Koran Muslim

| Kamis, 18 Februari 2016

Koran Muslim


UNHCR Memuji Arab Saudi Atas Dukungannya Terhadap Pengungsi Suriah

Posted: 18 Feb 2016 05:00 AM PST

BANTUAN VITAL: Seorang pengungsi Suriah menerima obat dari apotek yang dijalankan oleh Kampanye Nasional Arab Saudi untuk Bantuan Pengungsi Suriah, di Yordania (SPA)

BANTUAN VITAL: Seorang pengungsi Suriah menerima obat dari apotek yang dijalankan oleh Kampanye Nasional Arab Saudi untuk Bantuan Pengungsi Suriah, di Yordania (SPA)

RIYADH: Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), yang juga dikenal sebagai Badan Pengungsi PBB, memuji Kerajaan Arab saudi karena merawat dan mendukung pengungsi Suriah yang tinggal di Yordania dan Lebanon.

Paul Stromberg, wakil utusan UNHCR di Yordania, menyatakan terima kasihnya yang tulus kepada Kampanye Nasional Arab Saudi untuk Pengungsi Suriah dan menghargai Kerajaan Arab Saudi atas upaya komprehensifnya untuk memberikan barang-barang yang diperlukan seperti makanan, obat-obatan dan pakaian musim dingin kepada pengungsi Suriah.

“UNHCR menghargai bantuan besar ini yang telah disediakan oleh kampanye Arab Saudi melalui berbagai programnya untuk meningkatkan kondisi kehidupan para pengungsi,” katanya.

Stromberg membuat pernyataan tersebut pada hari Senin selama interaksi dengan delegasi media Arab Saudi di Amman, kata seorang pejabat Kampanye Nasional Arab Saudi pada hari Rabu.

Selain memuji Kampanye Nasional Arab Saudi karena telah membantu warga Suriah yang menderita yang menjadi pengungsi di Yordania dan Lebanon, pejabat senior PBB tersebut juga menujukan pujian untuk kamp pengungsi Al-Zaatari di utara Yordania, secara khusus, atas layanan penting yang Arab Saudi telah berikan ke kamp pengungsian.

Secara khusus, Kerajaan Arab Saudi telah mendirikan 13 klinik khusus, 1 unit psikiatrik, laboratorium, 1 jawatan sinar X dan 1 apotek di kamp Al-Zaatari untuk menyediakan bantuan medis.

Selain menawarkan pengobatan untuk keadaan darurat medis dan untuk penyakit menular dan tidak menular di klinik ini, para dokter juga telah menangani sejumlah pasien kejiwaan yang terkena dampak buruk dari kondisi yang menyebabkan mereka untuk menjadi pengungsi.

Selain itu, Kampanye Nasional Arab Saudi juga meningkatkan kampanye dukungannya disaat hawa dingin melanda Timur Tengah pada musim dingin ini, dan menyediakan pakaian hangat dan perlengkapan pemanas untuk memberikan para pengungsi di daerah-daerah ini bantuan yang lebih banyak dibutuhkan.

Sebelumnya, Kampanye Nasional Arab Saudi juga membagikan paket makanan kering dan kurma ke keluarga-keluarga pengungsi dan kampanye ini telah memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan kondisi kehidupan pengungsi Suriah di kamp-kamp di kedua negara tersebut melalui upaya komprehensif.

Delegasi media Arab Saudi tersebut sedang melakukan perjalanan studi ke kamp-kamp pengungsi Suriah di Yordania dan Lebanon.

Delegasi tersebut juga melakukan kunjungan inspeksi ke Libanon pada hari Selasa dan pergi ke pusat-pusat pengungsian untuk mendistribusikan bantuan ke pengungsi Suriah, termasuk yang ada di daerah Barja di provinsi Kharub, dan kamp Jabal, ​​dimana pakaian musim dingin dan bantuan diberikan oleh Kampanye Nasional Arab Saudi.

(Arab News)

Konvoi Bantuan Suriah Bersiap Menuju Wilayah yang Dikepung

Posted: 17 Feb 2016 11:54 PM PST

Truk-truk bantuan berbaris di jalan raya sebelum keberangkatan mereka ke Damaskus dalam foto ini yang dirilis pada hari Rabu - Reuters

Truk-truk bantuan berbaris di jalan raya sebelum keberangkatan mereka ke Damaskus dalam foto ini yang dirilis pada hari Rabu – Reuters

DAMASKUS – Truk-truk bermuatan bantuan kemanusiaan diperkirakan akan pergi ke lima wilayah yang dikepung di Suriah pada Rabu nanti, dalam bagian dari upaya yang dijelaskan oleh seorang pejabat Rusia sebagai langkah pertama menuju pelaksanaan atas kesepakatan yang telah dicapai oleh kekuatan-kekuatan dunia di Munich pada pekan lalu.

Utusan PBB, Staffan de Mistura, telah berusaha untuk mengamankan pengiriman bantuan untuk meningkatkan peluang untuk memulai ulang pembicaraan damai sebelum akhir Februari. Tapi upaya-upaya itu telah dikaburkan oleh pertempuran sengit di utara Aleppo, dimana berbagai pasukan yang didukung oleh lawan dari regional dan internasional saling memperebutkan lajur penting tanah yang menghubungkan kota terbesar Suriah dengan perbatasan dengan Turki.

Kekerasan di Aleppo dan kurangnya perbaikan di sisi kemanusiaan telah menyebabkan runtuhnya perundingan tidak langsung antara pemerintah Suriah dan lawan-lawannya di Jenewa pada awal bulan ini.

AS, Rusia dan kekuatan-kekuatan dunia lainnya telah bersepakat pada pekan lalu untuk menghentikan permusuhan dalam sepekan, pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan ke daerah-daerah yang dikepung di Suriah, dan seruan untuk kembali ke perundingan perdamaian di Jenewa.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, mengatakan pada hari Rabu bahwa “pelaksanaan dari perjanjian Munich tentang pemukiman warga Suriah telah dimulai.”

Dia mengatakan bahwa satu kelompok kerja untuk akses kemanusiaan ke kota-kota yang dikepung telah bertemu dan telah mengatur untuk kembali bertemu pada hari Kamis. Dia mengatakan mereka akan membahas isu-isu praktis yang berkaitan dengan pengiriman bantuan.

“Penting bahwa pemerintah Suriah telah secara resmi menyatakan bahwa mereka akan menyediakan akses ke tujuh kota yang dikepung,” kata Gatilov, menurut Interfax.

(Saudi Gazette)

PBB: 50.000 Orang Menjadi Tunawisma Setelah Selatan Suriah Bergejolak

Posted: 17 Feb 2016 10:02 PM PST

Anak-anak pengungsi Suriah menyaksikan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, mengunjungi kamp pengungsi Al Zaatari di kota Mafraq, Yordania dekat perbatasan dengan Suriah, 1 Februari 2016 (Reuters)

Anak-anak pengungsi Suriah menyaksikan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, mengunjungi kamp pengungsi Al Zaatari di kota Mafraq, Yordania dekat perbatasan dengan Suriah, 1 Februari 2016 (Reuters)

Menghebatnya pertempuran antara pasukan pro-Pemerintah dan pemberontak di selatan Suriah telah membuat hampir 50.000 warga sipil kehilangan tempat tinggal di tengah musim dingin, kata PBB pada hari Rabu.

Pengungsian ini seiring dengan perhatian internasional yang sebagian besarnya terfokus ke sebelah utara Suriah, dimana serangan pemerintah yang didukung oleh serangan udara Rusia telah memicu eksodus pengungsi menuju perbatasan Turki.

Koordinator kemanusiaan PBB di Yordania, Edward Kallon, mengatakan badan dunia itu telah mengatur konvoi bantuan lintas-perbatasan tambahan selama dua pekan terakhir yang menyediakan pakaian musim dingin dan naungan sederhana untuk lebih dari 30.000 warga sipil, lebih dari 7.000 diantaranya anak-anak.

Di Suriah selatan, dekat perbatasan dengan Yordania, kota Daraa tetap berada di tangan pemerintah namun ada pertempuran berat di banyak provinsi di sekitarnya.

Tetangganya, Sweida, jantung dari minoritas Druz Suriah, telah diserang oleh gerilyawan dari kelompok ISIS, tapi pertempuran yang terjadi disini lebih sedikit daripada bagian lain dari negara tersebut.

Yordania menampung lebih dari 630.000 dari sekitar 4,6 juta pengungsi Suriah, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Masalah Pengungsi.

Pemerintah Yordania memberikan perkiraan yang jauh lebih tinggi, yakni 1,4 juta pengungsi, karena banyak dari mereka yang tidak terdaftar.

(Al Arabiya)

Satu Keluarga Arab Saudi Mengucapkan Perpisahan ke Pembantu Rumah Tangganya dan Memberikan Emas, Uang dan Mawar

Posted: 17 Feb 2016 07:39 PM PST

Ibu rumah tangga, Ummu Muflih Al-Balawi, memeluk pembantu rumah tangga asal Ethiopianya pada pesta perpisahan (Foto Istimewa)

Ibu rumah tangga, Ummu Muflih Al-Balawi, memeluk pembantu rumah tangga asal Ethiopianya pada pesta perpisahan (Foto Istimewa)

RIYADH – Sebuah keluarga Arab Saudi telah menyelenggarakan pesta perpisahan untuk pembantu rumah tangga asal Ethiopia mereka, yang telah bekerja dengan mereka selama empat tahun dan akhirnya terpaksa pulang karena alasan pribadi.

Keluarga tersebut, menurut surat kabar Al-Riyadh pada hari Rabu, menggambarkan pembantu rumah tangga mereka sebagai teladan atas kesetiaan dan dedikasi.

Anggota keluarga sepakat untuk menyelenggarakan pesta perpisahan di hadapan sejumlah kerabat dan teman mereka, yang semuanya menghargai adab dan perlakuan baiknya kepada semua orang.

Ummu Muflih Al-Balawi, sang ibu rumah tangga, berkata untuk pembantu rumah tangganya: “Kamu telah melayani keluarga kami dengan ketulusan dan dedikasi. Kami sangat berharap kamu bisa tinggal beberapa tahun lebih lama lagi bersama kami. ”

Sang ibu rumah tangga mengatakan, keadaan pribadi pembantu rumah tangganya di negara asalnya mengharuskannya untuk pergi meskipun mereka tidak ingin ia pergi.

“Kamu telah meninggalkan kesan yang baik tentang pembantu rumah tangga asing yang tertarik untuk memperoleh kehidupan terhormat di Arab Saudi,” katanya.

Al-Balawi mengatakan selama pesta perpisahan tersebut, pembantunya diberikan banyak hadiah, termasuk emas, uang dan bunga mawar. “Ini adalah penghargaan atas apa yang telah dia lakukan untuk kami,” katanya.

(Saudi Gazette)

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲