Majalahunik.com : Berikut Ini “Squba” Mobil Pertama Khusus Menyelam… |
- Berikut Ini “Squba” Mobil Pertama Khusus Menyelam…
- Ngentot Bertiga Bersama Mama dan Papa
- Cerita Seks Dewasa | Ngentot Dengan Gadis Cantik Di Gudang Supermarket
- Cerita Dewasa Seks Malaysia
- Kisah Seks Ngentot Ibu Kost
- Kisah Seks Ngentot Tante Sampai Hamil
- Genjot Penjualan, Mercedes-AMG Patok Harga Murah
- Bioskop Keliling Putar 8 Film Sineas Muda Berbakat
- Trilogi “The Hunger Games” Bertahan di No 1
- Cerita Seks Dengan Ibu Bos di Kantor
| Berikut Ini “Squba” Mobil Pertama Khusus Menyelam… Posted: 02 Dec 2014 06:54 PM PST "Squba" Mobil Pertama Khusus Menyelam… – Bagi sobat semua pengunjung setia kali ini saya akan memberikan artikel unik dan menarik lagi yang bisa sobat simak ataupun baca tentunya. Dan di kesempatan ini kalian bisa baca artikel yang berjudul "Squba" Mobil Pertama Khusus Menyelam… dapat disimak dibawah ini.
Inilah mobil pertama yang bisa menyelam didalam air sama seperti berjalan didarat. Mobil khayalan yang hanya ada di film sekarang menjadi kenyataan. CEO Rinspeed, Frank Rinderknecht, pada Maret lalu memamerkan prototipe mobil pertama di dunia yang dapat berenang dan menyelam hingga kedalaman10 meter. Mobil ini digerakkan oleh motor listrik dan bisa menyelam hingga kedalaman 10 meter. Cara pengoperasiannya sangat mudah, untuk mengganti mode hanya perlu menekan satu tombol, dan mobil ini langsung berubah menjadi mobil selam. Mobil buatan Rinspeed dari Swiss ini diklaim sebagai yang pertama pertama didunia, walaupun sebenarnya sebelumnya sudah ada beberapa mobil penyelam lainnya. Pada mobil – mobil sebelumnya yang juga masuk jenis amphibi car, seperti CLIMBER/ALPHA, Citroen DS yang dibuat tahun 1960, maupun Chrysler Labarron yang dibuat pada era 70-an, masih menjadi mobil baru belum memiliki kelebihan seperti apa yang ditawarkan oleh Squba. Kelebihan Squba adalah mampu menyelam, hemat bahan bakar, dan lebih ringan karena meski sebagian kerangkanya terbuat dari baja namun sebagian besar komponennya dibuat dari bahan serat karbon. "Ini menjadikan sQuba paling ringan dan mobil yang telah menerapkan teknologi nano," ujar Rinderknecht. Squba juga menjadi mobil pertama dari golongan sedan. Desain berkerangka pintu terbuka, menggunakan motor listrik, dua propeler dan dua mesin jet pengatur gerakan, sehingga memungkinkan mobil ini bisa menempuh perjalanan jauh. Mobil ini diklaim juga lebih unggul karena didesain tidak menghasilkan emisi baik ketika berjalan di darat maupun di laut. Pasalnya energi mobil ini disuplai dari jenis baterai lithium-ion. Di sQuba, pengendara kendaraan ini harus ikut menyelam bersama dengan mobil dan ikut merasakan dinginnya air. Untuk pernafasan di kabin kendaraan telah disediakan alat perangkat alat selam dan pengatur oksigen yang dikeluarkan dari kabin secara otomatis. Udara ini selalu dijamin segar dengan catatan tidak terjadi kebocoran. Konsep sQuba yang mampu menyelam hingga 10 meter ini menjadikannya sebagai calon kendaraan bakal militer. Cukup mengendarainya dengan bebas, siapa pun dapat menggunakan mobil ini baik untuk menyelundup maupun mengintai. Mobil juga ditawarkan unggul karena bisa melakukan manuver bebas. Namun bukan berarti seperti ikan yang bisa melesat. Masih banyak keterbatasan yang menurut tim Rinspeed itu adalah tantangan. Mobil ini juga dikatakan adalah jelmaan dari mobil balap yang dibuat di fasilitas teknik khusus Esoro di Swiss. Pada tahap pertama yang dilakukan adalah membuang mesin pembakaran dan diganti dengan tiga mesin motor listrik. Tiga mesin ini semuanya diletakkan di belakang. Satu buah untuk pendorong ketika di darat dan dua lainnya dipakai untuk bergerak di air. Mesin juga didukung oleh dua tenaga Seabob jet yang ada di depan. Ini digunakan untuk bernapas kendaraan dengan cara memanfaatkan putaran saat melalui HS Genion (untuk membuka dan menutup fungsi keluar masuknya air). Jet ini dirancang khusus dengan bahan material karbon nano. Saat mendarat, sQuba bisa menjadi seperti akuarium. Untuk itu disarankan seusai menyelam, pintu kendaraan dibuka agar air di dalam kendaraan keluar. Rinderknecht mengatakan maksud desain sedan ini terbuka karena jika ada keadaan darurat penumpang tidak perlu repot-repot untuk keluar dari mobil. Tapi ini bukan alasan utama, menurutnya dengan kedalaman yang cukup dalam tersebut beban air akan memiliki tekanan yang hebat dan belum bisa ditahan oleh rangka mobil seperti sedan biasa. "Jika ingin didesain tahan air sehingga kita bisa bebas di dalam mobil, desain mobil ini tidak lagi futuristik, melainkan bentuknya seperti kura-kura yang memiliki tempurung cukup besar," jelasnya. Mungin nantinya dimasa depan mobil-mobil (mobil terbang, mobil selam, dll) seperti ini akan menjadi tren di masyarakat. | ||
| Ngentot Bertiga Bersama Mama dan Papa Posted: 02 Dec 2014 06:24 PM PST ![]() Malam ini sangat suntuk tidak ada kerjaan yang bisa aku kerjakan. Papa dan Mama dari dari jam 9 tadi sudah masuk kamar tidur. Aku yang sudah bosan ingin tidur juga dan jam diruang tamu menunjukan pukul 10 malam. Saat aku hendak menuju kamarku dan melintasi kamar papa dan mama aku mendengar suara khas orang sedang bersetubuh. Aku segera mengintip apa yang sedang terjadi kamar papa dan mama dari lubang kunci dikamar mereka. Terlihat papa sedang menyetubuhi mama dengan posisi mama dan dibawah. Aku sangat terangsang melihat kejadian bersetubuh seperti dan malah aku juga sering melakukan hubungan intim dengan pacarku karena aku sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi swata di kota Y. Tapi kali ini walau aku hanya melihat tapi aku sangat terangsang melihat adegan bersetubuh papa dan mamaku karena mama sangat terlihat sangat menggairahkan dan terlihat lebih mengusai keadaan daripada dengan papaku. Aku segera melepaskan celanaku dan mulai mengocok penisku sambil tetap melihat adegan berhubungan badan papa dan mama yang semakin liar. Terlihat papa kalah dari mama dan mama memang terlihat sangat haus sex. Mereka tidak pernah mengganti posisi dala berhubungan intim mungkin dari dulu mereka melakukannya dalam posisi biasa itu saja. Ketika selesai aku masih duduk dipinggir pintu kamar papa dan mama sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan onaniku. Belum sempat aku mau menaikan celanaku tiba-tiba pintu kamar terbuka. Ya sekarang agung papa dan mama akan memberi contoh kepada kamu tentang berhubungan intim yang benar. Benar dugaanku mereka hanya ingin memberi contoh saja dan tidak akan menturuhku untuk mempraktekannya. Beberapa jam mereka berseubuh akhirnya selesai sudah mereka mencotohnya cara berhubungan intim mereka kepada dan betul nampaknya selama ini mereka hanya melakukannya dengan gaya biasa saja. Aku yang sudah tidak bisa menahan nafsu segera menjalankan ide gilaku. Aku mulai melakukan pemanasan kepada mama dan mama dan papa kaget karena aku sangat profesional dalam melakukan pemanasan termasuk saat aku menjilati vagina mama. Mama tdk pernah merrasakan hal itu sehingga dengan sangat terngsang untuk segera merasakn penisku yang lebih besar dari punya papa. Akhirnya kami berdua mendapatkan orgasme bersama dan malam itu kamar itu aku tiduri berdua dengan mamaku sedangkan papaku tidur dikamarku. Hubungan kami tidak berakhir disitu tapi setiap malam kami tetap melaksanakannya tetapi setelah mama memuaskan papa dulu sedangkan aku mendapatkan jatah yang kedua. Tidak apalah yang penting aku mendapatkan kepuasan yang tiada tara dari mama. Satu bulan kami behubungan mama akhirnya hamil juga dan keluarga besaar kami sangan senang begitu juga dengan papa dan ia selalu bilang pokoknya anak sekaligus cucu dia itu harus perempuan. Setelah kehamilan mama papa lebih memberiku kesempatan untuk meyetubuhi mama. Hari-hari yang ditunggu tuba akhirnya mama melahirkan bayi yang slema ini inginkan papa yaitu bayi perempuan yang sangat cantik seperti mama dan aku.Semua keluarga besarku sangat senang dan terutama dengan papaku. Setiap hari papa merawat bayi tersebut sedangkan yang ayahku justru tidak mengurusi dia sama sekli tetapi justru mengurusi ibunya atau mamaku. Aku terus melakukan hubungan badan dia mama dan papa tetap mengijinkan tetapi mama udah KB. Sampai saat ini aku tetap melaksanakan hubungan ini. | ||
| Cerita Seks Dewasa | Ngentot Dengan Gadis Cantik Di Gudang Supermarket Posted: 02 Dec 2014 06:19 PM PST Cerita Seks Dewasa : Ngentot Dengan Gadis Cantik Di Gudang Supermarket | Cerita seks dewasa kali ini adalah cerita dewasa tentang pengalaman ngentot seorang laki-laki yang bekerja sebagai sales di sebuah supermarket di kota bandung, yang dimana peristiwa ini di mulai ketika seorang gadis manis yang bekerja di supermarket tersebut meminta bantuan untuk menggosokkan badan bagian belakangnya karena gatal. karena yang meminta bantuan adalah seorang gadis yang bahenol, seksi dengan badan yang montok dan payudara yang kenyal akhirnya laki-laki tersebut langsung saja menggaruk tanpa berpikir panjang. Dari situlah cerita seks dewasa ngentot dengan gadis cantik digudang supermarket ini bermula.
Aku bekerja sebagai sales assistant di sebuah supermarket Y di Bandung. Di tempat kerjaku ada seorang cewek bernama Ita. Ita adalah cewek yang paling akrab denganku. Segala masalahnya akan dia beritahukan padaku. Ita memang cantik, kulitnya putih, matanya bulat, buah dadanya pun membulat, tidak terlalu besar tapi cukup menantang membuat setiap laki-laki yang dekat dengannya ingin selalu menjamahnya. Siapapun yang melihat tubuh Ita pasti naik nafsu syahwatnya. Pantat Ita mengiurkan juga. Rambutnyapun panjang sebahu. "Cerita dewasaku ngentot sama cewek cantik digudang supermarket tempat kerjaku" Suatu hari Ita datang padaku", Fer belakang badan Ita gatal-gatal nih", Ita memberitahuku akan masalahnya. "Tolong gosokkan ya, Fer" Ita menyuruhku. "Kalau begitu kemarilah", balasku dengan sedikit terkejut. "Disini saja, di dalam gudang lebih nikmat" Ita memberitahuku dengan suara yang amat lembut dan begitu manja. Hatiku jadi cair. "Fer" Ita menarik tanganku menuju ke dalam gudang yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi. Kemudian Ita mengunci pintu gudang itu, serta mengambil bedak antiseptik di rak yang berdekatan, lalu mengulurkannya kepadaku. Aku tak sungkan-sungkan lagi, terus saja menaburkan bedak itu di atas telapak tanganku. Ita menarik baju yang dipakainya ke atas hingga sebatas tengkuk. Aku menelan ludah melihat ke belakang badan Ita, yang selama ini tak pernah aku lihat tanpa busana. Aku menepuk bedak yang ada di tanganku ke atas badan Ita. Hangat badannya. Aku mulai menggosok. Sesekali Ita kegelian, ketika aku mengurutkan jariku pada alur di tengah belakang badan Ita. Aku menggosok rata. Ita meraba-raba kancing BH-nya, lalu dilepaskannya, maka terurailah tali BH-nya itu di belakang badannya itu. berdesir darahku, aku menelan air liur, melihat aksi Ita yang berani itu tadi. Aku terus menggosok, dengan hati yang berdebar-debar. Aku merasa batang penisku sudah mulai mengeras. Aku merasa tak tahan. Tengah menggosok belakang badan Ita, tanganku secara perlahan-lahan merayap ke dada Ita. "Hei! Apa-apaan nih", Ita melarang sambil menepuk tanganku. "Ohh! sorry", aku meminta maaf. Tanganku kembali ke bekakang. BH yang Ita pakai masih melekat di dadanya, menutupi buah dadanya yang mungil itu. Aku terus menggosok, kali ini turun sampai ke batas pinggang. Aku memberanikan diri mengurut ke dalam rok Ita, tetapi Ita menepuk lagi tanganku. "Jangan!", larang Ita lagi. "Sudah hilang belum gatal itu?", Tanyaku pada Ita. "Belum!" jawab Ita pendek. Aku merasa semakin terangsang, batang penisku semakin mengeras dan mula tegang! Aku coba lagi untuk meraba ke dada Ita, kini aku telah dapat memegang buah dada Ita yang lembut itu, yang tertutup dengan BH berwarna putih. Ita tidak lagi menepuk tanganku tetapi dia memegang tanganku yang aku takupkan pada payudaranya itu. Aku mulai meremas buah dada Ita. Ita menggeliat geli sambil tangannya memegang pergelangan tanganku. Ita nampak sudah mula merasa terangsang, dan memang ini adalah salah satu cara untuk membuat wanita terangsang. Aku mencium tengkuk Ita. Dia masih menggeliat-geliat akibat remasan serta ciumanku. Buah dadanya aku rasa sudah semakin menegang. Jariku kini memainkan peranan memilin-milin puting susu Ita pula! Aku sadari tadi memeluk Ita dari belakang. Batang penisku yang beberapa waktu lalu telah aku gunakan obat memperbesar penis tambah semakin keras menonjol itu aku gesek-gesekkan pada alur pantat Ita. Ita ketawa kecil, merangsang sekali! Ita membuka kancing bajunya dan terus menanggalkannya berserta BH-nya dan mencampakkannya di atas lantai. Kini payudara Ita tak tertutup apa-apa lagi. Aku terus meremas-remas dan membalikkan badan Ita supaya berhadapan denganku. Ita menciumku rakus sekali, sambil mengulum-ngulum lidahku. Akupun begitu juga membalas dengan rakus serangan Ita. Aku menanggalkan bajuku. Ita mencium dadaku, perutku. Aku tetap mengecup-ngecup buah dada nya yang sudah mengeras tegang. Tanganku menekan-nekan pantatnya. Batang penisku semakin menegang. Tiba-tiba Ita berlutut, lalu membuka retsleting celanaku. Dia menarik keluar batang penisku yang tegak keras. Ita merasa kagum melihat batang penisku yang menegang secara maksimal itu. Ita menguak rambutnya ke belakang dan meng-"karaoke" batang kejantananku. Dia menggengam dengan rapi. Sambil mengulum secepat-cepatnya, tapi untung saja sebelumnya saya sudah memakai obat kuat lelaki hingga tidak cepat ejakulasi saat di kulum oleh ita. Ita mengarahkan batang penis ke matanya, hidungnya, ke pipinya. Ita mencium sekitar batang penisku. Aku merasa nikmat sekali. Ita terus mengulum penisku hingga ke pangkal makin lama semakin cepat. Aku merasa kepala penisku terkena anak tekak Ita. Ngilu rasanya! Aku juga membantu Ita dengan mendorong dan menarik kepalanya. "Ita, sudah hampir keluar! Sudah hampir keluar! Ita sengaja berlagak tak tahu saja, ketika aku katakan maniku sudah hendak keluar. Ita masih mengulum. Air maniku tersemprot memenuhi rongga mulut Ita. Dia lantas mencabut keluar penisku lalu menjilat-jilat air maniku. Dia nampaknya menikmati sekali. Penisku jadi lembek kembali! "Aik! belum apa-apa sudah lembek". Ita mengulum lagi penisku. Penisku jadi tegang lagi. Ita tersenyum memandangnya. Aku membuka celana. Ita duduk di atas meja. Aku berlutut menarik rok dan celana dalamnya. Ita sudah bugil di depanku. Bulu yang tipis warna pirang menutupi vaginanya. Aku mencium sekitarnya. Ita meletakkan kedua belah kakinya di atas bahuku. Aku mengangkangkan paha Ita. Bibir vaginanya sedikit terbuka. Aku menjilatinya. Aku buka sedikit dengan jari lalu mengoreknya sedikit demi sedikit jariku menyodok vagina Ita. "Argh, argh, argh!" Ita mengerang perlahan. Vaginanya terlihat basah sekai. Aku meletakkan kepala penisku ke pintu vaginanya. Aku sodok sedikit, "Argh!" Ita mengerang lagi. Laku aku tekan lagi. " Yes!" suara Ita perlahan. Aku menyodok lagi dalam sedikit dan terus ke pangkal. Aku mendorong dan menarik berulang kali. Ita makin terlihat lemas dan nikmat. Aku merasa kehangatan lubang vagina Ita. Ita mencabut penisku keluar. Dia turun dari atas meja dan mendorongku telentang lalu duduk di atas badanku dan memasukkan lagi penisku ke dalam lubang vaginanya itu. Dia mengayun ke atas dan ke bawah. Tak lama dia tarik keluar lagi penisku. Ita kini agresif. Aku mendorongnya telentang lagi. Ita merapatkan payudaranya dengan kedua belah tangannya. "Masukin di celah susuku dong! Masukin di celah susu ah..!" Ita menyuruhku. Aku tidak sungkan-sungkan lagi terus melakukannya tapi sebentar saja. Aku duduk dan Ita masih telentang, pahaku di bawah paha Ita, aku sodok lagi penisku ke dalam vaginanya. Aku mengayun dengan perlahan. Licin dan sedap rasanya Ita bangun dan bertiarap di atas meja, kakinya lurus ke lantai menungging! Akupun berdiri lalu membuat 'dog style'. Aku pegang kiri dan kanan pantat Ita dan mengayun lagi. Aku kemudian menyangkutkan sebelah kaki Ita di atas bahuku dalam posisi telentang. Aku sodok lagi tarik dan keluar dorong dan masuk ke dalam vaginanya, pokoknya malam itu kami merasakan kepuasan bersama dengan mencoba segala posisi. | ||
| Posted: 01 Dec 2014 06:34 PM PST
Ini adalah kisah diri aku. Sebagaimana kebanyakan lelaki lain, aku mempunyai nafsu terhadap perempuan. Yalah, lelaki mana yang tidak, kecuali yang gay sahaja. Tetapi nafsu aku ini bukannya pada anak dara sunti, tetapi pada perempuan yang telah berkahwin pada isteri orang lain. Nak tahu kenapa? Aku pun tak tahu. Mungkin sebab thrill untuk memikat perempuan yang telah berpunya. Kalau anak dara tu senang lekat sebab dia pun sedang mencari jugak. Isteri orang ni lagi susah nak tackle, dan apabila dah dapat bukannya boleh bawak keluar sesuka hati di taman. Kena sorok-sorok dan senyap-senyap dari pengetahuan suaminya dan masyarakat yang lain. It is the thrills and the adventures of cheating with another man's wife are the ones that made it really erotic. Aku mula mengenali nafsuku ini bila aku bertemu Zarina, isteri rakan karibku Kamal, semasa kami belajar di overseas. Zarina ni memang cantik orangnya. Kulitnya yang sawo matang beserta dengan rupa paras gadis kampung Melayu menyebabkan aku geram padanya dan menambahkan keinginan untuk aku take up the challenge untuk memikatnya. Obsesi aku terhadap Zarina semakin membuak dari hari ke hari. Setiap malam, aku teringatkan wajahnya. Aku sanggup mengumpul gambar-gambarnya yang aku ambil tanpa pengetahuannya dengan menggunakan kamera zoom aku, dan kemudian merenung gambarnya itu setiap malam sambil melancap batang zakar aku sehingga ke klimaksnya sambil berfantasi seolah-olah aku menyetubuhi Zarina. Tahun berganti tahun. Kami semua telah pulang ke Malaysia sibuk dengan karier masing-masing. Zarina dan Kamal telah mempunyai tiga orang anak, dan aku pula telah mempunyai seorang girlfriend bernama Linda. Walaupun sibuk dengan tugas masing-masing, kami sentiasa membuat gathering setiap hujung minggu: semua rakan-rakan akan berkumpul di rumah masing-masing mengikut giliran dari minggu ke minggu. Setiap gathering, aku mendekati Zarina, mencium perfume yang dipakainya dan menghidu rambutnya tanpa disedari olehnya, suaminya mahupun rakan-rakan yang lain. Kadangkala, aku akan mengambil gambar group kami (kononnya), tetapi sebenarnya aku zoom kamera hanya pada Zarina seorang. Hubunganku dengan Linda adalah intim hanyalah sebab aku berfantasi bahawa Linda itu adalah Zarina. Setiap kali aku meniduri Linda, aku memejamkan mataku dan menganggap yang aku sebenarnya sedang menjamah tubuh Zarina. Walaupun kadang-kala aku memanggil nama "Ina" semasa aku sedang bersetubuh dengan Linda, dia tidak perasan kerana nama mereka hampir sama. Sehinggalah satu hari apabila Linda mengajak aku berkahwin, aku sedar bahawa selama ini aku telah menipunya-yang aku telah menggunakannya untuk memuaskan nafsu aku sendiri. Aku tidak boleh mengahwini Linda kerana aku tidak mencintainya-dan aku tidak boleh membiarkan dirinya ditipu lagi. Aku mengambil keputusan untuk break-off dengan Linda. Dia mula-mula tidak dapat menerimanya dan menjadi emotional. Hampir dua bulan dia mengamok. What a mess. Tapi akhirnya, dia dapat menerima hakikat bahawa aku benar-benar tidak mencintainya. Dalam salah satu dari gathering biasa kami, Zarina terus meluru kepadaku.. "Jantan apa kau ni Faris? Setelah sedap kau tebuk dia, kau sanggup tinggalkannya begitu saja?" Zarina dengan lantangnya mempertahankan kaum wanita sejenis dengannya. Malam itu aku tidak dapat tidur. Fikiran dah berserabut. Keesokkan harinya, aku tidak menghubungi Kamal, tetapi isterinya.. "Ina, I need to talk to you". Semasa lunch, aku bawa Zarina ke sebuah restoran di Kuala Lumpur. "Kenapa baru sekarang nak beri tahu?" Zarina bersuara sebaik sahaja kami duduk di meja makan. Zarina menyandarkan diri di atas kerusinya sambil menyimpul kedua belah tangannya. Aku mengambil nafas panjang. "Okay, kau nak tahu sangat kenapa I dump Linda, well this is the answer." Aku merenung terus ke dalam matanya. Muka Zarina terus pucat, tangannya menggeletar mendengar kata-kata lucah yang baru aku ucapkan padanya. Dia kemudian meletakkan tangannya ke atas meja. Aku terus mencapainya. Apabila aku memegang tangannya, dia terkejut dan menariknya balik. Zarina kemudian bangun dari kerusinya, masih dalam keadaan terkejut sambil berkata.. "I, I have to.. Go.." Aku terus mengekorinya keluar dari restoran tersebut. Zarina terus menahan sebuah teksi yang berhampiran. Aku dengan pantas memegang tangannya. Aku melepaskan tangannya. Dia terus masuk ke dalam teksi dan mengarahkan pemandu itu beredar dari situ dengan segera. Zarina menutup matanya dengan tangannya sambil menangis. Selepas insiden itu, aku tidak berjumpa Zarina selama hampir sebulan. Setiap kali ada gathering, Zarina tidak ikut Kamal sekali. "Mana bini kau, Mal?" tanya Azlan, kawanku. Sebenarnya memang aku rindukan Zarina. Aku memang looking forward nak berjumpa dia minggu berikutnya. Aku dah tak kisah pada apa yang aku cakapkan padanya masa di restoran tempoh hari. Setiap hari aku mengira waktu bila akan dapat berjumpa dengannya. Walaupun aku boleh berjumpa dengannya secara personal di pejabatnya, tapi aku mengambil keputusan untuk tunggu hingga gathering rumah Kamal. Pada hari tersebut, aku segaja melambatkan diri. Aku mahu lihat reaksi Zarina apabila aku sampai. Apabila tiba di rumah Kamal, semua rakan-rakan telah berada di situ. All the guys tengah melepak kat living hall sementara yang ladies tengah sibuk berceloteh di dining. Budak-budak kecik pulak tengah asyik bermain di luar rumah. Aku perasan Zarina bersama mereka. Mula-mula dia kelihatan tenang, tapi setelah sedar bahawa aku berada di dalam rumahnya, dia nampak semakin gelisah. Sepanjang malam itu, aku mencuri-curi bermain mata dengan Zarina tanpa pengetahuan Kamal dan rakan-rakan yang lain. Setiap kali ada seseorang buat lawak, aku akan merenung Zarina dengan tajam. Zarina makin lama makin tak senang duduk. Dia beralih dari satu tempat ke satu tempat, bermain-main dengan tangannya yang kadangkala semakin menggeletar. Ada kalanya matanya akan bertemu dengan mataku, tetapi dengan pantasnya dia akan cuba mengalihkan perhatiannya ke tempat lain. Akhirnya Zarina semakin gelisah dan masuk terus ke dapur. "Mal, aku nak tumpang tandas kau sekejap lah" kataku pada Kamal sambil berjalan menuju ke dapur rumahnya. Aku masuk ke dalam dapur dan mendapati Zarina berada di situ sedang menyiapkan air untuk para tetamunya. Aku dengan perlahan menutup pintu dapur supaya rakan-rakan di luar tidak nampak kami berdua. "What the hell are you doing in my house?" Zarina menanya dengan nada yang marah bercampur gelisah. Ina terus senyap. Dia terus membuat kerjanya di dapur membancuh air. Tetapi jelas bahawa dia tak dapat nak concentrate dengan apa yang dia lakukannya sendiri. Aku mendekatkan diriku kepadanya dari belakang secara pelan-pelan. "Aku dengar kau ada gaduh dengan laki kau?" aku bisik di telinganya. Zarina tersentak sekejap. Air yang disediakannya tertumpah sedikit ke dalam sinki dapurnya. Aku kemudian dengan perlahan-lahan memeluk pinggannya dari belakang. Zarina dengan pantas meletakkan dulang gelas-gelas minuman yang disediakannya di atas dapur dan terus berpusing menghadapku sambil tangannya cuba untuk menolak dadaku keluar. "Faris! Get you bloody hands off me!" Zarina meninggikan suaranya kepadaku sambil bergelut untuk melepaskan dirinya dari pelukanku. Aku menguatkan lagi pelukanku pada Zarina. Inilah pertama kalinya aku mendapat rasa tubuh Zarina yang sekian lama aku idamkan. Dalam sekelip mata sahaja, batang zakar aku menjadi keras dan tegang. Aku mengalihkan tangan kananku dari pinggang Zarina ke punggungnya dan kemudian meramas sambil menekan punggungnya itu ke arahku sehingga batang zakar aku yang keras itu menekan celah kangkangnya. "Faris!" Zarina mula panik Zarina dah mati akal. Tenaga yang ada pada dirinya tidak cukup kuat untuk melepaskan dirinya dari pelukanku yang semakin kuat. Air matanya bergelinangan. "Faris!" suaranya semakin sebak. Kemudian tangan kiriku terus memegang belakang kepalanya dan menariknya ke arahku. Aku terus mengucupnya dengan kucupan yang paling berahi. Apabila mulut kami bertemu, Zarina semakin panik. Dia cuba untuk bergelut melepaskan dirinya tetapi tidak terdaya. Dia juga cuba menjerit di dalam mulutku. "Hhmm!! Mmnn!! Mnnggh!!" suaranya ditenggelami di dalam kucupanku. Apabila Zarina cuba menjerit, mulutnya terbuka sedikit dan aku dengan pantas mengambil kesempatan itu untuk menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya sambil meraba-raba lidahnya. Kucupanku pada Zarina semakin berahi apabila aku menolak ke seluruh badan Zarina dengan tubuhku sendiri ke belakang menyebabkan dia hampir jatuh ke lantai, tetapi belakang badannya tersentak pada sinki dapurnya. Aku mengangkat keseluruh badan Zarina dan menyandarkannya pada sinki tersebut. Kakinya sekarang tidak lagi terjejak pada lantai. Semuanya ini dilakukan tanpa aku melepaskan mulutku dari mulutnya. Oleh kerana tubuh badan Zarina sekarang berada tersepit di antara tubuhku dan sinki dapurnya, kedua belah tanganku sekarang bebas bergerak. Tangan kiriku terus mencapai buah dada kiri Zarina dan aku meramasnya dengan penuh nafsu, sementara tangan kananku pula menyelak kain Zarina dan terus meramas faraj di celah kakinya. Apabila aku menjumpai seluar dalam Zarina, aku cuba menariknya keluar. Zarina terus bergelut. Kemudian aku menyeluk tangan kananku ke dalam seluar dalamnya dan terus meraba sambil meramas faraj Zarina. Dalam pada aku sedang menanggalkan seluar dalam Zarina, tiba-tiba suara Kamal kedengaran dari luar dapur.. "Ina, Ina. Are you in there, sayang?" Setelah mendengar suara suaminya yang akan masuk ke dapur, Zarina semakin panik.. "Mmaarggh!! Uurggh!!" jeritnya sambil memukul-mukul aku dengan tangannya. Aku melepaskan mulutku dari mulut Zarina. Air liur dari kedua-dua mulut kami melimpah turun ke dagu dan leher Zarina. Aku dengan pantasnya mengangkat diri aku dari tubuh Zarina apabila aku mendengar tombol pintu dapur dipusing. Aku terus bergerak ke arah bilik belakang. Oleh kerana Zarina sebelum ini tidak mempunyai sokongan tempat untuk dia berdiri, dia terus terjatuh ke atas lantai apabila aku melepaskannya dia. Dengan pantas dia bangun menghadap sinki apabila pintu dapur dibuka. Dia tidak sempat untuk menarik balik seluar dalam yang tersangkut di lututnya tetapi dia sempat untuk memperbetulkan kainnya menutup kakinya semula. Buah dara kirinya lagi masih terkeluar dari baju dalamnya. "Sayang, apa yang you buat dalam dapur lama ni?" jenguk Kamal kepada isterinya. Keadaannya di hadapannya memang kusut. Mulut, dagu dan lehernya penuh dengan air liur kami berdua, buah dada kirinya masih tergantung keluar dari bajunya dan beberapa butang bajunya juga terlucut. Air matanya bergelinangan keluar. "Cepatlah sikit, ramai orang yang haus ni" tegur Kamal yang langsung tidak sedar apa yang telah terjadi pada isterinya itu. Kamal kemudiannya keluar dari dapur tersebut. Aku melihat Zarina dari dalam bilik belakang. Dia melepaskan nafas yang panjang dan kemudian tercungap-cungap menangis. Apabila dia sedar yang aku sedang merenungnya, dia berhenti menangis dan membalas renunganku tetapi dengan perasaan yang benci. Sambil pendangannya tidak berganjak dari mataku, dia menarik semula seluar dalamnya ke atas, memperbetulkan buah dadanya ke dalam branya dan membutangkan semula bajunya. Aku mengampirinya dengan perlahan. "Apa lagi yang kau nak?" suara Zarina antara kedengaran dan tidak. Aku terus meninggalkan dapur itu. Malam itu aku tersenyum di atas katilku. Di dalam fikiranku, aku cuba bayangkan apa yang sedang berlegar di dalam kepala otak Zarina pada ketika ini. Sanggupkah dia memberitahu Kamal tentang apa yang berlaku pada dirinya siang tadi? Aku rasa tidak. Kalau ada sudah tentu dia memberi amaran kepada Kamal tentangku sejak insiden di restoran tempoh hari. Keesokkan paginya, aku menghubungi pejabat Zarina. "Minta maaf, encik," jawab receptionist pejabatnya. Aku pun bergegas ambil emergency leave and terus pergi ke rumah Zarina. Apabila aku sampai di rumahnya lebih kurang jam 9.30 pagi, aku dapati yang dia baru pulang dari menghantar ketiga-tiga anaknya ke taska. Sebaik sahaja Zarina perasan kehadiranku, dia terus berlari masuk ke dalam rumahnya. Aku terus mengejarnya dan sempat menolak pintu rumahnya terbuka sebelum dia dapat menutupnya. Apabila telah masuk aku terus mengunci pintu rumahnya dari dalam. Aku kemudiannya terus menghampiri Zarina. Pada mulanya dia cuba berundur dua tiga tapak bila aku mendekatinya, tetapi langkahku kebih panjang menyebabkan aku dapat mencapainya dengan senang. Aku terus memeluk tubuh badannya dengan erat. "Faris" Zarina memulakan kata-kata. Aku mengusap rambutnya dengan perlahan sambil merenung terus ke dalam matanya. Rupa Zarina comot betul pagi itu. Inilah pertama kalinya aku melihat Zarina tanpa sebarang make-up pun padanya. Rambutnya tidak terurus, matanya masih merah akibat kekurangan tidur, pipinya berbekas air mata yang telah kering. Selalunya aku akan bau wangian perfume di badannya, tetapi pagi ini badannya yang belum mandi itu berbau masam, sementara nafas mulutnya masih berbau air liur basi semalam. Tetapi yang anehnya, shalwat aku semakin berahi. Nafsuku terhadap Zarina semakin memuncak. Aku melihat tubuh badan Zarina dan menghidu bau badannya sebagaimana keadaan semula jadinya, bukannya berselindung di sebalik topeng kosmetik atau wangi-wangian tiruan. Aku dengan perlahan merendahkan mulutku dan terus mengucupnya dengan perlahan dan penuh kasih sayang.. Tidak seperti yang aku lakukan semalam. Pada mulanya, apabila bibir kami bertemu, Zarina tersentak sebentar kerana menyangka yang aku akan mengasarinya. Tetapi setelah merasai kelembutan kucupan yang berbeza itu, tubuh badannya semakin relaks. Setelah hampir dua minit kami berkucupan, Zarina dengan perlahan menarik mulutnya keluar. "Jangan, Faris" ulanginya. Aku mengucup bibirnya kembali. Kali ini Zarina merelakan kucupanku. Dengan perlahan dia memeluk leherku. Aku pun mengangkat dan mendukung tubuh badannya naik ke tingkat atas rumahnya. Aku terus mendukungnya masuk ke dalam bilik tidurnya dan dengan perlahan membaringkan tubuhnya di atas katilnya. Sepanjang perbuatan ini, aku tidak sekalipun melepaskan kucupanku itu. Setelah membaringkan Zarina di atas katilnya, aku duduk sebentar sebelahnya dan melihat tubuh badannya dari atas sehingga ke bawah. "God, you are so sexy," bisikku padanya. Aku kemudiannya membaringkan tubuhku di atas tubuhnya dan kami berpelukkan dengan penuh erat sambil mulut kami bercantum semula. Aku membelai tubuh badannya dengan perlahan-lahan. Aku telah menanti saat untuk meniduri Zarina bertahun-tahun lamanya, jadi aku tidak akan tergopoh-gapah melayannya. Setelah hampir sepuluh minit kami berpelukan dan berkucupan di atas katil itu, aku mengalihkan mulut dan lidahku pada bahagian-bahagian lain di badannya. Mula-mula aku menjilat pipinya dan telinganya. Tanganku pula aku alihkan pada kedua-dua payudaranya dan meramas-ramasnya dengan perlahan. "Sayang," aku bisik ke dalam telinganya. Apabila aku telah dapat membuka menanggalkan pakaian tidurnya, aku terus mengalihkan mulutku ke bawah dengan perlahan-mula-mula pada lehernya, dan kemudian dengan perlahan aku menjilat dadanya sehinggalah sampai kepada payudaranya. Akupun memasukkan payudara Zarina ke dalam mulutku dan menghisap sekuat hati. "Aarrgh" jerit kecil Zarina. Aku dapat merasakan susu dari payudaranya keluar, masuk ke dalam mulutku. Tetapi aku tidak menelan susu itu. Sebaliknya aku membiarkan ia meleleh keluar dari mulutku membasahi payudara Zarina. Dalam beberapa minit, kedua-dua payudara Zarina basah dengan keputihan susunya sendiri. Aku kemudiannya menurunkan mulutku dan menjilat perutnya, sambil kedua tanganku mula untuk menanggalkan seluar tidurnya. Apabila seluarnya telah tanggal, maka tiada lagilah seutas benang lagi di atas tubuhnya. Buat pertama kalinya aku dapat melihat apa yang aku cuba fantasikan sejak bertahun-tahun: tubuh badan Zarina yang bogel. Bentuk tubuh badan Zarina sebenarnya tidaklah sebegitu hebat seperti yang aku selalu mimpikan. Kedua-dua payudaranya sudah tidak tegang lagi, sementara lubang farajnya juga agak besar dan bibir farajnya terjuntai keluar. Jika nak dibandingkan dengan faraj Linda dan masih merah dan muda, faraj Zarina sudah coklat dan berkedut. Iya lah, inilah rupanya bekas orang-entah berapa ribu kali Kamal menyetubuhi Zarina dalam jangka waktu perkahwinan mereka, termasuk juga tiga orang bayi yang telah keluar melalui lubang itu. Tapi aku tidak sedikitpun kisah tentang semua ini. Kalau aku mahukan yang fresh, tentu aku tidak tinggalkan Linda yang masih muda. Dengan perlahan aku menyelak bibir faraj Zarina sambil menghidu bau lubangnya yang kuat dan tebal. Tetapi bagi aku, bau faraj seorang wanita adalah bau yang paling romantik yang pernah aku hidu. Aku memasukkan lidahku ke dalam lubang farajnya dengan perlahan. "Mm.. Mm.." Zarina mengerang dengan manja sambil mengigit bibir bawahnya sambil menikmati oral sex yang sedang aku berikan kepadanya. Sambil aku menjilat farajnya, sambil itu aku menanggalkan baju dan seluarku. Kami sekarang tidak mempunyai sehelai pakaian pun menutupi tubuh kami. Aku meneruskan jilatanku di sekitar dinding lubang farajnya sehingga air mazinya dan air liurku membasahi keseluruhan farajnya. Rasa air mazinya dan farajnya berbeza dengan Linda. Zarina punya lebih kelat dan pekat berbanding Linda yang lebih masin. Aku hilang pengiraan waktu semasa aku berada di celah kangkang Zarina itu. Aku rasa aku menghabiskan masa lebih dari lima belas minit menjilat farajnya itu. Aku kemudiannya mengalih mulutku ke biji kelentitnya pula. Aku mengulum kelentit Zarina sambil menyedut dengan perlahan. Lidahku bermain-main dihujung kelentit nya. Kaki Zarina semakin gelisah dan suaranya semakin kuat mengerang. "Oohh.. Mmggh.. Huurgh " bunyinya setiap kali aku menjilat kelentitnya. Tangannya sekarang sedang meramas rambutku. Aku memasukkan jariku ke dalam lubag faraj Zarina sambil mulutku masih bermain-main dengan kelentitnya. Dengan perlahan aku memasukkan jari-jariku masuk ke dalam farajnya sehingga aku menjumpai G-spotnya. Apabila jari tengahku dapat menyentuh G-Spotnya, dengan spontannya badan Zarina kejang dan dia menjerit kuat, "Aarrgh!!" Aku terus menggosokkan jariku ke G-Spotnya sehinggalah dia mencapai klimaks. "Oohh!! Faris!! Fariiss!!" jeritnya sambil badannya terangkat ke atas dan segala ototnya kejang seketika. Air maninya mengalir keluar dari farajnya membasahi keseluruhan tanganku. Setelah tamat klimaksnya yang panjang itu, badannya rebah kembali ke atas katil. Peluh dari tubuhnya menitik keluar. Aku pun bangun dari celah kangkang Zarina dan merenung matanya. "Faris" sebut Zarina dengan nada yang keletihan. Aku memegang batang zakarku yang tegang dan keras itu dan memasukkannya ke dalam lubang faraj Zarina. Setelah kepala zakarku telah masuk ke dalam lubang farajnya, aku menyandarkan badanku di atas badan Zarina dan mengucup bibirnya berkali-kali. Sambil itu, aku memulakan pendayungan. Mula-mula dayungan aku perlahan dan lembut. Waktu ini aku dapat rasa yang lubang faraj Zarina agak longgar jika dibandingkan dengan lubang Linda. Oleh kerana lubangnya penuh dengan air maninya sendiri, setiap kali aku menghunus batang aku dalam ke lubangnya, bunyi kocakkan air maninya kuat seperti bunyi memukul air dengan belati. Air faraj Zarina melimpah keluar membasahi cadar katilnya. Aku kemudiannya mengangkat kedua-dua kaki Zarina ke menolaknya atas katil. Lubangnya farajnya terbuka lebih luas dan aku dapat menghunus batang aku jauh ke dalam. "Oohh oohh. Oohh oohh!!" jerit Zarina setiap kali aku mengunus batangku ke dalam. Aku mengangkat punggung Zarina dan menyorongkan sebuah bantal di bawahnya, kemudian menolak kedua-dua kaki Zarina sehingga kepala lututnya berada di sebelah telinganya. Batang zakar aku sekarang dapat bergesel dengan dinding depan farajnya dan betul-betul jauh ke dalam. Kepala zakar aku menjumpai G-spotnya dan aku terus mendayung dengan lebih laju ke arah itu. Nikmatnya sungguh lazat sekali bagi aku dan juga Zarina. Aku tidak pernah merasa kelazatan seks yang begitu indah sekali sebagaimana yang aku sedang menikmatinya. Dan aku tahu yang Zarina pun merasai kenikmatan tersebut apabila dia meramas dan menarik punggungku dan mempercepatkan dayungan batangku ke dalam farajnya. "Oo Faris sedapnya oo" Zarina semakin hampir pada klimaksnya yang kedua. Badannya kejang semula sambil melonjak ke atas. Tangannya meronta-ronta seperti orang yang sedang lemas di dalam air, mulutnya tercungap-cungap seperti orang yang kekurangan udara, dan matanya terpejam kuat sehingga menitis air matanya. Kemudian badannya rebah semula ke atas katil. "Oohh oohh" suaranya semakin perlahan. Katil itu basah dengan peluh kami berdua, sementara air maninya mencurah-curah di antara celah kangkangnya. Tetapi aku masih belum selesai lagi dengan Zarina. Aku meluruskan semula kakinya untuk merapatkan lubang farajnya. Dayungan batang aku semakin laju dan kuat. Batang zakar aku sekarang bergesel dengan kuat pada kesemua dinding farajnya sambil air mencurah-curah keluar. Aku dapat merasakan yang kedua-dua telor aku sudah penuh dengan air mani dan menunggu masa untuk terpancut keluar. "Sayang.. Sayang, I'm gonna cum inside you. I'm gonna cum inside you now. Now.. NOW!!" Dengan sekuat hatiku, aku memancutkan air maniku terus ke dalam rahimnya. Zarina klimaks lagi buat kali ketiga apabila rahimnya telah dibanjiri oleh air mani panasku. Sekarang kedua-dua badan kami rebah di atas katil yang basah dan berbau seks itu. Kami mengambil nafas panjang sambil berkucup-kucupan dengan penuh berahi. Aku memeluk Zarina dengan begitu erat sekali. "Sayang, you were wonderful. I love you so much " aku ucapkannya kepadanya sambil tidak berhenti-henti mengucupnya. Akupun senyum padanya kembali. Saat itulah yang aku tahu bahawa walaupun Zarina adalah isteri Kamal, tetapi dia sekarang adalah milikku. Zarina meletakkan kepalanya di atas dadaku sambil memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Tidak sampai lima minit, dia kemudiannya tertidur dalam pelukanku. Aku merenung Zarina untuk seketika sebelum aku pun menidurkan diriku bersamanya. Aku tidak melepaskan pelukanku yang erat sepanjang masa aku menidurinya. Apabila kami bangun dari tidur, jam telah menunjukkan pukul dua belas tengah hari. Oleh kerana kami tidak memasang air-con bilik tersebut pada awal pagi tadi, badan kami basah dengan peluh masing-masing akibat panas cuaca tengah hari. Bau bilik tidur Zarina tidak ubah seperti bau sarang pelacuran. Seperti biasa, batang zakar aku keras dan tegang selepas aku tidur. Zarina yang perasan kekerasan batang aku itu menyahut pelawaannya. Dia memanjat duduk ke atas badanku yang sedang telentang di atas katil dan memegang batang zakar aku dengan tangannya. Kemudian, dia mengangkangkan kakinya di atas batang zakar aku dan dengan perlahan menurunkan badannya ke bawah. Batang zakar aku yang semakin keras itu dengan perlahan dimasukkannya ke dalam lubang faraj yang sedang lapar itu. Kali ini giliran Zarina pula yang mengambil control. Pada awalnya, pergerakkannya turun naik adalah perlahan sambil dia memperbetulkan posisinya supaya batang zakar aku bergesel dengan G-Spotnya. Apabila dia telah mencapai posisi yang selesa, lonjakkannya turun-naik semakin laju dan semakin kuat. "Eerrghh!! Eergghh!! Eerghh!!" jeritan Zarina lebih liar berbanding sesi pagi tadi. Semakin lama semakin lemas Zarina dalam kenikmatan seks kami. Aku terpaksa memegang pinggangnya untuk memberbetulkan balancenya supaya dia tidak terjatuh dari lonjakannya yang liar itu. Kedua-dua payudaranya melonjak naik turun mengikut rhythm badannya seperti belon yang berisi air. Rambutnya yang panjang terbang melayang. Peluhnya memercik turun dengan seperti air hujan. Setelah hampir sepuluh belas minit Zarina menunggangku seperi menunggang seekor kuda liar, akhirnya kami berdua sampai ke klimaks hampir serentak. Badannya kejang seperti orang kena kejutan elektrik dan kemudian rebah jatuh ke atas badanku keletihan. Walaupun sesi seks kami kali ini hanyalah beberapa minit sahaja, tetapi keletihannya jauh lebih dirasai dari pagi tadi. Setelah kembali dengan tenaga masing-masing, kami turun ke bawah dan Zarina menyediakan spaghetti bolognese untuk makanan tengahari. Dia hanya berpakaian baju tidurnya tanpa berseluar dan aku pula hanya memakai seluar dalamku. Sepanjang makan tengahari, kami bermain-main dengan spaghetti kami dengan permainan erotik. Kadangkala aku sengaja menumpahkan speghetti aku ke atas payudara dan farajnya dan kemudian menjilat-jilatnya semula ke dalam mulutku. Zarina pun berbuat perkara yang sama ke atas batang zakarku. Dalam sekejap masa sahaja, kami dalam keadaan berbogel semula dalam posisi 69 menikmati kemaluan masing-masing di atas lantai dapurnya. Aku memancutkan air mani aku ke dalam mulutnya dan dia menyedut dan menelan setiap titik. Kemudian, Zarina membertahu aku bahawa inilah kali pertama dia merasai air mani seorang lelaki. Selama ini, Kamal tidak pernah mengajarnya dengan oral sex. Setelah habis 'makan tengahari', kami bergerak ke living hallnya pula. Zarina memasang CD "Kenny G" dan kami saling beramas-ramasan, kucup-berkucupan dan menjilat-jilat antara satu sama lain di atas kerusi panjang. Apabila keadaan kembali menjadi hangat semula, kami menyambung sesi 69 di atas karpet rumahnya. Kami akhirnya jatuh tidur kepenatan di atas karpet rumah Zarina bertatapkan kemaluan masing-masing. Jam empat petang, aku dikejutkan oleh Zarina.. "Bangun Faris. You have to go," jelasnya. Aku menolong Zarina mengemas dapur dan bilik tidurnya. Cadarnya penuh dengan tompokkan air-air seks kami. Zarina terus menukar cadar katil dengan cadar yang baru. Setelah selesai mengemas bilik tidur, kami akhirnya masuk ke dalam bilik air untuk mandi. Kami memandikan dan menyabun diri masing-masing dengan gerakan yang erotik di bawah aliran air shower. Keadaan menjadi semakin erotik dan kami bersetubuh buat kali kelima di dalam shower itu. Setelah selesai membersihkan diri masing-masing, aku mengenakan pakaianku semula dan bersiap sedia untuk pulang. "Thank you kerana sudi spent time with me today, sayang," aku ucapkan kepadanya semasa aku hendak keluar. Aku tertawa dengan sindirannya. Dengan perlahan aku mengucup bibirnya sekali lagi dan mengucapkan goodbye. Mulai dari saat itu, perhubungan aku dengan Zarina lebih erat dari suami isteri lagi. Hampir setiap hari aku menyetubuhinya. Samada aku akan akan pejabatnya waktu lunch break atau dia akan menemuiku. Tak kiralah samada di bilik setor, di pantry, di dalam tandas, mahupun di dalam bilik bos, kami akan melepaskan nafsu masing-masing di mana sahaja ada ruang kosong dan sunyi. Dua minggu kemudian, kami akan berjumpa sejam sekali sehari di apartmentku. Aku telah memberikan kunci kepadanya supaya senang dia berkunjung. Selalunya kami akan menonton Video CD porno sambil memainkan semula adigan-adigan seks tersebut. Perhubungan sulit kami berterusan sehingga hampir setahun lamanya. Satu hari, setelah selesai kami melakukan hubungan seks di apartmentku, aku memeluk Zarina dengan erat sambil berbisik ke telinganya.. "Ina, I miss you so much" Zarina memandang ke arahku. Pada mulanya Zarina agak keberatan, tetapi setelah aku pujuk, akhirnya dia bersetuju juga. Kami merancang dengan teliti program kami. Zarina memohon untuk menghadiri kursus management selama seminggu kepada majikannya. Setelah puas mencari, akhirnya Zarina dapat register pada satu seminar public management di Berjaya Langkawi Beach Resort. Aku pula mengambil cuti rehat selama seminggu pada tarikh seminar tersebut. Kami sengaja mengambil flight yang berasingan ke Langkawi pada hari tersebut. Aku pergi dulu pagi itu dan kemudian menunggu Zarina di airport. Kapal terbangnya tiba waktu tengahari. Aku menjemputnya dan kemudian kami terus check-in di Berjaya. Zarina pergi berjumpa dengan urusetia seminar dan membatalkan penyertaannya. Di Langkawi, kami seperti sepasang kekasih yang paling intim sekali lebih intim dari sepasang suami-isteri yang baru berkahwin. Dua malam pertama vacation, kami terperap di dalam chalet berasmara siang dan malam. Kami tidak keluar bilik langsung. Even makanan kami di hantar melalui room service. Di hari-hari berikutnya kami menjadi lebih adventurous. Kami keluar bersiar-siar di hutan (Berjaya Langkawi dibina di sekeliling hutan seperti suasana kampung) dan melakukan persetubuhan apabila tiada orang melihat. Kadang-kadang pada waktu malam, kami akan berjalan di pesisiran pantai dan kemudian melakukan persetubuhan di situ di bawah sinaran bintang-bintang yang samar. Setiap hari kami akan melakukan seks sekurang-kurangnya tiga atau empat kali sehinggakan air mani aku kering terus dan tidak keluar lagi apabila aku klimaks. Aku tidak dapat lupakan pengalaman aku dengan Zarina selama seminggu di Langkawi. Terlalu banyak sexual adventure yang kami terokai. Mungkin aku akan ceritakannya satu persatu dalam kisah-kisah yang lain. Tetapi perkara yang betul-betul terkenang di fikiranku hingga kini adalah pada malam terakhir kami di Langkawi. Setelah selesai makan malam di sebuah restoran yang romantik, kami pulang ke chalet cinta kami. Sebaik sahaja kami masuk ke dalam bilik, aku terus memeluk Zarina dari belakang dan mencium lehernya dengan rakus. "Faris" Zarina ketawa kecil dengan tindakanku itu. Dia kemudiannya memusingkan badannya ke arahku dan mengucup bibirku. Tanpa membuang masa lagi, aku terus mengangkat tubuh badannya dan membaringkannya di atas katil. Dengan perlahan, aku menanggalkan pakaiannya sambil meraba-raba tubuh badannya. Zarina pun berbuat perkara yang sama padaku. Setelah hampir sepuluh minit kami bermain-main di atas katil, kami sudah menanggalkan semua jenis kain yang ada pada tubuh kami. Faraj Zarina sudah basah dengan air mazinya sementara batang zakarku telah tegang pada tahap maksimumnya. Aku mendudukkan diriku di atas hujung katil sementara Zarina masih telentang menghadapku. Aku mengangkat kaki Zarina ke atas dan menyandarkannya ke atas badanku dan bahuku. Dengan perlahan aku memasukkan batang zakar aku ke dalam lubang farajnya yang sedang menanti. "Hmm" bunyi Zarina begitu manja sekali sambil memejamkan matanya tersenyum menikmati batang zakar aku di dalam farajnya. Dengan perlahan, aku memulakan pendayunganku. Tetapi nikmat persetubuhan kami malam itu tiba-tiba terganggu dengan bunyi telefon bimbit Zarina. "Fuck!" katanya dengan perasaan geram tatkala terkejut dengan bunyi telefonnya. Zarina menoleh ke arah telefon bimbitnya dan dengan tiba-tiba air mukanya berubah menjadi pucat. Aku turut menoleh dan pada waktu itu aku nampak nombor telefon yang terpampar di skrin telefon bimbit Zarina adalah dari rumahnya sendiri. Zarina tidak menjawab pada mulanya dan membiarkan telefon itu berdering. Aku masih lagi mendayung batang zakarku ke dalam lubang faraj Zarina sepanjang telefon itu berdering. Setelah hampir dua minit, akhirnya ianya pun senyap. Tetapi mood Zarina sudah berubah. Dia kelihatan gelisah dan masih merenung telefonnya. Aku cuba menenteramkannya semula dengan meramas-ramas payudaranya dan menghunus batang zakar aku lebih dalam. Tetapi usaha aku tidak berjaya tatkala telefon itu berdering sekali lagi. Kali ini Zarina tersentak seolah-olah seperti suaminya berada di dalam bilik itu. Setelah berfikir dua tiga kali, akhirnya Zarina mencapai telefonnya sebelum aku dapat berkata apa-apa. "Hello," jawab Zarina. Walaupun aku tidak mendengar siapa yang berada di sebalik talian telefon itu, aku tahu ia adalah Kamal. "Ina baru balik dari closing seminar ni," suaranya menggeletar menjawab. Tiba-tiba Zarina tidak berkata apa-apa. Kamal memberitahu isterinya sesuatu yang panjang. Zarina dengan penuh konsentrasi mendengar kata-kata suaminya itu tanpa tidak sedar yang aku masih mendayung batang zakar dengan perlahan keluar masuk lubang farajnya. "Abang, janganlah kata begitu", suara Zarina lembut. Matanya sudah mula berair. Dia kemudiannya terus menangis. Aku tidak tahu apa yang dikatakan oleh Kamal kepada isterinya itu tetapi aku tahu ianya telah menyentuh hati kecil Zarina. Aku meletakkan kaki Zarina di atas katil semula dan dengan perlahan memeluk tubuhnya. Dalam pelukanku, Zarina mengucapkan sesuatu padaku yang pahit aku penah dengari.. "Faris, I cannot go through this anymore. Aku sudah tidak sanggup menduakan suamiku lagi. Kamal seorang suami yang baik, Faris. Please understand" Agak susah untuk aku menerimanya, tetapi setelah termenung seketika, aku terpaksa akui yang Zarina bukannya milikku selamanya. Aku merenung mata kekasihku dengan penuh kasih sayang. Dengan perlahan, aku mengundurkan batang zakarku dari lubang farajnya. Tetapi tiba-tiba Zarina berkata.. "Faris, don't", dengan perlahan Zarina memeluk punggungku, dan menolaknya kembali menyebabkan batang zakar aku kembali masuk ke dalam lubangnya. Aku mengucup bibirnya dengan perlahan sambil meneruskan pendayunganku. Sepanjang persetubuhan kami malam itu, tidak satu pun suara kedengaran dari kami berdua. Zarina menutup matanya sambil menikmati dayunganku buat kali terakhir. Apabila kami berdua mencapai klimaks, kami menguatkan pelukan dengan lebih erat lagi tanpa mengeluarkan satu keluhan pun. Malam itu aku memancut air maniku dengan banyak sekali ke dalam rahim Zarina, sebagaimana yang aku rasai sewaktu pertama kali kami bersetubuh. Walaupun setelah selesai persetubuhan kami, aku tidak mencabut keluar batang zakarku dari lubang farajnya. Aku membiarkannya berada di dalam tubuh Zarina sepanjang malam. Kami tidur dalam pelukan masing-masing sambil kedua-dua tubuh kami bersatu. Tatkala siang menjelma keesokkan harinya, tubuh kami masih lagi bersatu. Tetapi aku tahu bahawa segalanya telah berakhir. Dengan perlahan aku mengeluarkan batang zakar aku dari farajnya. Kami mengemaskan diri dan pakaian masing-masing secara berasingan. Lazimnya, kami sudah melakukan persetubuhan di waktu pagi samada di atas katil atau di bilik air. Kali ini ianya tidak berlaku. Aku dan Zarina mandi berasingan. Aku check-out dari resort itu dahulu kerana flight aku adalah flight pagi. Semasa di dalam kapal terbang, aku sudah rindukan Zarina. Apabila sampai di Subang, aku mengambil keputusan untuk menunggu Zarina. Aku menunggunya hingga ke tengah hari apabila flightnya touch-down. Tiba-tiba aku terlihat Kamal membawa ketiga-tiga anaknya untuk menjemput isterinya. Beberapa minit kemudian, Zarina keluar dari balai ketibaan disambut oleh keluarganya. Zarina mencium tangan suaminya, dan kemudian Kamal mencium pipi Zarina. Mereka berpelukan antara satu sama lain seperti satu keluarga bahagia. Aku hanya memerhatikan keluarga Zarina dari jauh. Pada ketika itu aku berasa kesal dan sedih ke atas Kamal. Dia memang seorang rakan yang baik kepadaku. Dia banyak menolong sejak kami berdua dari kecil lagi. Tetapi aku telah membalas jasa-jasa baik kawan karibku dengan meniduri isterinya. Aku meninggalkan lapangan terbang itu dengan hati bercampur sedih dan juga gembira. Sejak daripada itu, aku dan Zarina sudah tidak mempunyai apa-apa hubungan lagi. Aku cuma menjumpainya di waktu gathering rakan-rakan kami. Pada mulanya agak sukar untuk kami menerimanya, tetapi semakin hari semakin dapat adjust seperti mana keadaan sebelumnya. Cuma sesekali aku terlihat perasaan rindu Zarina kepadaku di dalam matanya. | ||
| Posted: 01 Dec 2014 06:31 PM PST
Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda. Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satupersatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat. Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Abi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun. Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Tita sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia. Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba. "Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?" tanya Abi tergagap "Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok" jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental. Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Tita. Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Abi selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tita tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tita yang masih dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Tita dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi. Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur. "Gambar tivinya jelek ya?" tanya Tita mengagetkan Abi. "Eh, iya. Antenenya kali" jawab Abi sambil menunduk. Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah. "Semuanya jelek", kata Tita, "Nonton VCD saja ya?". "Terserah Teteh" kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu. "Tapi adanya film unyil, nggak apa?" kata Tita sambil tersenyum menggoda. Abi faham maksud Tita tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno. "Ya terserah Teteh saja" jawab Abi. Tita kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Abi semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam. "Mau nonton yang mana?" tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Abi. Abi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno. "Eh, ah yang mana sajalah" kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu. "Yang ini saja, ada ceritanya" kata Tita mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Abi mencoba menenangkan diri. "Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?" tanya Abi memancing "Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk" jawab Tita sambil tertawa kecil "Bapak juga?" tanya Abi lagi "Ngga lah, marah dia kalau tahu" kata Tita kembali duduk setelah memencet tombol player. Memang selama ini Tita menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral. "Bapak kan orangnya kolot" lanjut Tita "dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!" Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia itu. Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya. Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Abi sudah tidak ragu lagi. "Teteh kesepian ya?" Tanya Abi sambil menatap perempuan itu Tita balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan. "Kamu mau tolong saya?" tanya Tita sambil memegang tangan Abi. "Bagaimana dengan Bapak ?" tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini. "Jangan sampai Bapak tahu" kata Tita. "Itu bisa diatur" lanjut Tita sambil mulai merapatkan tubuhnya. Abi tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tita. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita. Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya. Tita bergetar ketika jemari Abi menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Abi memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tita telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tita telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Abi dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu. Segera saja tangan Abi merambahi kembali lembah hangat milik Tita yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tita makin mendesah ketika jemari Abi mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kemaluannya. Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Tita. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tita. Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya. Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun, Tita tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Tita sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi. Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Tita bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Tita mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian. Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar. "Ah..terus Bi.." desahnya membara. Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya. Malam ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Abi mulai menyusuri leher jenjang Tita yang selama ini tertutup rapat. Mulut Abi menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tita, tapi tiba-tiba Abi bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Tita yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Abi ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tita juga faham maksud Abi. Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Abi lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tita menunduk memperhatikan kepala Abi dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Abi selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus. Abi menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Labia mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya "Ahhh.!" Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya. Desahannya semakin menjadi ketika lidah Abi mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat. Rupanya Tita sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya. Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno. Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya. Jilatan dan rabaan Abi rupanya telah menaikkan nafsu Tita makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tita yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu. "Ahhhduh gusti! Ahhh! enak euy !" jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga. Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri. Muka Abi basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tita. Abi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh. "Hatur nuhun ya Bi" kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya. Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Abi telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras. Batang kontol yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Abi mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama. "Kenapa sih?" tanya Tita sambil senyum-senyum. "Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup" jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya. Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona. Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Abi. Dan Tita yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya. Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno. Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kontol yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kontol yang telah basah itu dan dikulumnya. Abi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu. Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Abi semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tita adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tita yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film. Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Abi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Tita meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya. "Ah Teh, sudah mau keluar nih" desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya. Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita. Abi meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tita semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Tita semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kontol Abi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual. "Bagai mana rasanya Teh?" tanya Abi. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias. "Enak, gurih" kata Tita tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit. "Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu" katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono. Abi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Tita di dapur membuatkan minuman. Abi mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tita menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi. Perlahan dirasakan batang kontol Abi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tita semakin mengelinjang ketika tangan Abi yang satunya mulai merambahi selangkangannya. "Sudah nggak sabar ya" katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus. "Dikamar saja ya" ajak Tita ketika ciuman mereka semakin larut. Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk. Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tita mendorong kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya. Abi menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tita mendesah sambil mengerumus rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi dengan lembut. Abi merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras. "Oh Bi! Geliin..terus akh!" Tangan Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya. "Ahh..terus sayang!" desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Abi dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab. Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu. Tita rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita dengan bernafsu. Abi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tita yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing. Tita istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya. "Oh! Bi, lakukanlah" desah Tita mulai tak tahan menahan hasratnya. Abi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut. Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan. Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya. "Akh! enak Bi!" desisnya. Tangannya menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya. Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat. "Ayo Bi geyol terusss!" desis Tita makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Abi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita. "Oh..Bi !"jerit Tita nkmat setiap kali Abi melakukannya.Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam. Semakin sering Abi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang sekian Tita merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya. "Ahk..! Ahduh akhh!" teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Abi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha mengimbangi. Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam. Abi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga selangkangannya lebih terangkat. "Ahhh" Abi mendesah nikmat ketika dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya. "Akhh!!" jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.Tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu. "Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun" kata Tita terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam. Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam! Memang Tita sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya. *** Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat. Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Abi masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam. Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita dengan pakaian lengkap dengan jilbab rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman. "Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak" katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang. "Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi" katanya sambil senyum menggoda. Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tita ramuan rahasia menambah gairah lelaki. Kemudian Tita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar. "Teteh mau kemana sih kok rapi" tanya Abi "Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas" kata Tita kembali tersenyum nakal. Abi merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap. "Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh alimmm banget." Goda Abi sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu. "Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa pengen kehangatan, pengen kenikmatan" jawabnya sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya. "Teh .. jangan dilepas dulu jilbabnya Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?" kata Abi. "Apa sih?" tanya Tita agak heran. "Maaf nih Teh, "kata Abi, "Teteh mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya?". "Kenapa tidak" kata jawab Tita Tita tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya. "Jilbabnya jangan dilepas dulu teh" seru Abi.Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita. Dengan masih bergoyang, Tita mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam berwarna pink. Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Abi benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang wanita berjilbab menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam wow dan perlahan batang kontolnya mulai ngaceng. Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Abi sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan meraba paha Tita dan membelainya. Kini selangkangan Tita tepat dimuka Abi.Dengan tangannya ditariknya kebawah celana dalam Tita dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tita mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok. Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Abi pada selangkangannya.Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tita dengan rakus. Tita mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari tangannya. Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri. Tita merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah. Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang liar. Tita semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Abi masih terhujam dilubang memeknya. Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Abi dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas. Entah kenapa, Abi sangat suka menjilati seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun.Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah keras mengaceng. Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang kontol Abi yang telah mengaceng keatas. Abi membantu mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tita mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit. Lubang memek Tita meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan Tita. Tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.Secara normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian. Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram minum minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka. Abi merasakan selusuran batang kontolnya didalam lubang memek Tita yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala kontolnya yang sensitif pada dinding lubang memek itu menjadi lebih nikmat. Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Abi yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya. Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Abi. Sesekali Tita menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tita ketika kepala kontol Abi menghujam lubang memeknya yang terdalam yang paling sensitif. Tita terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya. "Achhh..!! " jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan. Tubuhnya mendekap Abi dengan ketat. Abi yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih bertaut dalam dilubang memek Tita. Segera Abi mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tita. Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut. Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tita yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya. "Duh gusti.!.ackhh..oh! " jeritnya nikmat. Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Abi terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada perempuan ini. Kembali Abi berusaha memacu kembali hasrat Tita yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Tita diguncang getaran yang paling nikmat. "Aaaarrggghh..!" desahnya kembali. Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Abi yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani Abi muncul. "Bi, saya mau kulum punya kamu" pintanya kembali bersemangat. Abi menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Abi juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. maka dicabutnya batang kontol dari lubang kenikmatan itu. Tita mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera berlutut mengangkangi badan Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat dimuka Tita yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat. Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi. Luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang apalagi mulut wanita berjilbab ini membuka siap menerima batang kontolnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Abi merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kontolnya dengan mulutnya. Tita dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Abi semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita. Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tita. Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita. Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu. Tita bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore. | ||
| Kisah Seks Ngentot Tante Sampai Hamil Posted: 01 Dec 2014 06:29 PM PST
Sebenarnya ayah saya asli orang Indonesia dan ibu juga, tapi dari cerita yang saya dapatkan dari kelurga, bahwa ibu saya pernah kerja di USA atau di Houston sebagai pembantu rumah tangga. Waktu itu ada pamilik yang tinggal di Huston memerlukan seorang pembantu untuk mengurusi anaknya. Pendek cerita ibu saya sudah 2 tahun di Huston mendapat masalah, dimana dia pernah diperkosa sama orang Bule di sana, dan karena sudah trauma dengan kejadian yang menimpanya, maka dia minta pulang ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia dia langsung mendapatkan jodoh, yaitu ayah saya sekarang, dan ternyata ibu saya telah hamil dengan orang Bule yang pernah memperkosanya. Itulah pendek cerita mengenai latar belakang saya, kenapa saya jadi keturunan indo. Okey sorry terlalu panjang pendahuluannya, kita langsung saja ke ceritanya. Kejadian ini bermula dimana saya memiliki pacar yang sangat cemburu dan sayang sama saya, maka saya dianjurkan mengontrak rumah di rumah tantenya yang tentunya berdekatan dengan rumahnya. Saya bekerja di salah satu perusahaan Asing yang berkecimpung di Akuntan Public yang terkenal dan ternama, maka saya mendapatkan uang yang secukupnya untuk membiayai adik saya 5 orang yang sedang kuliah di Jakarta. Dan untung saja 3 orang masuk UI dan 2 orang masuk IPB, maka dengan mudah saya bayar uang semesterannya. Sedangkan saya sendiri hanya membutuhkan uang makan dan ongkos, dimana saya tinggal di kawasan Bogor yang terkenal dengan hujannya. Setelah dua tahun saya mengontrak di rumah yang sampai sekarang juga masih saya tempati, terjadilah kejadian ini. Dimana waktu itu kelima adik saya pulang kampung karena liburan panjang ke Kalimantan, sedangkan saya yang kerja tidak dapat pulang kampung dengan mereka, maka tinggallah saya seorang diri di Jakarta. Waktu itu tepat hari Sabtu, dimana Om Boyke atau suami Tante Linda ini biasanya kerja pada hari Sabtu, maklum dia adalah pegawai swasta dan sering juga ke lapangan dimana dia bekerja di perminyakan di lepas pantai. Jadi waktu itu Om Boyke ke lapangan dan tinggallah Tante Linda sendirian di rumah. Tante Linda telah menikah, tetapi sudah lama tidak mendapatkan anak hampir sudah 8 tahun, dan hal itu menjadi pertanyaan siapa yang salah, Tante Linda apa Om Boyke. Okey waktu itu tepatnya malam Sabtu hujan di Bogor begitu derasnya yang dapat menggoda diri untuk bermalas-malas. Secara otomatis saya langsung masuk kamar tidur dan langsung tergeletak. Tiba-tiba Tante Linda memanggil, "Jach… Jach… Jach… tolong dong..!" Saya menyahut panggilannya, "Ada apaan Tante..?" "Ini lho.. rumah Tante bocor, tolong dong diperbaiki..!" Lalu saya ambil inisiatif mencarikan plastik untuk dipakai sementara supaya hujannya tidak terlalu deras masuk rumah. 10 menitan saya mengerjakannya, setelah itu telah teratasi kebocoran rumah Tante Linda.Kemudian saya merapikan pakaian saya dan sambil duduk di kursi ruang makan. Terus Tante Linda menawarkan saya minum kopi, "Nih.., biar hangat..!" Karena saya basah kuyup semua waktu memperbaiki atap rumahnya yang bocor. Saya jawab, "Okelah boleh juga, tapi saya ganti baju dulu ke rumah.." sambil saya melangkah ke rumah samping. Saya mengontrak rumah petak Tante Linda persis di samping rumahnya. Tidak berapa lama saya kembali ke rumah Tante Linda dengan mengenakan celana pendek tanpa celana dalam. Sejenak saya terhenyak menyaksikan pemandangan di depan mata, rupanya disaat saya pergi mandi dan ganti baju tadi, Tante Linda juga rupanya mandi dan telah ganti baju tidur yang seksi dan sangat menggiurkan. Tapi saya berusaha membuang pikiran kotor dari otak saya. Tante Linda menawarkan saya duduk sambil melangkah ke dapur mengambilkan kopi kesenangan saya. Selang beberapa lama, Tante Linda sudah kembali dengan secngkir kopi di tangannya. Sewaktu Tante Linda meletakkan gelas ke meja persis di depan saya, tidak sengaja terlihat belahan buah dada yang begitu sangat menggiurkan, dan dapat merangsang saya seketika. Entah setan apa yang telah hinggap pada diri saya. Untuk menghindarkan yang tidak-tidak, maka dengan cepat saya berusaha secepat mungkin membuang jauh-jauh pikiran kotor yang sedang melanda diri saya. Tante Linda memulai pembicaraan, "Giman Jach..? Udah hilang dinginnya, sorry ya kamu udah saya reporin beresin genteng Tante." "Ah… nggak apa-apa lagi Tante, namanya juga tetangga, apalagi saya kan ngontrak di rumah Tante, dan kebetulan Om tidak ada jadi apa salahnya menolong orang yang memerlukan pertolongan kita." kata saya mencoba memberikan penjelasan. "Omong-omong Jach, adik-adik kamu pada kemana semua..? Biasanya kan udah pada pulag kuliah jam segini," "Rupanya Tante Linda tidak tau ya, kan tadi siang khan udah pada berangkat ke Kalimantan berlibur 2 bulan di sana." "Oh… jadi kamu sendiri dong di rumah..?" "Iya Tante.." jawab saya dengan santai. Terus saya tanya, "Tante juga sendiri ya..? Biasanya ada si Mbok.., dimana Tante?" "Itu dia Jach, dia tadi sore minta pulang ke Bandung lihat cucunya baru lahir, jadi dia minta ijin 1 minggu. Kebetulan Om kamu tidak di rumah, jadi tidak terlalu repot. Saya kasih aja dia pulang ke rumah anaknya di Bandung." jelasnya. Saya lihat jam dinding menunjukkan sudah jam 23.00 wib malam, tapi rasa ngantuk belum juga ada. Saya lihat Tante Linda sudah mulai menguap, tapi saya tidak hiraukan karena kebetulan Film di televisi pada saat itu lagi seru, dan tumben-tumbennya malam Sabtu enak siarannya, biasanya juga tidak. Tante Linda tidak kedengaran lagi suaranya, dan rupanya dia sudah ketiduran di sofa dengan kondisi pada saat itu dia tepat satu sofa dengan saya persis di samping saya. Sudah setengah jam lebih kurang Tante Linda ketiduran, waktu itu sudah menunjukkan pukul 23.35. "Aduh gimana ini, saya mau pulang tapi Tante Linda sedang ketiduran, mau pamitan gimana ya..?" kata saya dalam hati. Tiba-tiba saya melihat pemandangan yang tidak pernah saya lihat. Dimana Tante Linda dengan posisi mengangkat kaki ke sofa sebelah dan agak selonjoran sedang ketiduran, dengan otomatis dasternya tersikap dan terlihat warna celananya yang krem dengan godaan yang ada di depan mata. Hal ini membuat iman saya sedikit goyang, tapi biar begitu saya tetap berusaha menenangkan pikiran saya. Akhirnya, dari pada saya semakin lama disini semaking tidak terkendali, lebih baik saya bangunkan Tante Linda biar saya permisi pulang. Akhirnya saya beranikan diri untuk membangunkan Tante Linda untuk pulang. Dengan sedikit grogi saya pegang pundaknya. "Tan… Tan…" Dengan bermalas-malas Tante Linda mulai terbangun. Karena saya dengan posisi duduk persis di sampingnya, otomatis Tante Linda menyandar ke bahu saya. Dengan perasaan yang sangat kikuk, tidak ada lagi yang dapat saya lakukan. Dengan usaha sekali lagi saya bangunkan Tante Linda. "Tan… Tan…" Walaupun sudah dengan mengelus tangannya, Tante Linda bukannya bangun, bahkan sekarang tangannya tepat di atas paha saya. "Aduh gimana ini..?" gumam saya dalam hati, "Gimana nantinya ini..?" Entah setan apa yang telah hinggap, akhirnya tanpa disadari saya sudah berani membelai rambutnya dan mengelus bahunya. Belum puas dengan bahunya, dengan sedikit hati-hati saya elus badannya dari belakang dengan sedikit menyenggol buah dadanya. Aduh.., adik saya langsung lancang depan. Dengan tegangan tinggi, nafsu sudah kepalang naik, dan dengan sedikit keberanian yang tinggi, saya dekatkan bibir saya ke bibirnya. Tercium sejenak bau harum mulutnya. Pelan-pelan saya tempelkan dengan gemetaran bibir saya, tapi anehnya Tante Linda tidak bereaksi apa-apa, entah menolak atau menerima. Dengan sedikit keberanian lagi, saya julurkan lidah ke dalam mulutnya. Dengan sedikit mendesah, Tante Linda mengagetkan saya. Dia terbangun, tapi entah kenapa bukannya saya ketakutan malah keluar pujian. "Tante Linda cantik udah ngantuk ya..? Mmuahhh..!" saya kecup bibirnya dengan lembut. Tanpa saya sadari, saya sudah memegang buah dadanya pada ciuman ketiga. Tante Linda membalas ciuman saya dengan lembut. Dia sudah pakar soal bagaimana cara ciuman yang nikmat, yaitu dengan merangkul leher saya dia menciumi langit-langit mulut saya. 10 menit kami saling berciuman, dan sekarang saya sudah mengelus-elus buah dadanya yang sekal. "Ahk… ahk..!" dengan sedikit tergesa-gesa Tante Linda sudah menarik celana saya yang tanpa celana dalam, dan dengan cepat dia menciumi kepala penis saya. "Ahkk… ah..!" nikmatnya tidak tergambarkan, "Ahkkk..!" Saya pun tidak mau kalah, saya singkapkan dasternya yang tipis ke atas. Alangkah terkejutnya saya, rupanya Tante Linda sudah tidak mengenakan apa-apa lagi di balik dasternya. Dengan agak agresif saya ciumi gunung vaginanya, terus mencari klistorisnya. "Akh… akh… hus..!" desahnya. Tante Linda sudah terangsang, terlihat dari vaginanya yang membasah. Saya harus membangkitkan nafsu saya lebih tinggi lagi. 30 menit sudah kami pemanasan, dan sekarang kami sudah berbugil ria tanpa sehelai benang pun yang lengket di badan kami. Tanpa saya perintah, Tante Linda merenggangkan pahanya lebar-lebar, dan langsung saya ambil posisi berjongkok tepat dekat kemaluannya. Dengan sedikit gemetaran, saya arahkan batang kemaluan saya dengan mengelus-elus di bibir vaginanya. "Akh… husss… ahk..!" sedikit demi sedikit sudah masuk kepala penis saya. "Akh… akh..!" dengan sedikit dorongan, "Bless… sss..!" masuk semuanya batang kejantanan saya. Setelah saya diamkan semenit, secara langsung Tante Linda menggoyang-goyang pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Tanpa diperintah lagi, saya maju-mundurkan batang kemaluan saya. "Akh… uh… terus Sayang.., kenapa tidak dari dulu kamu puasin Tante..? Akh… blesset… plup… kcok… ckock… plup… blesset.. akh.. aduh Tante mau keluar nih..!" "Tunggu Tante, saya juga udah mau datang..!" Dengan sedikit hentakan, saya maju-mundurkan kembali batang kemaluan saya. Sudah 15 menit kami saling berlomba ke bukit kenikmatan, kepala penis saya sudah mulai terasa gatal, dan Tante Linda teriak, "Akh..!" Bersamaan kami meledak, "Crot… crot… crot..!" begitu banyak mani saya muncrat di dalam kandungannya. Badan saya langsung lemas, kami terkulai di karpet ruang tamu. Tante Linda kemudian mengajak saya ke kamar tamu. Sesampainya disana Tante Linda langsung mengemut batang kemaluan saya, entah kenapa penis saya belum mati dari tegangnya sehabis mencapai klimaks tadi. Langsung Tante Linda mengakanginya, mengarahkan kepala penis saya ke bibir vaginanya. "Akh… husss..!" seperti kepedasan Tante Linda dengan liarnya menggoyang-goyangkan pinggulnya. "Blesset… crup… crup… clup… cloppp..!" suara kemaluannya ketika dimasuki berulang-ulang dengan penis saya. 30 menit kami saling mengadu, entah sudah berapa kali Tante Linda orgasme. Tiba saatnya lahar panas mau keluar. "Crot.., crot..!" meskipun sudah memuncratkan lahar panas, tidak lepas-lepasnya Tante Linda masih menggoyang pantatnya dengan teriakan kencang, "Akh..!" Kemudian Tante tertidur di dada saya, kami menikmati sisa-sisa kenikmatan dengan batang kejantanan saya masih berada di dalam vaginanya dengan posisi miring karena pegal. Dengan posisi dia di atas, seakan-akan Tante Linda tidak mau melepaskan penis saya dari dalam vaginanya. Begitulah malam itu kami habiskan sampai 3 kali bersetubuh. Jam 5 pagi saya ngumpat-umpat masuk ke rumah saya di sebelah, dan tertidur akibat kelelahan satu malam kerja berat. Begitulah kami melakukan hampir setiap malam sampai Om itu pulang dari kerjanya. Dan sepulangnya adik saya dari Kalimantan, kami tidak dapat lagi dengan leluasa bercinta. Begitulah kami hanya melakukan satu kali. Dalam dua hari itu pun kami lakukan dengan menyelinap ke dapurnya. Kebetulan dapurnya yang ada jendela itu berketepatan dengan kamar mandi kami di rumah sebelahnya. 3 bulan kemudian Tante Linda hamil dan sangat senang. Semua keluarganya memestakan anak yang mereka tunggu-tunggu 8 1/2 tahun. Tapi entah kenapa, Tante Linda tidak pernah mengatakan apa-apa mengenai kadungannya, dan kami masih melakukan kebutuhan kami. | ||
| Genjot Penjualan, Mercedes-AMG Patok Harga Murah Posted: 01 Dec 2014 06:11 PM PST Pihak Daimler berambisi untuk melipatgandakan performa penjualan anak perusahaannya, Marcedes-AMG, dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Dalam hal itu, strategi yang digunakan Daimler adalah menawarkan jajaran produk dengan harga lebih murah. Cara ini disebut sekaligus akan memperkecil rentang harga dengan Mercedes-Benz. Cara ini juga dipakai oleh Audi, yang menawarkan seri S dengan harga di antara mobil entry level Audi dan model RS. Diketahui, dua model pertama dari AMG Sport sendiri akan debut pada Detroit Auto Show, Januari 2015 mendatang. “A 250 Sport adalah pendahulu dari AMG Sport. Kami merasa bahwa model tersebut cukup sukses, dan kami putuskan untuk memperbesarnya sebagai model strategis bisnis,” ungkap Head of Mercedes-AMG, Tobias Moers, seperti dikutip laman Autonews. Moers meyakinkan bahwa strategi ini tidak akan memengaruhi performa dari kendaraan, serta justru membuat mobil sport lebih terjangkau sehingga bisa memperluas jangkauan konsumen. Moers yakin bahwa model baru ini akan bisa memberikan kontribusi hingga 30-40 persen dari penjualan total AMG. AMG sendiri menargetkan penjualan lebih dari 40.000 mobil tahun ini. Angka itu merupakan rekor baru, karena Mercedes-AMG juga menyediakan beberapa jajaran mobil dengan varian harga berbeda, seperti AMG GT Sport dengan harga 115.000 euro, hingga mobil kompak A-class yang berkekuatan 355 Hp dengan harga di bawah 50.000 euro. “Tiga tahun mendatang, kami ingin melipatgandakan penjualan mobil kami dari tahun 2013,” ungkap Moers, yang menyebut bahwa penjualan tahun 2013 mencapai 32.300 unit. | ||
| Bioskop Keliling Putar 8 Film Sineas Muda Berbakat Posted: 01 Dec 2014 06:06 PM PST Tak hanya menampilkan pameran karya seni visual saja, di “Kemang Art and Coffee Festival 2014″ ada pemutaran film pendek berdurasi 8-15 menit karya para sineas muda Indonesia yang diselenggarakan oleh Bioskop Keliling. Setelah membuka penerimaan film selama sebulan, Bioskop Keliling telah memilih delapan film bertema Love, Sex & Talkies untuk diputar di pagelaran volume ke 4. Bioskop Keliling sendiri merupakan sebuah layar alternatif untuk para pecinta film Indonesia. Hadir pula sebagai wadah film maker muda untuk menampilkan karya-karya mereka dan mempertemukannya dengan para pecinta film. “Bioskop keliling sendiri lebih sebagai wadahnya para film maker agar mendapatkan penonton untuk film-filmnya. Mungkin film mereka belum bisa masuk bioskop dan ditonton lebih banyak orang, tapi melalui film ini mereka punya wadahnya,” kata Ivan selaku project director dari Bioskop Keliling. Menurut Ivan, film-film yang telah diseleksi ini menceritakan gambaran cinta dalam bentuk yang sesungguhnya: fleksibel, polos, dan sureal. Menampilkan kecintaan terhadap masa lalu, hal-hal terdekat, obyek obsesi, sampai kecintaan terhadap superhero lokal di masa kecil yang dituangkan dalam gambar bergerak. Di antara film-film yang lolos kurasi akan diputar film Hectic yang memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik dalam UI Film Festival 2014 , dan Gundah Gundala yang menang dalam Forum Lenteng Award pada Arkipel 2014 . Dalam acara Kemang Art and Coffee Festival 2014 ini,Bioskop Keliling memutarkan 4 film dari tanggal 29-30 November ini. Berlokasi di tempat yang tergolong kecil, Ivam mengaku tak mematok target penonton tertentu dalam setiap pemutaran filmnya. Menurutnya jumlah penonton bukan menjadi tujuan dalam pergerakan Bioskop Keliling ini. “Ya kita intinya ingin menjadi wadah para film maker untuk memutarkan filmnya ke publik dan bagi penonton yang tertarik dengan film indie mereka bisa datang ke event kita. Nggak harus berapa orang yang nonton baru diputar. Tapi selama ini rata-rata sampai 40 orang,” tambahnya lagi. Tiket yang dipatok untuk menikmati film di bioskop keliling pun tergolong sangat murah, hanya 10 ribu rupiah. Setelah pemutaran, panitia dari bioskop keliling akan mengadakan sesi diskusi dengan penonton terkait film yang baru saja diputar. Berikut delapan film yang diputar oleh Bioskop Keliling dalam rangkaian ‘Kemang Art and Coffee Festival 2014″: Hectic – Abdul Razzaq | ||
| Trilogi “The Hunger Games” Bertahan di No 1 Posted: 01 Dec 2014 06:03 PM PST The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 masih bertahan di puncak box office di Amerika Serikat dan Kanada. Di minggu keduanya, film yang dibintangi Jennifer Lawrence itu meraup 56,9 juta dolar Amerika. Aksi heroik Katniss Everdeen – tokoh yang diperankan Jennifer Lawrence – membuat aksi para penguin lucu di film aminasi Penguins of Madagascar harus puas melakukan debut di posisi dua. Film yang merupakan spin off dari Madagascar itu hanya meraih pemasukan 25,8 juta dolar Amerika. Padahal, sejumlah analis memprediksi film Penguins of Madagascar mampu meraup 40 juta dolar Amerika di minggu pertamanya. Film dengan biaya produksi 132 juta dolar Amerika itu sepertinya harus mencari penonton di luar Amerika agar balik modal. Posisi tiga ditempati oleh film animasi lainnya yaitu Big Hero 6 dengan pemasukan 18,6 juta dolar Amerika. Meski sudah memasuki minggu ketiga, film ini masih mampu menarik penonton dan akan bersaing dengan Penguins of Madagascar pada minggu-minggu yang akan datang. Sedangkan posisi empat ditempati oleh film karya sutradara handal, Christopher Nolan yaitu Interstellar. Film yang dibintangi Matthew McCounaghey itu mendapatkan pemasukan 16 juta dolar Amerika. Pemasukan terbesar datang dari pemutaran di bioskop IMAX. Sedangkan film komedi Horrible Bosses 2 harus puas melakukan debut di posisi lima dengan pemasukan 15,7 juta dolar Amerika. Sebelumnya, analis memprediksi film ini bisa meraup 35 juta dolar Amerika dalam tiga hari pemutaran pertama. (Foxnews) | ||
| Cerita Seks Dengan Ibu Bos di Kantor Posted: 01 Dec 2014 10:22 AM PST
Kehidupan itu ada pasang surutnya, ketika saya sedang jaya, saya mempunyai client yang lumayan banyak untuk ukuran AE pemula di sebuah advertising. Dan dengan ketekunan saya, perusahaan tempat saya bekerja mengalami kemajuan pesat hingga mencapai Top 5 billing di semua stasiun TV. Dan kemudian bencana datang, Perusahaan tersebut bangkrut karena miss management. Ditengah kesusahan datanglah tawaran dari Nancy, junior saya yang telah pindah ke Gokil Advertising, dan mengenalkan saya dengan Ibu Susan, pemilik perusahaan tersebut. Ibu Susan dipertengahan abad usianya, masih mempunyai tubuh yang terawat dengan baik, body-nya tidak kalah dengan gadis-gadis yang masih muda yang menjadi anak buahnya di Gokil Advertising. Karena prestasi kerja saya yang baik, kami sering mengadakan meeting after hours, dan progress kerja saya yang baik, membuat kami cukup akrab..tapi pada suatu malam ada kejadian yang benar-benar mengubah hidup saya! Begini anak-anak ceritanya.. Suatu malam, ketika karyawan lain telah pulang, Saya tengah memaparkan pendekatan saya terhadap satu perusahaan rokok terkemuka, dan kemudian tiba-tiba Ibu Susan berkata, "Waduh, kog punggungku gatal ya?" Saya masih berusaha menahan diri untuk tidak terlalu cepat menolongnya, takut nanti dianggap kurang ajar! Semakin lama gatalnya sepertinya semakin bertambah, "Tolong Dik Uki, bisa garuki punggung Ibu?" Saya mengangguk dan berusaha membuang pikiran kotor saya, yang ingin sekali rasanya mengetahui lebih dalam bentuk tubuh boss yang cantik dan keturunan bangsawan ini.. Saya garuk pelan-pelan, tapi lebih tepatnya hanya mengusap-usap punggungnya saja, takut kalau Ibu Susan kesakitan. "Dik Uki, agak keras dikit, masih gatal lho Dik", pinta Ibu Susan. Dan saya agak sedikit memantapkan tangan saya dipungungnya. "Dik Uki, masih belum terasa, sebentar saya buka dulu blazer saya." Dia langsung membuka blazernya, sehingga tinggalblouse-nya yang putih dan transparan. Waduh semakin tidak tahan nih saya, karena kulit tengkuknya yang mulus dengan sedikit rambut lembut yang tergerai di tengkuknya (Dia kalau ke kantor selalu rambutnya disanggul di atas), semakin menambah feminin, dan semakin membikin saya langsung terangsang. Saya menggaruknya tetap tidak mau keras dan masih cenderung mengusap atau membelai punggungnya, karena saya menikmati kehalusan kulit seorang bangsawan yang berada dibalik bajunya yang tipis. Saya usap seluruh punggungnya dengan pelan, ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan, terkadang tangan saya, saya telusupkan di bawah ketiaknya, untuk menggapai payudara yang di depan. Dia menengadahkan kepalanya, dan menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sambil suaranya mendesah, "Uuhh enak Dik Uki.. enaakk..uuhh.." Mendengar desahannya yang merangsang, rudalku langsung tegak bak tugu Monas. Sekujur tubuhku mulai menggigil dan seperti dialiri setrum listrik yang halus merambat di sekujur tubuh dan terpusat di kemaluanku. Tenggorokanku terasa kering, dan susah bicara, karena nafsuku yang langsung menggebu. Baru kali ini saya bisa menikmati tubuh seorang bangsawan yang bersih, terhormat dan sangat terjaga dari tangan laki-laki lain, selain suaminya. Karena Dia duduk membelakangiku yang berdiri sambil memijit-mijit punggungnya, batang kemaluanku langsung kutempelkan di punggungnya yang lembut seperti sutera. Kugesek-gesekkan batang kemaluanku ke punggungnya dengan pelan. Dan Dia berkali-kali melenguh, "Uughh, enachh Dik, enaak, terus Dik." Dia membimbing tanganku untuk mengusap dua gunung kembar yang kencang dan kenyal. Kuusap payudaranya dengan lembut, kucium tengkuknya dengan lembut, dan kugesekkan batang kemaluanku ke pungungnya dengan lembut. Aku sangat tahu, kalau melayani tipe wanita seperti Dia ini harus dengan lembut dan dengan menggunakan perasaan. Kucium tengkuknya dengan lembut, Dia sekali lagi menengadahkan kepalanya ke atas, matanya sambil terpejam, dan bibirnya yang tipis terbuka sedikit, dan mulutnya hanya bergumam, "Emm." Aku tahu itu artinya dia sangat menikmati. Tanganku, kuusapkan dengan lembut di sekeliling payudaranya, dan kulingkari masing-masing payudaranya dengan kedua tanganku, sengaja aku tidak sentuhkan tanganku ke pentilnya, untuk memberikan sensasi yang sangat halus dan perlahan. Beberapa kali tanganku mengitari sekeliling payudaranya, kemudian perlahan-lahan tanganku kutarik untuk mengusap pipinya. Kutengadahkan wajahnya, dan kucium keningnya dengat lembut sekali. Aku bisa rasakan kelembutan nafasnya di wajahku, bibirnya yang tipis masih mengeluarkan gumaman yang lembut, "Dik Uki.. emm.. eemm.." Dengan perlahan aku membalikkan badan Dia ke arahku, dengan cara memutar kursinya, dan saya membimbing dia untuk berdiri dengan perlahan, kini aku dan Dia sudah berhadapan, sama-sama berdiri, dadaku menempel ke dadanya, dan aku bisa merasakan kekenyalan susunya, dan saya membayangkan betapa indahnya bukit kembarnya. Tanganku kudekapkan ke pinggangnya, dan telapak tanganku kuusapkan ke pantatnya yang juga sangat indah dan kencang. Tangannya memegang pundakku dengan lembut, kepalanya sudah menengadah ke atas, dan tatapan matanya.. waduh, jernih dan indah menatap mataku tanpa berkedip. Kusentuh bibirnya dengan lembut, kuusapkan perlahan bibirku ke bibirnya. Dia memberikan reaksi dengan mengencangkan dekapannya ke pundakku dan dadanya ditempelkan lekat ke dadaku, tanganku kudekapkan semakin erat ke pantatnya dan agak kutarik ke atas pantatnya, sehingga kakinya agak diangkat ke atas. Waduh ciumannya sangat lembut, perlahan-lahan kuusapkan lidahku ke lidahnya, dia memberikan reaksi yang sama, menyapukan lidahnya ke seluruh mulutku. Tanganku mulai mengusap-usap punggungnya naik turun dengan lembut. Aku menikmati sekali kehalusan kulit punggungnya. Setelah aku puas menciumi bibir, wajah dan pipinya, ciumanku perlahan-lahan kuarahkan ke lehernya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, matanya masih terpejam menikmati, nafasnya agak memburu, dan mulutnya masih bergumam, "Mmm.. uhh.." Ciumanku mulai bergeser ke bawah, ke belahan dadanya. Kancing blousenya yang di depan dengan mudah kubuka satu persatu, sehingga tersingkap sudah BH hitam yang menyangga dua buah payudaranya yang padat, bulat, kenyal, bersih dan ranum. Kuciumi lehernya dengan sangat lembut, ke pundaknya, bergesar turun ke sebelah atas payudara yang tidak ditutup BH. Dia semakin menengadahkan kepalanya, punggungnya juga semakin melengkung ke belakang, kedua tangannya memegang kepala saya dan sedikit meremas rambut saya, tandanya semakin menikmati gaya permainanku. Kedua tanganku memegangi dibawah kedua ketiaknya, biar Dia tidak terjerembab ke belakang, tapi bibirku masih mengusap daerah leher dan di atas payudara. Aku sengaja memperlama untuk menyentuh payudaranya, apalagi pentilnya. "Diik..Ukii.. uugghh.. sstt", sambil mulutnya berdesis kenikmatan. Blousenya yang masih menempel di pundaknya perlahan-lahan kulepaskan, sehingga pemandangan kemulusan dan kemolekan tubuh Dia terpampang jelas di hadapanku, dan terkena sinar lampu down light kekuningan yang berada di langit-langit tepat di atas kami berdua, menambah romantisnya suasana malam itu yang tidak akan pernah kulupakan. Sekali lagi tanganku kugunakan meremas sebelah pinggir dari payudaranya, dan tampak bahwa payudaranya sudah mulai mengeras. Tanganku mengusap punggungnya dengan perlahan sambil membuka tali BH yang ada di punggungnya. "Click" sekali jentik langsung terbuka pengait BH-nya. Dengan pelan kuturunkan tali BH yang ada di pundaknya, akhirnya BH-nya kulepas. Woow, terlihat pemandangan indah sekali, dua gunung kembar yang kuning dan bersih dengan puncaknya yang kecil yang sudah berdiri tegak. Aku sudah sangat terangsang tapi aku tidak boleh gegabah. Kuusap payudaranya dari sebelah bawah dengan tangan kananku, tangan kiriku masih mendekap punggungnya untuk menjaga agar Dia tidak terjatuh, dan kucium payudaranya, berkeliling mengitari pentilnya, dan tangan kananku masih mengusap-usap sebelah luar payudara, tapi dengan gaya agak memeras. Kedua tangan Dia memegang erat pundakku tanda sudah semakin gemes, untuk dicium pentilnya. Karena aku sudah merasa waktunya tepat, maka dengan lembut kukulum pentilnya. Dan reaksinya, "Aaaughh, uuhh..ss.. uuhh", Dia melenguh-lenguh dan mendesis-desis keenakan, seakan-akan yang dinantikannya telah tiba. Meskipun kondisinya sangat terangsang, tapi lenguhan itu tetap lembut dan terdengar lirih. Kukulum pentilnya, kugesek-gesek pentilnya dengan lidahku, dan kugigit lembut pentilnya, tanganku tetap meremas-remas lembut payudaranya. Setelah aku puas mempermainkan pentilnya kiri dan kanan bergantian, kulepaskan bibirku dari susunya, dan kugeserkan mulutku ke bawah ke seputar perutnya yang datar dan mengeluarkan aroma parfum yang lembut dan semerbak. Ketika mulutku terlepas dari susunya, Dia kelihatan menghela napas lega dan baru bisa bernafas dengan tenang. Aku menciumi perutnya dengan agak sedikit jongkok. Kucium pusarnya, dan kujilati pusarnya dengan lidahku. Dia menggelinjang kegelian. Karena terlalu lama berdiri atau karena sudah sangat terangsang, Dia sudah tidak kuat berdiri dan dia bergeser ke belakang duduk di meja kerjanya. Aku berdiri dengan kedua lututku dan aku tetap jilati pusarnya dan perutnya. Dia menggelinjang kegelian, dan mengusap-usap rambut kepalaku dengan tidak beraturan, terkadang meremas, menjambak dan mengusap rambutku. Sehingga rambutku sangat kacau. Puas dengan permainan perut, Dia kurebahkan di meja kerjanya. Untungya meja kerja Dia cukup besar. Kupelorotkan rok bawahannya, sekaligus dengan CD-nya. Sekarang tampak di hadapanku seorang putri yang kuning, bersih, dengan kaki dan betis yang aduhai indah, terbujur pasrah di hadapanku. Kunikmati tubuh Dia sebentar, karena selama ini aku hanya bisa membayangkan keindahan tubuhnya, tanpa berharap untuk dapat memandangnya. Tapi ternyata malam ini apa yang kudapatkan jauh dari yang kubayangkan. Seorang wanita dengan tubuh montok dan kuning mulus, dengan kaki dan betis ramping. Dua buah dada yang tidak terlalu besar, tapi bulat, padat dan kencang, sehingga cocok dengan kesan payudara seorang putri. Bentuk lengan dan bahu yang padat bulat dan berisi. Dia telentang di atas meja di hadapanku, aku masih berdiri. Aku mencium pipinya sekali lagi dengan lembut, kuusap payudaranya dengan lembut. Kedua tangan Dia merangkul leherku dengan erat. Kedua kakinya bergerak-gerak dengan halus pertanda sangat terangsang. Perlahan-lahan tanganku kugerakan dari susunya turun ke perutnya. Kuusap sebentar perutnya dan bergerak turun ke bawah mengusap pahanya. Paha yang selama ini hanya bisa kupandang. Aku usap pahanya naik turun dengan tetap mulut kami masih saling memagut. Erangan-erangan kecil keluar dari mulut Dia, "Ugh.. ugh.. emm.. emm.." Tanganku bergerak dari sekitar pahanya terus mengusap sekitar bibir kemaluannya. Dengan perlahan kedua kaki Dia mengembang, memberi kesempatan tanganku untuk mengelus kemaluannya. Tetapi kemaluannya belum kuelus, hanya kedua selangkangan saja yang aku belai dengan kedua jari telunjuk dan jari manis bersama-sama. Kuelus selangkangannya naik turun, dan Dia menambah kecepatan gerakan kakinya. Dengan pelan Dia mengangkat pantatnya, sehingga kemaluannya juga ikut naik. Aku tahu ini pertanda agar aku dapat segera mengelus kemaluannya. Kuusap pelan dan dengan jarak sentuhan yang kubuat serenggang mungkin antara bibir kemaluannya dan telapak tanganku, membuat gelinjang Dia menaikkan kemaluannya untuk menyentuh tanganku semakin tinggi. Kubelai rambut kemaluannya yang lembut, tipis dan tertata rapi. Setelah puas memainkan sekitar kemaluannya, dan liang kemaluan Dia sudah semakin terbuka dan semakin basah. Kusentuh klitorisnya dengan sedikit ujung dari jari tengahku dengan lembut dan.. "Uuhhgh", lenguhan Susan kenikmatan. Gerakan kakinya sudah semakin tidak teratur. Tiba-tiba tanganku dijepit dengan kedua pahanya. "Diik Ukii.. aakkuu.. nggakk.. taahh.." Kemudian tangannya menarik punggungku sebagai bertanda agar aku segera menaiki tubuhnya. Kutarik kedua kakinya ke arah pinggir meja, sehingga kedua kakinya terjuntai, kemudian Dia membuka kedua selangkangannya dengan tidak sabar. Aku sempat memandangi kemaluannya, dan seakan liang kemaluannya merah seperti bibir gadis yang memakai lipstik yang sedang merengek. Kugesekkan batang kemaluanku pelan-pelan ke bibir kemaluannya, dan Dia mengerang lagi, "Uugghh.. uughhg.." Kumasukkan dengan pelan batang kemaluanku ke liang kemaluannya. Belum sampai habis masuk semua, kutarik kembali dan kumasukkan kembali. Dengan gesekan-gesekan yang pelan tersebut membuat erangan Dia semakin tidak beraturan. Untuk melayani tipe seperti Dia ini, kugunakan gaya gesekan 5:1, artinya lima kali keluar masuk setengah batang kemaluan, baru sekali masuk seluruh batang kemaluan. Dan pada saat masuk yang seluruh batang kemaluan, erangan Dia semakin hebat. Dengan gaya lembut dan 5:1 ini kami bisa saling menikmati. "Uuugghh.. acchh.. Diikk.. Ukii.. ucchh.. sstt.. uhh.." Erangan erangan yang tidak beraturan tetapi artinya hanya satu yaitu Enak. Sambil kugenjot pelan batang kemaluanku, kedua tanganku dengan leluasa meremas kedua susunya, yang bergerak-gerak naik turun tergantung sodokanku. Kadang-kadang tanganku mengusap wajah dan pipinya, kadang-kadang mengusap perutnya. Setelah cukup lama aku melakukan genjotan 5:1, tiba tiba kedua paha Ibu Susan diangkat dan dililitkan ke pinggangku. Kedua tangannya mendekap diriku, mulutnya sedikit menganga dan mendesis.. "Diikk..Uuu..Ki.. saa..yaa saampaaii.. uuhhff." Kupegangi pinggangnya untuk menekan liang kemaluannya ke batang kemaluanku. Setelah Dia selesai mengejang dan nafasnya tersengal-sengal, aku mulai lagi dengan genjotan, tetap dengan gaya 5:1. Dia melenguh, "Uuff.. uff.. uuff.. Dik Uki beluumm yaa. Ayo donk.. uff.. uff jangan ditahaan.. uuff.. ugh.." "Sebentar Bu!" kataku. "Dik.. uhff, ceepetan dikit.. Dik.. ughf.. uhfgg.. aa.. ku mau uhgf uff uff.. keeluar.. laa.. ggii.." "Sebentar Bu, aku juga sudah.. mma.. uu.. saammpai.." Tiba-tiba ada aliran listrik menjalar dari ubun-ubun turun ke arah kemaluanku dan semakin-lama semakin mengencang. Batang kemaluanku seakan balon yang ditiup dan mau pecah. "Aachghh.. accghh.. Buu.. Sussann.. aku mmau keluarr.." Dia memegang erat tubuhku dan "Crret.. crrett.." keluar semua cairan yang ada di seluruh tubuhku dan "Aaachh.." Kami berdua terkulai lemas dengan badan penuh keringat dan nafas terengah-engah. "Dik Uki, makasih ya Dik, kamu telah memberi saluran yang selama ini tersumbat." Aku sangat puas malam itu, karena aku tidak dapat membayangkan, ternyata aku bisa menikmati tubuh seorang wanita terhormat, yang selama ini orang luar sangat menghormatinya, tapi ternyata malam ini dia begitu pasrah menyerahkan tubuhnya kepadaku. Jam telah menujukkan pukul 22.00 ketika permainan kami usai, dan kami berdua segera masuk ke toilet untuk membersihkan dan merapikan badan kami masing-masing. Dan sebelum pulang aku mendapat tugas baru dari Dia, yaitu membantu membersihkan cairan yang membasahi meja kerja Dia, dan membantu merapikannya. Sambil merapikan mejanya aku berbisik ke telinga Dia, "Bu meja ini dirapikan ya.. karena besok malam mau dipakai lagi", Dia hanya tersenyum dan mencubit mesra lenganku. Hal tersebut kuulangi setiap ada kesempatan, baik di kantor ataupun di hotel, tapi rahasia tersebut tidak terbongkar dan kami saling menjaga rahasia. Dan kalau pagi hari, Dia kembali memerankan perannya sebagai atasan yang berwibawa, profesional, tetapi kalau malam, melenguh-lenguh dan menggelinjang-gelinjang di bawah selangkanganku. |
| You are subscribed to email updates from MAJALAH UNIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |


0 komentar:
Posting Komentar