Koran Muslim

| Minggu, 28 Februari 2016

Koran Muslim


Oposisi: Assad Melanggar Gencatan Senjata

Posted: 28 Feb 2016 06:43 AM PST

BEIRUT – Para komandan dari berbagai kelompok oposisi mengatakan pada hari Sabtu bahwa penembakan oleh pemerintah terus terjadi di banyak wilayah Suriah dalam apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran atas perjanjian gencatan senjata.

Perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam di bawah rencana AS-Rusia yang mana PBB bilang sebagai harapan terbaik bagi perdamaian dalam konflik lima tahun tersebut.

Fares Bayoush, kepala kelompok Fursan Al-Haqq yang berjuang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan kepada Reuters bahwa pelanggaran yang terus terjadi dapat menyebabkan gagalnya perjanjian.

…bersambung.

(Saudi Gazette)

Tidak Adanya Wisatawan Asal Teluk Dapat Merugikan Industri Pariwisata Libanon

Posted: 28 Feb 2016 06:34 AM PST

JEDDAH: Nampaknya bahwa resesi yang dialami oleh Libanon selama dua dekade terakhir akan muncul lagi disaat negara-negara Teluk memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Libanon.

Menteri Pariwisata Libanon Michel Pharaon mengakui bahwa tidak adanya wisatawan asal negara-negara Teluk dan Arab saudi akan memiliki efek negatif pada pariwisata Libanon. Ia mengatakan ia berharap bahwa krisis dalam hubungan Arab Saudi-Libanon akan segera berlalu, dan bahwa wisatawan Arab Saudi dan negara-negara Teluk akan kembali ke Libanon pada musim panas mendatang.

Dia memuji pendirian Arab Saudi terhadap Libanon dan dukungannya bagi masyarakat Libanon selama beberapa tahun terakhir dan hubungan mendalam antara kedua negara tersebut.

Menurut statistik dari Kementerian Pariwisata Libanon, warga negara Arab Saudi merupakan 80 persen dari wisatawan Teluk pada 2014, sementara pada tahun 2011, 73.000 wisatawan Arab Saudi mengunjungi negara itu meskipun ada fenomena “Kemunduran Arab” (Barat menyebutnya Musim Semi Arab).

Wisatawan asal negara-negara Teluk memberi kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Libanon. Kekhawatiran diungkapkan sejak peringatan baru-baru ini oleh beberapa negara Teluk dan Arab Saudi yang meminta warga negaranya untuk tidak mengunjungi Libanon.

Warga negara Arab Saudi terus mengunjungi Libanon setelah Perjanjian Taif yang mengakhiri Perang Saudara Libanon. Pemerintah Arab Saudi meperantarai perjanjian tersebut dan memulai proses rekonsiliasi politik di dalam negeri tersebut dan rekonstruksinya dengan dukungan Arab Saudi.

(Arab News)

‘Guntur Utara’ Meningkatkan Kesatuan

Posted: 28 Feb 2016 05:32 AM PST

RIYADH: Latihan militer “Guntur Utara” ditujukan untuk mengamankan stabilitas dunia Islam dan Arab yang dipimpin Arab Saudi.

Latihan tersebut, yang secara resmi diluncurkan di Hafr Al-Batin di Provinsi Timur, pada Sabtu, adalah pesan untuk mereka yang menciptakan masalah.

Para ahli telah dikutip di media lokal, mengatakan bahwa latihan militer bersifat pertahanan.

Dua puluh negara Arab dan Muslim dan Perisai Jazirah yang dibentuk GCC berpartisipasi dalam latihan tersebut.

20 negara yang berpartisipasi adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Senegal, Sudan, Kuwait, Maladewa, Maroko, Pakistan, Chad, Turki, Tunisia, Komoro, Djibouti, Oman, Qatar, Malaysia, Mesir dan Mauritania.

Menurut para sumber, sekitar 150.000 tentara, 2.540 pesawat tempur, 20.000 tank dan 460 helikopter ikut serta dalam latihan militer terbesar dalam sejarah wilayah ini.

Seorang juru bicara untuk pasukan koalisi Arab, Ahmad Assiri, mengatakan bahwa tujuan dari latihan ini adalah untuk mencapai tingkat tertinggi kesiapan, pertukaran keahlian dan meningkatkan koordinasi antara negara-negara yang berpartisipasi.

Hafr Al-Batin berada di Provinsi Timur, yang terletak 430 km sebelah utara Riyadh dan 94,2 km dari perbatasan Kuwait.

(Arab News)

Arab Saudi Memperluas Sanksi Terhadap Organisasi Teroris Syi’ah Hizbullah

Posted: 27 Feb 2016 09:43 PM PST

RIYADH: Arab Saudi pada Jum’at memberlakukan sanksi terhadap tiga orang dan empat perusahaan yang terkait dengan organisasi teroris Hizbullah.

Arab Saudi telah membekukan aset-aset mereka dan melarang berurusan dengan tiga warga negara Libanon dan empat perusahaan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebutkan nama-nama orang tersebut adalah Fadi Hussein Sarhan, Adel Moham-med Sheri dan Ali Hussein Ze’ater.

Kementerian mempublikasikan nama empat perusahaan tersebut adalah Vatech Sarl, Le-Hua Electronics Field Co. Ltd., Aero Skyone Co. Ltd. dan Labico Sal Offshore.

“Arab Saudi akan terus memerangi kegiatan teroris yang disebut dengan Hizbullah tersebut dengan segala cara,” kata Kementerian sambil menambahkan bahwa Arab Saudi akan terus bekerja dengan sekutu-sekutunya di seluruh dunia untuk memperjelas bahwa kegiatan ekstrimis dan militan Hizbullah tidak akan ditoleransi oleh bangsa atau organisasi internasional apapun.

Pernyataan Kementerian yang disampaikan oleh SPA tersebut mengatakan bahwa selama Hizbullah terus melakukan kegiatannya untuk menyebarkan kekacauan, ketidakstabilan, aksi teror dan melakukan tindakan kriminal, Arab Saudi akan terus menandai mata-mata, pemimpin dan orang-orang Hizbullah yang terkait dengan kelompok tersebut sebagai organisasi teror dan memberlakukan sanksi pada mereka.

Kementerian menyarankan warga negara dan penduduk untuk tidak berurusan dengan Hizbullah dan individu dan perusahaan yang disebutkan di atas.

“Pihak-pihak yang berwenang akan menerapkan Peraturan dan Hukum Kejahatan dan Pendanaan Terorisme yang terkait terhadap siapapun yang ditemukan berurusan dengan individu dan organisasi yang disebutkan di atas,” Kementerian memperingatkan.

Kementerian juga mengatakan bahwa mereka yang diberi sanksi ditandai sesuai dengan Hukum Arab Saudi tentang Kejahatan dan Pendanaan Terorisme serta Keputusan Kerajaan No. A/44, yang menargetkan teroris dan para pendukungnya dan siapapun yang bekerja dengan mereka atau atas nama mereka.

Semua aset dari organisasi yang ditandai ini akan dibekukan, dan warga negara atau ekspatriat di Arab Saudi dilarang terlibat dalam transaksi apapun dengan mereka, tambah pernyataan Kementerian.

Departemen Keuangan Amerika Serikat pada tahun lalu telah menjatuhkan sanksi terhadap Sarhan yang tinggal di Beirut dan perusahaannya Vatech Sarl, bersama dengan Sheri, dari Shenzhen, China, dan perusahaannya Le-Hua Electronic Field Co.

Disampaikan bahwa mereka bertanggung jawab “untuk menyediakan dukungan material untuk meningkatkan kemampuan teroris dan militer kelompok tersebut.”

Sarhan membeli kendaraan udara tak berawak, sementara Sheri memfasilitasi upaya Hizbullah untuk memperoleh peralatan elektronik “untuk dikirimkan ke Yaman untuk digunakan dalam alat peledak yang dibuat seadanya oleh Hutsi,” kata Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Pada Selasa, Riyadh mendesak warga negara Arab Saudi untuk tidak bepergian ke Lebanon “untuk keselamatan mereka,” setelah Kerajaan menghentikan program 3 milyar dollar AS yang mendanai perlengkapan militer Prancis ke Beirut dan 1 miliar dollar AS untuk keamanan dalam negeri Libanon.

Riyadh memotong bantuan tersebut sebagai tanggapan atas posisi bermusuhan yang diambil Lebanon atas perintah Hizbullah.

(Arab News)

Mufti Agung Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, Memuji Kampanye Pasukan Keamanan Arab Saudi Melawan Narkoba

Posted: 27 Feb 2016 08:21 PM PST

RIYADH: Mufti Agung Abdul Aziz Alu Syaikh telah memuji prestasi pasukan keamanan Arab Saudi dalam kampanye melawan narkoba dan menekankan efek merugikan dari zat-zat terlarang tersebut di masyarakat.

“Pasukan keamanan telah menyita sejumlah besar obat-obatan terlarang dalam empat bulan terakhir,” katanya dalam sebuah ceramah terbaru di Riyadh.

Jumlah narkoba yang disita di Arab Saudi belakangan ini setara dengan dua-pertiga jumlah total yang disita di seluruh dunia.

Narkoba mengotori agama dan pikiran orang dan mengancam keberlangsungan negara, katanya.

Negeri Islam memerangi secara militer, intelektual dan moral terhadap ancaman narkoba dan alkohol, katanya.

Tentang mereka yang bersalah atas pelanggaran yang berkaitan dengan narkoba, ia berkata: “Partisipasi Anda dalam menyebarluaskan narkoba adalah bukti kerusakan dan kelemahan iman Anda. Ini adalah fenomena berbahaya yang masuk dalam kategori mentargetkan agama kita dan moral dan nilai-nilai kita. ”

Brigjen Ahmad Al-Zahrani, kepala Dirjen Badan Anti-Narkotika Arab Saudi, mengatakan bahwa tujuan dari pembuat dan penyelundup narkoba tidak hanya uang tetapi juga untuk menghancurkan anak bangsa.

Dia membuat pernyataan tersebut saat peluncuran proyek nasional pencegahan penyalahgunaan narkoba di Riyadh.

“Dengan kerja sama negara Arab dan negara sahabat lainnya, kami telah menangkap dalam jumlah besar penyelundup-penyelundup narkoba yang bergerak di seluruh dunia untuk mengirimkan zat-zat ilegal,” katanya.

Dia mengatakan bahwa narkoba yang diselundupkan ke dalam Kerajaan Arab Saudi diproduksi di pabrik-pabrik rahasia dan Badan Anti Narkoba Arab Saudi mengetahui lokasi mereka.

(Arab News)

Serangan Udara Pimpinan Arab Saudi di Yaman Menewaskan Lebih dari 30 Hutsi

Posted: 27 Feb 2016 08:02 PM PST

Serangan udara yang dipimpin Arab Saudi yang menargetkan milisi Hutsi telah menewaskan sedikitnya 30 orang di sebuah distrik di luar ibukota Yaman, Sanaa.

Serangan pada hari Sabtu tersebut menghantam sebuah daerah pasar populer di distrik Nihm.

Aliansi yang dipimpin Arab Saudi memerangi Hutsi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh dalam upaya untuk memulihkan pemerintah Presiden Abd-Rabbuh Mansur Hadi yang diakui secara internasional.

PBB mengatakan hampir 6.000 orang telah tewas dalam pertempuran, yang dimulai setelah Hutsi merangsek maju di kota pelabuhan di selatan, Aden, dimana Hadi berbasis. Ratusan ribu orang telah mengungsi.

(Al Arabiya)

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲