Koran Muslim

| Minggu, 14 Februari 2016

Koran Muslim


Swiss Akan Menangani Urusan Konsuler Arab Saudi di Iran

Posted: 14 Feb 2016 04:57 AM PST

RIYADH: Negara Swiss telah menyetujui untuk menangani urusan konsuler Arab Saudi di Iran, kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil Al-Jubair, pada hari Ahad.

Dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Didier Burkhalter, Al-Jubair mengatakan bahwa Swiss juga akan menangani hal-hal yang berkaitan dengan kedatangan jama’ah haji Iran ke Arab Saudi.

Pengumuman ini dibuat setelah Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz, menerima Burkhalter dan delegasinya di Istana Al-Yamamah.

Kantor Berita Arab Saudi mengatakan hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Swiss ditinjau selama pertemuan tersebut.

“Swiss menawarkan untuk … menangani kepentingan (konsuler) Arab Saudi di Iran, dan kami di Kerajaan Arab Saudi menghargai itu dan menerimanya,” kata Al-Jubair.

Arab Saudi menarik misinya dari Iran setelah gerombolan massa menyerang misi Kerajaan tersebut di Teheran dan Mashhad. Serangan-serangan tersebut, yang diduga diatur oleh sebuah kelompok, dilakukan setelah eksekusi mati di Arab Saudi terhadap seorang pria Syi’ah yang dihukum karena terorisme. Sejumlah sekutu Arab Saudi juga telah memutuskan atau menurunkan tingkat hubungan mereka dengan Iran sebagai gerakan solidaritas.

Riyadh kemudian meminta misi Iran di Kerajaan Arab Saudi untuk pergi.

Beberapa negara telah menawarkan untuk memediasi akan tetapi Riyadh telah menolak tawaran itu, dan mengatakan bahwa tidak akan ada mediasi sampai Iran berhenti mencampuri urusan tetangganya.

Al-Jubair, pada Ahad mengulangi kembali pendirian Kerajaan Arab Saudi.

(Arab News)

Arab Saudi Menembak Jatuh Rudal Scud dari Yaman

Posted: 14 Feb 2016 04:27 AM PST

Jazan: Pasukan pertahanan Arab Saudi di perbatasan selatan negara tersebut telah menembak jatuh, pada hari Sabtu, sebuah rudal Scud yang berasal dari Yaman yang menargetkan Khamis Mushait, dimana pangkalan udara utama terletak, Al-Arabiya melaporkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil Al-Jubair, mengatakan dalam sebuah konferensi keamanan di Munich bahwa Arab Saudi “telah bertindak di Yaman untuk mencegah pemerintahan Yaman yang sah dari kehancuran, dan Yaman diambil alih oleh milisi radikal yang bersekutu dengan Iran dan Hizbullah.”

Dia mengatakan: “Kami melakukannya sebagai tanggapan atas permintaan pemerintah yang sah. Kami tidak memiliki niat untuk merebut satu inci pun dari wilayah Yaman; kami tidak punya niat untuk berusaha untuk mendominasi Yaman.”

(Arab News)

Hindari Hari Valentine, Kata Presiden Pakistan kepada Para Pemuda

Posted: 14 Feb 2016 01:19 AM PST

Tempat pemujaan Santo Valentine di Gereja Carmelite Jalan Whitefriar di Dublin, Irlandia
Tempat pemujaan Santo Valentine di Gereja Carmelite Jalan Whitefriar di Dublin, Irlandia (Wikipedia)

ISLAMABAD – Presiden Pakistan, Mamnun Hussain, telah mendesak bangsanya untuk menjauhkan diri dari merayakan Hari Valentine, sementara pejabat lainnya mengecam Hari Valentine sebagai “cabul dan tidak senonoh” sembari mereka bergerak ke melarang perayaan tersebut.

Presiden mengeluarkan pernyataan tersebut ke sebuah kerumunan siswa pada hari Jumat, mengatakan bahwa hari Valentine – yang secara tradisional dirayakan di negara Barat (oleh kalangan Nasrani) – tidak memiliki tempat di negara mayoritas Muslim tersebut.

Hari Valentine tidak ada hubungannya dengan budaya kita dan itu harus dihindari,” kata Presiden kepada para siswa di sebuah pertemuan yang diselenggarakan untuk menghormati salah satu pahlawan kemerdekaan negara tersebut.

Hussain mendesak para pemuda untuk fokus pada studi mereka saja.

Di Peshawar, ibukota Provinsi Khyber-Pakhtunkhwa, para anggota DPRD pada Jumat dengan suara bulat mengeluarkan sebuah resolusi yang melarang perayaan Hari Valentine.

“Kalangan tertentu dari masyarakat kita ingin memaksakan nilai-nilai dan budaya Barat pada pemudah-pemuda kami dengan merayakan Hari Valentine,” kata resolusi tersebut, yang disampaikan oleh anggota dari Jamaat-e-Islami, salah satu partai Islam terbesar di Pakistan.

“Tidak ada tempat dalam budaya kita dan dalam peradaban kita untuk semacam hari tidak perlu dan primitif tersebut, yang bertujuan untuk menyebarkan kecabulan dan ketidaksenonohan di kalangan pemuda,” katanya.

Pihak berwenang di distrik barat laut konservatif Kohat juga memerintahkan pihak kepolisian untuk menghentikan setiap bentuk perayaan dari Hari Valentine.

Meski dilarang, seorang wartawan AFP di Peshawar menyaksikan toko-toko secara terbuka menjual balon merah, mainan dan cokelat.

Sebuah surat kabar konservatif berbahasa Urdu menjalankan sebuah iklan yang didanai industri yang menyebut hari Valentine sebagai “festival kecabulan“.

“Coba pikirkan… besok anak-anak kita akan mulai merayakan Diwali Hindu, Natal Kristen, dan siapa yang tahu perayaan tidak Islami apa lagi lainnya, jadi mari kita mengenyahkan perayaan cabul ini dari kehidupan kita demi (mencari keridhaan) Allah,” kata baris-baris terakhir dari iklan tersebut. – AFP

(Saudi Gazette)

Mufti Agung Arab Saudi: Hiasan Bordir di Masjid-masjid Mengganggu Jama’ah

Posted: 14 Feb 2016 12:05 AM PST

Hiasan kaligrafi di sekeliling mihrab masjid (ilustrasi)
Hiasan kaligrafi di sekeliling mihrab masjid (ilustrasi)

RIYADHHiasan bordir di dinding-dinding masjid mengganggu jama’ah, kata Mufti Agung Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh.

Saat menyampaikan khutbah Jum’at di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Alu Syaikh mengatakan khusyuk (konsentrasi dan perenungan) sangat penting di dalam shalat.

“Nabi (Shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah menekankan khusyuk sebagai bagian terpenting dalam shalat. Shalat menjadi kosong dan tak bermakna jika hamba tidak dalam keadaan khusyuk. Ada banyak hal yang dapat mengganggu kita ketika kita shalat, karya seni dan hiasan bordir di dinding merupakan salah satu gangguan,” kata Alu Syaikh sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita Saudi (Press Agency Saudi, SPA).

Beliau juga mengatakan masjid biasanya berwarna sederhana dan bebas dari karya seni untuk membantu jama’ah berkonsentrasi.

“Para jama’ah juga memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan khusyuk ketika shalat. Saya melihat banyak orang memeriksa ponsel mereka ketika shalat. Ini tidak menghormati Allah dan tidak menghormati imam juga shalat-shalat mereka. Ketika seorang Muslim shalat, itu adalah waktu di saat ia terhubung dengan Allah. Para hamba harus berupaya untuk terhubung dengan Allah,” kata Alu Syaikh.

Beliau juga mengatakan khusyuk adalah keterlibatan proaktif hati dalam shalat.

“Allah mengatakan bahwa melalui khusyuk ketenangan dan kedamaian akan diperoleh dan agama Islam adalah agama damai. Oleh karena itu, shalat lima waktu merupakan salah satu pilar paling penting dalam Islam. Tanpa khusyuk, shalat dapat menjadi kering dan sulit dilaksanakan. Khusyuk melembutkan hati dan membukanya kepada Allah,” kata Alu Syaikh.

Beliau juga mengatakan bahwa shalat adalah waktu dalam hari ketika seorang hamba dapat menyehatkan jiwanya.

“Shalat tidak hanya hubungan antara hamba dan Allah, tetapi juga hubungan antara jiwa dan tubuh. Shalat adalah iterasi dari nama-nama Allah dan juga amal ibadah,” kata Alu Syaikh.

(Saudi Gazette)

Mufti Agung Arab Saudi (Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh) Memulai Kampanye Melawan Paham Sesat

Posted: 13 Feb 2016 10:47 PM PST

Berbagai macam media sosial (ilustrasi)
Berbagai macam media sosial (ilustrasi)

RIYADH: Mufti Agung Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh pekan ini telah meresmikan sebuah kampanye untuk melindungi masyarakat Saudi dari pengaruh-pengaruh buruk.

“Kampanye ini bertujuan untuk membuat masyarakat di Arab Saudi resisten terhadap pemikiran-pemikiran sesat, juga kebohongan dan bid’ah yang dapat menyebabkan orang keluar dari jalan yang lurus,” kata Mufti.

Kampanye enam bulan ini tengah dilakukan oleh Kantor Kerjasama untuk Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi.

“Kampanye ini sangat penting untuk membantu melawan pendukung kecenderungan terhadap teroris, terutama di kalangan pemuda,” katanya.

Dia menambahkan bahwa dalam kampanye tersebut serangkaian ceramah akan diadakan di sejumlah masjid, pameran, pertunjukan, dan lainnya, yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai moral dari warga negara dan penduduk Arab Saudi.

Dia mengatakan bahwa pihak berwenang dan kelompok yang terkait telah memantau secara dekat kegiatan dan informasi yang disebarkan di kalangan umum, akan tetapi entah bagaimana para agen penyesatan berhasil menjajakan bid’ah dan kebohongan belaka.

“Mereka berupaya dengan segala macam cara yang memungkinkan untuk melaksanakan rencana jahat mereka. Mereka pandai berbicara dan persuasif dalam menjajakan ide-ide mereka yang sesat. Itu karena mereka telah menjalani pelatihan sebelumnya untuk melakukan hal-hal tersebut, “kata Alu Syaikh.

Dia mengatakan bahwa, karena sebab ini, ada alasan yang mendesak dan kuat untuk secara bersama memperbesar kampanye ini untuk melawan pengaruh-pengaruh buruk yang dapat merusak agama Islam dan membawa orang kepada kesesatan.

Dia menambahkan bahwa, hal ini karena agen-agen terorisme yang menyebarkan bid’ah dan kebohongan telah menggunakan segala cara yang mungkin untuk mempromosikan rencana jahat mereka.

“Adalah fakta bahwa saluran-saluran satelit dan media sosial telah menjadi agen-agen penyesatan dan pemasok ajaran bid’ah dan kebohongan belaka untuk mendorong kekacauan dan menghancurkan struktur masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa, hal ini sangat berbahaya ketika para pemuda dilibatkan, karena mereka lebih berkeinginan untuk mengakses Internet atau Facebook dan Twitter daripada orangtua-orangtua mereka.

(Arab News)

“Lobi Iran Membayar Koran Inggris untuk Memfitnah Arab Saudi”

Posted: 13 Feb 2016 09:00 PM PST

ksa-cracks-down-on-terrorism
Foto 47 orang teroris yang dihukum mati di Arab Saudi

LONDON: Menyerang Arab Saudi telah menjadi norma di media cetak Inggris, dengan sebagian besar surat kabarnya terlibat dalam kampanye penyesatan terhadap Arab Saudi, seraya mebelokkan (opini) ke arah Iran.

Eskalasi dalam kampanye kebencian setelah eksekusi terhadap 47 teroris di Arab Saudi mengarahkan kecurigaan ke lobi Iran yang bisa jadi benar telah membayar untuk artikel tersebut, kata sebuah surat kabar Arab Saudi.

Pada Januari tahun lalu, Daily Telegraph menerbitkan artikel milik Con Coughlin, seorang ahli dalam hal terorisme internasional dan Timur Tengah, yang mengatakan bahwa Inggris harus berada di sisi Arab Saudi dan melawan Iran untuk menjawab seruan atas pengasingan Arab Saudi dari masyarakat internasional.

Akan tetapi, Coughlin hanyalah minoritas di pers Inggris yang menyadari pentingnya menjaga hubungan baik dengan Arab Saudi, yang benar-benar berjuang melawan terorisme baik di dalam maupun di luar negeri.

Coughlin menulis bahwa beberapa orang di Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa membangun hubungan yang kuat dengan Iran bisa menguntungkan kepentingan Inggris dalam jangka panjang.

Pers Inggris melihat Al-Nimr, satu dari 47 teroris yang dieksekusi di Arab Saudi bulan lalu, sebagai orang yang tak bersalah dan mengabaikan wajah aslinya.

“Iran dan China mengeksekusi lebih banyak orang daripada Arab Saudi, tapi tidak ada yang menyinggung eksekusi ini. Bagi mereka, berita negatif tentang negara yang melindungi tempat-tempat suci Islam itu lebih penting untuk disiarkan. Hal ini hanya mencerminkan pada kebencian dan bias terhadap Islam,” kata harian berbahasa Arab itu.

Hubungan diplomatik yang kuat antara Amerika Serikat dan Arab Saudi adalah penyebab lain atas kebencian ini, karena anggapan mereka bahwa Arab Saudi adalah mitra dalam imperialisme internasional, kata harian itu.

Komitmen Arab Saudi atas nilai-nilai agama telah membuat khawatir kelompok sosialis yang percaya bahwa negara harus memainkan peran penguasa tanpa menaruh perhatian terhadap kerusakan moral di masyarakat, kata surat kabar itu.

(Arab News)

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲