Koran Muslim |
- Puluhan Milisi Hutsi Tewas di Yaman
- Dokter Tanpa Batas: Serangan Udara di Rumah Sakit Suriah Membunuh Sedikitnya 7 Orang
- Iran Menawarkan Assad Bantuan Pertahanan Udara
- Bahrain Menghadapi Ancaman dari Iran, ISIS dan Al-Qaidah
- 12.000 Warga Negara Suriah Akan Melakukan Haji Pada Tahun 1437 Hijriah Ini
- Pasukan dari 20 Negara Bersiap untuk Latihan Militer Terbesar di Arab Saudi
| Puluhan Milisi Hutsi Tewas di Yaman Posted: 15 Feb 2016 08:45 AM PST ![]() Tentara pro-pemerintah berdiri di kamp militer strategis Fardhat Nahm, sekitar 60 km (40 mil) dari ibukota Yaman Sanaa, 11 Februari 2016 (Berkas foto: Reuters) Serangan udara pimpinan Saudi dan bentrokan terkini telah menewaskan sedikitnya 59 militan Hutsi, termasuk pemimpin terkemukanya, dan puluhan lainnya luka-luka, Al Arabiya News melaporkan pada hari Senin. Bentrokan terjadi di barat daya gubernuran Taiz, dimana koalisi menargetkan daerah yang dikuasai Hutsi, menurut sumber-sumber Pasukan Perlawanan Populer (PRF). Yahya Zafran, seorang pemimpin Hutsi, ada di antara 29 milisi yang dilaporkan tewas. Sumber mengatakan enam Hutsi milisi tewas dalam bentrokan di provinsi Marib, dan depot senjata Houthi dihancurkan oleh serangan udara koalisi. Juga dilaporkan oleh sumber bahwa 10 milisi Hutsi telah tewas, termasuk pemimpin mereka, Yahya al-Mutawakkil Taha, dalam bentrokan dengan tentara nasional dan PRF di timur Sana’a. Di pusat provinsi Ibb, sumber mengatakan PRF melakukan serangan kejutan ke milisi Hutsi, menewaskan lima orang. Di provinsi Al-Bayda, PRF menyerang posisi Hutsi, menewaskan lima milisi dan melukai yang lainnya. Di bagian barat gubernuran Al-Hudayda, pemimpin Hutdi Abdulwahab al-Hutsi dilaporkan tewas oleh PRF. (Al Arabiya News) |
| Dokter Tanpa Batas: Serangan Udara di Rumah Sakit Suriah Membunuh Sedikitnya 7 Orang Posted: 15 Feb 2016 07:51 AM PST ![]() Masyarakat berkumpul di sekitar puing-puing sebuah rumah sakit yang didukung oleh Dokter Tanpa Batas (MSF) di dekat Maaret al-Numan, di provinsi Idlib di utara Suriah (AFP) BEIRUT: Serangan udara pada Senin menghancurkan sebuah rumah sakit di barat laut Suriah yang didukung oleh Dokter Tanpa Batas (MSF), menewaskan sedikitnya tujuh orang dan delapan orang lainnya hilang, kata kelompok itu. Pengamat Suriah untuk Hak Asasi Manusia, satu pemantau yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan itu diyakini dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia. Dikatakan sembilan orang, termasuk seorang anak, telah tewas. “Sebuah bangunan yang ditempati oleh sebuah rumah sakit yang didukung oleh MSF telah dihancurkan pada hari Senin oleh pesawat, diperkirakan Rusia,” dekat Maaret Al-Numan di provinsi utara Idlib, kata Pengamat. Serangan itu juga membuat puluhan terluka, tambah Pemantau, yang mengandalkan pada jaringan sumber di lapangan. MSF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah rumah sakit yang didukung oleh kelompok bantuan di provinsi Idlib telah “dihancurkan oleh serangan udara” pada hari Senin. Tidak dikatakan siapa yang diyakini berada di balik serangan tersebut. Empat roket menghantam rumah sakit yang memiliki fasilitas 30 tempat tidur, 54 staf, dua ruang operasi, satu departemen rawat jalan dan satu ruang gawat darurat tersebut, kata kelompok itu. “Ini tampaknya serangan yang disengaja pada bangunan kesehatan, dan kami mengutuk serangan ini dalam istilah yang paling kuat,” kata Massimiliano Rebaudengo, kepala misi MSF Suriah. “Penghancuran rumah sakit membuat penduduk lokal yang berjumlah sekitar 40.000 orang tidak memiliki akses ke layanan medis di zona aktif konflik,” kata Rebaudengo. Organisasi tersebut mendukung sekitar 150 rumah sakit di Suriah. Pesawat-pesawat tempur Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah sejak 30 September untuk mendukung pasukan Presiden Bashar Assad. Pengamat mengatakan bisa dipastikan apakah serangan dilakukan oleh pesawat udara Suriah, Rusia atau koalisi pimpinan Amerika Serikat berdasarkan atas lokasi serangan, pola penerbangan dan jenis pesawat yang terlibat. (Arab News) |
| Iran Menawarkan Assad Bantuan Pertahanan Udara Posted: 15 Feb 2016 06:05 AM PST ![]() Seorang pria sedang melihat rudal-rudal buatan Iran di Museum Pertahanan Suci di Teheran di berkas foto tanggal 23 September 2015 ini. (Reuters) TEHERAN: Kepala pertahanan udara Iran mengatakan pada Ahad negaranya siap untuk membantu mempertahankan wilayah udara Suriah. Kantor berita semi-resmi, Tasnim, mengutip Jenderal Farzad Esmaili yang mengatakan “Kami akan membantu Suriah secara penuh jika pemerintah Suriah meminta bantuan.” Dia mengatakan setiap bantuan tersebut akan diberikan dalam kapasitas sebagai “penasihat”. Ini pertama kalinya Iran menawarkan membantu pertahanan udara Suriah. Pernyataan Esmaili datang setelah Turki dan Arab Saudi -pendukung utama pihak pemberontak yang berjuang untuk menggulingkan tiran Suriah- mengatakan bahwa mereka terbuka untuk mengirimkan pasukan darat ke Suriah untuk melawan ISIS. |
| Bahrain Menghadapi Ancaman dari Iran, ISIS dan Al-Qaidah Posted: 15 Feb 2016 05:45 AM PST MANAMA: Bahrain secara perlahan kembali ke stabilitas lima tahun setelah pemberontakan 2011 dipadamkan, tapi masih menghadapi ancaman keamanan dari elemen-elemen yang didukung Iran dan militan yang terkait dengan ISIS, menurut Brigadir Jenderal Tariq Al-Hassan, kepala polisi Kerajaan Bahrain. Berbicara menjelang peringatan tahun kelima awal terjadinya protes, ia juga menolak tuduhan dari kelompok-kelompok HAM mengenai penyiksaan oleh pasukan keamanan sebagai “rekaman yang rusak,” mengatakan bahwa Bahrain telah membentuk sejumlah mekanisme pemantauan untuk memastikan transparansi kepolisian. Al-Hassan menepis tuduhan mengenai tindakan keras terhadap oposisi, mengatakan bahwa protes-protes tersebut telah dibajak oleh “ekstremis” yang yang diarahkan oleh Syia’h Iran. “Bahrain telah menghadapi serangan-serangan teroris … aksi kerusuhan dan serangan-serangan dalam lima tahun terakhir. Saat ini, keamanan lebih baik dan terkendali,” katanya. “Tapi stabilitas ini harus dipelihara karena kita sedang menghadapi serangan dari luar negeri, khususnya dari Iran seperti kita telah perlihatkan lebih dari sekali.” Al-Hassan mengatakan Bahrain juga menghadapi ancaman dari militan ISIS dan Al-Qaidah. Saudara dari pengkhutbah ISIS terkemuka, Turki Mubarak Al-Bin’ali, ada diantara 24 orang yang diadili di Bahrain karena berusaha mendirikan cabang ISIS. Al-Hassan dengan tegas membantah tuduhan bahwa pasukan keamanan menggunakan penyiksaan. “Sayangnya, isu hak asasi manusia (HAM) telah disalahgunakan oleh sejumlah organisasi dan sejumlah negara, dan hanya baru saja mereka mengakui apa yang telah dicapai oleh Bahrain di bidang ini,” kata Hassan. “Rekaman rusak tentang penyiksaan di penjara ini, saya tidak tahu tentang apa pembicaraan ini.” Dia mengatakan Bahrain telah mengadakan sejumlah pengawas untuk memantau pekerjaan polisi untuk memastikan transparansi, menunjuk seorang ombudsman untuk menyelidiki keluhan penyalahgunaan dan bekerja dengan pihak berwenang penjara di Inggris dan Irlandia untuk meningkatkan layanan penjara. “Saya melihat bahwa tingkat transparansi yang ada saat ini, sayangnya, diabaikan oleh mereka yang menjadi bagian dari badan hak asasi manusia (HAM), atau sebagian dari mereka,” katanya. (Arab News) |
| 12.000 Warga Negara Suriah Akan Melakukan Haji Pada Tahun 1437 Hijriah Ini Posted: 15 Feb 2016 12:08 AM PST MAKKAH – Sekitar 12.000 jama’ah Haji asal Suriah diperkirakan akan melakukan haji tahun ini (1437 Hijriah), menurut Muhammad Yahya Maktabi, kepala kantor urusan jama’ah haji Suriah. Maktabi membuat pernyataan ini setelah mengadakan pertemuan dengan Abbas bin Abdul Ghani Qattan, kepala instansi Tawafa jama’ah haji Arab. Tahun lalu, sebesar jumlah yang sama dari Suriah melakukan haji. Mereka datang dari Suriah, Libanon, Yordania, Turki dan Mesir dan tempat-tempat pengungsian lainnya. Maktabi mengatakan para jama’ah haji asal Suriah akan secara ketat dituntut berkomitmen untuk menghormati dan mematuhi peraturan dan regulasi haji. Dia memuji layanan sempurna yang disediakan untuk semua jama’ah haji oleh pemerintah Penjaga Dua Masjid Suci yang memungkinkan para jama’ah haji melakukan ritual-ritual mereka dengan damai, mudah dan nyaman. Qattan mengatakan, pertemuan itu juga membahas tentang layanan yang akan diberikan kepada jama’ah haji Suriah, termasuk penerimaan, akomodasi, transportasi, makanan dan keberangkatan. (Saudi Gazette) |
| Pasukan dari 20 Negara Bersiap untuk Latihan Militer Terbesar di Arab Saudi Posted: 14 Feb 2016 08:04 PM PST RIYADH – Para pasukan telah mulai berdatangan untuk manuver militer terbesar dan terpenting dalam sejarah kawasan yang disebut “Ra’ad Al-Shamal” (Guntur Utara). Latihan militer tersebut akan dilakukan di Kota Militer Raja Khalid di Hafr Al-Batin, sebelah utara Kerajaan Arab Saudi. Sejumlah 20 negara Arab, Islam dan sahabat, di samping Pasukan Perisai Jazirah, ikut ambil bagian dalam latihan tersebut. Negara-negara tersebut adalah: Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Senegal, Sudan, Kuwait, Maladewa, Maroko, Pakistan, Chad, Tunisia, Komoro, Djibouti, Oman, Qatar, Malaysia, Mesir, Mauritania, Mauritius, di samping Pasukan Perisai Jazirah. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur, meningkatkan koordinasi antara negara-negara yang berpartisipasi dalam latihan dan memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman, seperti dikutip dari perkataan Brigadir Jenderal Ahmad Al-Asiri, penasehat di kantor Kementerian Pertahanan Arab Saudi, pada pekan lalu. (Saudi Gazette) |
| You are subscribed to email updates from KoranMuslim.com. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |







0 komentar:
Posting Komentar