Koran Muslim |
- Ikhwanul Muslimin Yordania Memutuskan Hubungan dengan Kelompok Induk Mesirnya
- Muncul Pertanyaan Saat WFP Mengatakan Mereka Pemilik Pengiriman yang Disita di Yaman
- PBB Tertangkap Basah Mencoba Menyelundupkan Peralatan Militer di Yaman
| Ikhwanul Muslimin Yordania Memutuskan Hubungan dengan Kelompok Induk Mesirnya Posted: 19 Feb 2016 07:41 AM PST Ikhwanul Muslimin Yordania telah mengubah anggaran rumah tangganya, mengakhiri afiliasi kelompok tersebut dengan kelompok induknya di Kairo. Krisis Ikhwanul Muslimin di Yordania dimulai ketika sekelompok reformis yang dipimpin oleh Abdul Majid Thneibat mendaftarkan ulang gerakan tersebut sebagai perkumpulan Yordania, memutuskan afiliasinya dengan kelompok induknya di Mesir. Lebih dari 400 anggota dan pemimpin mengundurkan diri dari gerakan aslinya pada akhir tahun lalu, beberapa bergabung dengan sejumlah kelompok sempalan -Perkumpulan Ikhwanul Muslimin yang didaftarkan Thneibat, Inisiatif Zamzam, dan komite “Kemitraan and Penyelamatan”. (Al Arabiya) |
| Muncul Pertanyaan Saat WFP Mengatakan Mereka Pemilik Pengiriman yang Disita di Yaman Posted: 19 Feb 2016 12:23 AM PST
RIYADH: Program Pangan Dunia (WFP) pada Selasa mengatakan peralatan komunikasi yang telah dihentikan oleh pasukan koalisi untuk memasuki Yaman di salah satu kapal yang disewanya adalah benar milik PBB. Organisasi kemanusiaan PBB tersebut mengatakan Mainport Cedar, yang dialihkan perjalanannya ke pelabuhan Jazan, Arab Saudi, pada 11 Februari, sedang membawa muatan pasokan bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaidah yang dikuasai Hutsi. Tapi pernyataan WFP hanya menimbulkan pertanyaan. Brigjen Ahmad Assiri, juru bicara koalisi, mengatakan bahwa peralatan komunikasi yang ditemukan di kapal selama pemeriksaan tersebut sama dengan peralatan komunikasi yang digunakan oleh Hutsi. Selain itu, peralatan itu tidak dilaporkan oleh WFP. “Ini membantu milisi (Hutsi) dalam pertempuran mereka. Mengapa mereka (WFP) tidak melaporkannya?” Kata Assiri melalui telepon. Kapal tersebut membawa kontainer bermuatan pasokan medis dari Belanda dan dua kontainer makanan dari Iran, dan memulai perjalanannya dari pelabuhan Bandar Abbas di Iran, kata Assiri. Arab Saudi memimpin koalisi Arab dalam perang melawan Hutsi dan pasukan tentara yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh pada Maret lalu dalam upaya untuk memulihkan kekuasaan Presiden Abd-Rabbuh Mansur Hadi. Koalisi telah memberlakukan blokade laut untuk mencegah persenjataan masuk. Peralatan-peralatan termasuk komputer, parabola, panel surya, sistem enkripsi, perangkat komunikasi individu dan bahan lainnya sering digunakan untuk tujuan militer dan ditemukan oleh pasukan koalisi di pangkalan Hutsi di perbatasan Arab Saudi, kata Assiri. Pasukan koalisi, yang telah memberlakukan blokade di pelabuhan Yaman sebagai bagian dari kampanyenya, telah menuding Iran memasok persenjataan Hutsi. Namun, Iran membantah keterlibatannya dalam konflik tersebut. Pada bulan September, koalisi mengatakan mereka telah menangkap satu perahu nelayan Iran yang membawa 18 peluru Concourse anti-lapis-baja, 54 peluru anti-tank, perlengkapan baterai peluru, sistem pemandu tembakan, peluncur dan baterai untuk teropong yang ditujukan untuk Hutsi. Dilihat dari kejadian tersebut, Assiri mengatakan koalisi telah meminta WFP untuk ‘meninjau prosedur Anda, meninjau orang-orang Anda’ untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi. Abir Etefa, juru bicara senior untuk WFP, menegaskan bahwa badan tersebut telah menerima permintaan dari koalisi. “WFP telah diminta oleh pasukan koalisi untuk mengirim ulang dokumen mengenai peralatan IT kemanusiaan,” katanya dalam sebuah e-mail. Hampir 6.000 orang telah tewas di Yaman sejak pasukan koalisi melakukan intervensi pada Maret tahun lalu untuk menghentikan pasukan Hutsi dan Saleh dari menggulingkan pemerintahan Hadi yang diakui PBB. (Arab News) |
| PBB Tertangkap Basah Mencoba Menyelundupkan Peralatan Militer di Yaman Posted: 18 Feb 2016 08:31 PM PST Brigjen Assiri: Penduduk Yaman membutuhkan makanan bukan mesin sandi. Pasukan Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Yaman menangkap, pada 16 Februari, sebuah kapal PBB yang mengirim mesin sandi. Peralatan tersebut disembunyikan di dalam struktur kapal disamping bahan makanan dan perlengkapan medis. Seorang wanita juru bicara PBB mengklaim bahwa barang yang disita tersebut adalah milik awak kapal. Akan tetapi, beberapa menganggap klaim itu sebagai upaya untuk menolak tanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Abir Etefa, wanita Juru bicara Timur Tengah Program Pangan Dunia PBB (WFP,, UN World Food Programme), mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa kapal yang disewa oleh WFP itu telah berlayar dari Djibouti ke pelabuhan Hudaydah membawa dukungan bantuan kemanusiaan. PBB menghubungi pasukan koalisi, setelah kapal tersebut diblokir dari perjalanannya, untuk mengidentifikasi alasan di balik penahanan. Perjalanan kapal itu kemudian diubah ke pelabuhan Jizan. Etefa menegaskan bahwa PBB bersikukuh atas kesadaran penuhnya atas adanya perangkat komunikasi yang adalah milik tim misi PBB di atas kapal di Yaman. Dia menjelaskan bahwa peralatan itu telah disahkan untuk digunakan WFP oleh PBB. Peralatan komunikasi yang ditemukan di kapal dikhususkan untuk menghubungkan organisasi-organisasi bantuan PBB yang bekerja di Yaman, Etefa menjelaskan. Pasukan koalisi di Jizan mewajibkan kantor PBB untuk memberikan dokumen terkait perangkat komunikasi yang dioperasikan misi bantuan di Yaman. Juru bicara wanita WFP Etefa menunjukkan bahwa ada tanda-tanda bahwa kapal berlayar dari Jizan ke pelabuhan Hudaydah. Misi PBB bekerja melalui sejumlah pelabuhan di Yaman, dan pelabuhan Hudaydah yang dikuasai pemberontak Hutsi adalah salah satunya, Etefa menegaskan. Pelabuhan tersebut dianggap sebagai yang terbesar di negeri ini, karena pelabuhan itu melayani sejumlah besar daerah di Yaman. Brigjen Ahmad Al-Assiri, Penasihat Militer Menteri Pertahanan Arab Saudi, mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa tindakan dan perilaku yang menyesatkan dari afiliasi-afiliasi yang mentransfer bantuan medis dan makanan terpantul secara negatif ke WFP. “Penduduk di Yaman tidak membutuhkan komunikasi (…) mereka membutuhkan dukungan dan bantuan medis”, tambah Brigjen Assiri. (Asharq Al-Awsat) |
| You are subscribed to email updates from Koran Muslim. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |




0 komentar:
Posting Komentar