin Semprot di Pelataran Masjid Nabawi

Madinah (MCH), Masjid Nabawi didirikan Nabi Muhammad SAW sekitar tahun 622 setelah hijrah di Madinah. Kala itu masjid itu hanyalah masjid open air seluas 805 meter persegi berdinding batu bata dan batang pohon kurma.
Tapi sekarang, masjid itu telah menjelma menjadi tempat ibadah yang luasnya 100 kali lipat dari luas awal, menampung sejuta jamaah di musim haji dan penuh peranti moderen yang serba elektris dan mekanis. Salah satu teknologi maju di masjid kedua terbesar di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah itu adalah penggunaan sistem pendingin dan pelembab udara di pelataran masjid.

Pelataran masjid menjadi tempat ibadah yang sejuk dengan kanopi-payung nan indah plus kipas angin yang menghembuskan uap air. Semua fasilitas berteknologi itu membuat jamaah tetap nyaman dan sejuk berada di pelataran masjid di siang bolong yang menyengat sekalipun.

Khusus untuk kipas angin, terdapat 436 unit yang dipasang di 218 tiang yang berada di pelataran timur utara, barat dan selatan. Setiap tiang dipasang dua unit kipas angin. Kipas-kipas angin ini bukan kipas angin biasa. Alat ini dilengkapi dengan onderdil yang berfungsi untuk menyemprotkan titik-titik air. Dan ketika kipas-kipas ini diaktifkan, udara akan terasa sejuk, suasana terasa lembab tanpa ada tetesan dan bekas-bekas air.

Tabloid Al Nadwah menulis, air yang disemprotkan oleh kipas-kipas angin itu disalurkan dari dua stasiun di ruang parkir di bawah masjid. Stasiun itu memompa air setelah memisahkan dari material yang merugikan dan mensterilkannya dari bakteri dengan sistem disinfeksi gelombang UV.Semua perlengkapan yang terkait dengan sistem di atas, dibuat sedemikian rupa dengan sistem kontrol pilar/tiang yang tersembunyi. Tujuannya untuk menjaga bentuk arsitektur dan keindahan masjid.

Masjid Nabawi alias Masjid Nabi menjadi tujuan pertama jamaah haji Indonesia gelombang I, sebelum jamaah mengarah ke Makkah untuk berhaji. Sedang jamaah gelombang II mampir di Masjid Nabawi usai puncak haji November nanti. Tahun depan, pelataran masjid ini untuk kesekian kalinya akan diperlus. Sekitar 60 hotel di sekitarnya akan dirobohkan untuk proyek Raja Abdullah, sang Pelayan Dua Masjid Suci. (Nurul)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Saat Shalat Subuh, Jamaah RI Sesaki Masjid Nabawi
60 Hotel di Sekitar Masjid Nabawi akan Dibongkar
Perluasan Nabawi, Gusur Sejumlah Hotel
Jamaah Haji Dirampok WNI di Sekitar Masjid Nabawi
In Picture: Interior Masjid Nabawi
Menag Sesalkan Perampokan yang Menimpa Calhaj di Masjid Nabawi
Waspadai Aneka Modus Kejahatan di Masjidil Haram Masjid Nabawi
Masjid Nabawi, Masjid Sang Nabi
Perlukah Imam Cadangan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi?
Hukum Sholat di Masjid nabawi yang ada makam Rosululloh SAW

Deposit Box di Maktab Masih Sepi Peminat

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

Deposit Box di Maktab Masih Sepi Peminat

MAKKAH-(MCH) Para calon haji (calhaj) Indonesia belum memanfaatkan deposit box yang ada di maktab-maktab dengan maksimal. Setidaknya itu terlihat di Maktab 34. Tempat penitipan uang atau barang di maktab yang mengurus pemondokan dari 7 kloter tersebut hingga Sabtu (22/10) petang masih nihil. Kloter yang masuk maktab ini adalah kloter 12 embarkasi Medan, 6 Aceh, 11 Batam, 11 Balikpapan, 46 Jakarta, 47 Jakarta, dan 82 Surabaya.”Belum ada yang menitipkan. Padahal ini gratis dan keamanannya terjamin. Ada tanda terimanya,” ujar Ketua Maktab 34 Hamzah Ahmad Asyari.

Belum adanya calhaj yang menitipkan barang, bisa jadi kurang sosialisasi. Bisa juga menunggu waktu yang tepat. Sebab, saat ini calhaj setiap hari masih menginap di pemondokannya. Berbeda saat Arafah, Muzdalifah, dan Mina nanti. Para calhaj meninggalkan pondok beberapa hari untuk menjalankan rangkaian haji. Oleh karena itu, mengacu tahun-tahun sebelumnya, para calhaj menitipkan barangnya menjelang wuquf di Arafah.”Tanggal 8 Dzulhijjah. Satu rombongan kadang dijadikan 1 tas besar,” imbuh pria yang lancar berbahasa Indonesia itu.

Hamzah yang mengaku pamannya, Syeh Abbas Asyari, pada zaman dulu ikut berperang mengusir penjajah di Indonesia itu mengingatkan agar para calhaj tidak menitipkan barang-barang berharga atau uang kepada mukimin, orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, yang tidak jelas. “Lebih baik disimpan daripada dititipkan mukimin. Dulu pernah ada calhaj yang menitipkan uangnya ke mukimin, malah hilang, terus lapor polisi. Lebih baik mendekati (dititipkan) kepada syeh atau maktab. Syeh dan orang yang mengurus maktab, bukan orang sembarangan, karena semuanya ada datanya (resmi),” jelas pria yang telah mengurus calhaj Indonesia secara turun menurun sejak 250 tahun yang lalu itu.

Dia juga tidak menampik, kadang keengganan calhaj menyimpan barang berharganya di deposit box maktab, karena mendapat informasi yang kurang benar dari orang Indonesia sendiri.”Ditakut-takuti agar jangan disimpan di maktab. Mereka ingin menguasai, dikerjakan sendiri. Tapi, ini tanah lain, apalagi di Makkah. Pendatang kan istilahnya buta, harus cari orang yang ahli dan dapat dipercaya. Orang sini saja, bisa sakit kalau tidak amanah. Ini yang diurus tamu-tamu Allah,” terangnya.

Sebelumnya Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat beberapa kali meminta kepada para calhaj untuk tidak membawa uang banyak saat ke Masjidil Haram. Ini disampaikan Arsyad menyusul sejumlah aksi kejahatan yang menimpa calhaj Indonesia. Mulai dari penipuan hingga perampasan.”Simpan di deposit box. Di setiap maktab ada. Kalau ke Masjidil Haram jangan membawa banyak uang,” tegasnya. Paspor para calhaj juga disimpan di tempat khusus di maktab.

Sekadar diketahui, zaman dulu, para calhaj Indonesia ketika berhaji ikut para syeh. Sebagian mereka bahkan ada yang melanjutkan mengaji dan belajar beberapa waktu kepada syeh tersebut. Seiring berjalannya waktu dan banyaknya calhaj, pemerintah kerajaan Arab Saudi menunjuk muassasah untuk ikut melayani calhaj, termasuk Indonesia yang berkoordinasi dengan Muassasah Asia Tenggara. Orang-orang di muassasah ini kabarnya masih punya pertalian keturunan atau hubungan persaudaraan dengan orang-orang Indonesia. Beberapa pengurus muassasah masih menempelkan daerah di Indonesia di belakang nama mereka. Seperti Sedayu dan Banten. Muassasah ini yang juga mengkoordinasikan maktab yang mengurus pemondokan.

Sementara itu, hingga kemarin sore (23/10) waktu setempat, jumlah calhaj meninggal sebanyak 41 orang. Sebelumnya 34 meninggal dunia. Yahya HI. Abdurahman bin Abubakar, 71, dari Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang tergabung Kloter 9 Ujung Pandang meninggal 22 Oktober 2011 di Makkah. Kemudian calhaj khusus, Mohidin bin Abdul Kadir bin Kunyi Ahmad, 66, asal Balikpapan, Kalimantan Timur meninggal di Madinah 22 Oktober. Selanjutnya, S. Soepardi bin Ngali Kasbu, 67, asal Banyuwangi, Jawa Timur, dari kloter 17 Surabaya meninggal di Madinah pada 22 Oktober 2011, Muchlis bin Muhammad Yasin, 59, asal Palembang, Sumatera Selatan, dari kloter 6 Palembang meninggal di Madinah 22 Oktober, Hadjire Baso binti Baso, 69, kloter 5 Balikpapan dari Palu, Sulawesi Tengah, meninggal di Madinah 22 Oktober, Kiswanto Kiswo Subroto bin Wongso Semi, 60, asal Klaten, Jawa Tengah, dari kloter 64 embarkasi Solo meninggal di Makkah pada 23 Oktober, dan T. Musrizat Hanum TS binti T Muhammad T.,64, kloter 7 Medan asal Deli Serdang, Sumatera Utara, meninggal 23 Oktober. Sementara hingga pukul15.38 waktu setempat calhaj yang tiba di Arab Saudi sebanyak 150.135. Dari jumlah tersebut, setidaknya 116.096 sudah berada di Makkah. (zul)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Ingin Barang Berharga Aman? Manfaatkan Deposit Box di Maktab
Jemaah Bisa Manfaatkan Deposit Box di Maktab
Toko Indonesia pun Ada di Maktab 34
Calhaj Meninggal Terus Bertambah
Minimalisasi Calhaj Tersesat, Tambah 20 Temus
Calhaj Tiba di Saudi 119.055 Orang, Meninggal 27 Orang
25 Calhaj Meninggal Dunia di Tanah Suci
Calhaj Gelombang II Berihram dari Jeddah
Calhaj yang Wafat di Madinah Menjadi 7 Orang
6 Meninggal dan 8 Dirawat BPHI Makkah

DPR-PPIH Daker Madinah Bahas 6 Poin

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

DPR-PPIH Daker Madinah Bahas 6 Poin

Madinah(MCH)–Tim Pengawas DPR untuk Penyelenggaraan Haji 1432H/2010 dan jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah menyimpulkan sementara enam poin krusial untuk perbaikan pelaksanaan penyelenggaraan haji ke depan daerah Kerja Madinah. Enam poin itu menyangkut bimbingan ibadah jemaah, katering, kesehatan, kerjasama dengan majmuah, barang bawaan jemaah dan pengamanan.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pengawas DPR Ahmad Zainuddin seusai melakukan pertemuan dengan Kepala Daker Madinah Akhmad Jauhari dan jajarannya di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Minggu (23/10).

“Pertama, Daker Madinah pun harus memberikan rangkaian bimbingan manasik, selain bimbingan di Bir Ali dan arbain. Meskipun sudah ada petugas sektor yang menangani hal itu,” kata Ahmad Zainuddin.

Untuk poin kedua yakni masalah katering, kata Ahmad, hingga saat ini tidak ada masalah yang berarti bagi jemaah haji Indonesia di Madinah. Namun untuk mencegah terjadinya nasi basi, maka perlu adanya penambahan tenaga di tim pengawas katering.

“Kalau perlu, harus ada punishment, dan tidak hanya skor saja kareting yang lalai itu,” kata Ahmad.

Tim pengawas DPR pun, kata Ahmad, menyoroti tentang legalitas posko kesehatan di setiap sektor, maupun balai kesehatan Indonesia di Arab Saudi. Pasalnya, keberadaan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) itu justru legal di Madinah. Namun sebaliknya, BPHI di Mekah justru tidak legal.

“Ini harus diselesaikan tingkat tinggi antara pemerintah. Kita minta agar pemerintah mencarikan jalan keluarnya, karena keberadaan balai kesehatan justru sangat penting karena rumah sakit Arab saudi pun kurang cukup untuk melayani seluruh jemaah Indonesia yang sakit,” katanya.

Menurut Ahmad, substansi keempat yang tidak kalah pentingnya adalah kerja sama dengan majmuah. DPR masih menghargai sikap PPIH Madinah yang tegas dalam penempatan pemondokan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah. Keterlambatan majmuah dalam memberikan rencana pemondokan yakni baru tiga hari sebelum jemaah datang ke Arab Saudi pun, masih bisa ditolerir. “Namun PPIH perlu memberikan catatan merah terhadap majmuah yang membandel dan memberitahukan pemondokan bagi jemaah yakni tiga jam setelah jemaah jika mendarat di Arab Saudi,” katanya.

Dua poin krusial terakhir, ungkap Ahmad Zainuddin, adalah masalah barang bawaan jemaah dan pengamanan bagi jemaah. Untuk barang bawaan jemaah, sebaiknya dilakukan penyeragaman mengenai apa yang boleh dan tidak boleh di bawa dari tanah air ke tanah suci.

“Jangan sampai di imigrasi tanah air lolos, justru ketika di imigrasi Arab Saudi tidak boleh. Begitu juga dengan sektor pengamanan perlu ditambah dan perlu kerja sama dengan pengamanan Arab Saudi untuk kepentingan keamanan dan keselamatan jemaah haji kita,” kata Ahmad.

Ahmad yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR membawa 15 anggota DPR dari total 18 anggota DPR yang datang ke Arab Saudi sebagai tim pengawas gelombang I. Sebagian besar, tim pengawas DPR itu berasal dari Komisi VIII.
Selain Ahmad Zainuddin, anggota tim pengawas yang hadir itu adalah, , Muhammad Baghowi Haji Ghozali, Syafwatillah Muhammad Zaini Bahnan, Mahrus Munir Mawardi, Kasma Bouty Hasan, Humaedi Muhammad Solikhan, Muhammad Busro Suhud, M. Lutfhi Muhammad Nur. Ada pula Rumini Buchori Kastoebi, Ina Amania Syuhul, Amran Arfan Sarpang, Ali Maschan Moesa, Soemintarsih Muntoro Slamet, M. Malkan Amin (Komisi V), M. Iqbal Chamsyah (Komisi IX), Dhiana Anwar Djaelani Anwar (Komisi IX). Rombongan tim pengawas DPR gelombang II akan tiba di Arab Saudi mulai 29 Oktober 2011.(suhirlan)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Gunakan Madinah, Tempat Recovery Kesehatan Jemaah
Pada Puncaknya, 67.500 Jemaah Terkonsentrasi di Madinah
Kloter Pertama Tiba di Madinah
Dubes dan Konjen RI Jemput Jemah Haji di Jeddah dan Madinah
Delay Kedatangan Pesawat Bakal Repotkan PPIH
34 Kasus Kehilangan di Madinah, Meningkat Dibanding 2010
Seorang Jemaah Asal Solo Wafat di Madinah
Seorang Jemaah Asal Solo Wafat di Madinah
Terakhir 123.000 Jemaah Tinggalkan Madinah
PPIH Ajukan Klaim ke Naqabah Soal Koper yang Hilang

Toko Indonesia pun Ada di Maktab 34

Posted: 23 Oct 2011 03:02 PM PDT

Toko Indonesia pun Ada di Maktab 34

Mekkah (MCH)–Banyak toko di Arab Saudi yang “berbau” Indonesia. Ada yang jelas-jelas memakai tulisan Indonesia. Ada yang tidak bertuliskan Indonesia, tapi penjualnya berkomunikasi dengan bahasa Indonesia saat pembeli dari Indonesia datang. Di Jeddah misalnya, ada toko Ali Murah. Itu bukan milik orang Indonesia. Melainkan Bangladesh. Saat ke Jeddah beberapa hari lalu, INDOPOS bertemu dengan pemilik toko. Dia sangat mahir dengan bahasa Indonesia. Menyapa pun dengan bahasa Indonesia.

Bahkan di Balad, Jeddah, ada beberapa penjual yang tidak saja lancar berbahasa Indonesia, tapi juga piawai bahasa Jawa dan Madura. Di Balad, kata Murah digunakan nama di sejumlah toko.

Di Makkah, tepatnya di kawasan Jumaizah ada toko Indonesia. Toko ini berada di samping Maktab 34. Maktab ini mengurusi pemondokan yang dihuni oleh 7 kloter dari calhaj Indonesia.

Tim MCH belum sempat masuk ke dalam toko, jadi belum tahu, apakah penjualnya orang Indonesia atau bukan. Saat balik dari liputan di Maktab 34, toko tutup, karena bertepatan dengan Magrib. Terlepas siapa pemiliknya, yang jelas, toko itu untuk menarik orang Indonesia, termasuk calhaj untuk belanja. (m izzul mutho)

Sumber

Baca Juga Berita Lain Yang Berhubungan Dengan Berita Ini:

Ingin Barang Berharga Aman? Manfaatkan Deposit Box di Maktab
Pejuang Al-Shabaab Perintahkan Toko-Toko Gunakan Reklame Berbahasa Arab
Jemaah Bisa Manfaatkan Deposit Box di Maktab
Belum Sempat Tukar Riyal? Tenang…Di Jeddah Beli Riyal Pakai Rupiah Lebih Murah
Ikhwan Lakukan Pemilu Publik Pertama untuk Pilih Anggota Maktab Al-Irsyad
Muslimah Inggris Tuntut Penutupan Toko Anggur
Memoar Bush Ditempatkan Di Bagian Rak ‘Kejahatan’ Di Toko Buku
Kebakaran Toko Makanan Halal Picu Penyelidikan
Inilah Nama-Nama Baru Pengisi Kursi Maktab Irshad Jemaat Ikhwan
35 Toko, 5 Rumah Musnah di Bandipora, Kashmir

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲