Majalahunik.com : Cerita Dewasa Terbaru Menikmati Tiga Gadis Montok |
| Cerita Dewasa Terbaru Menikmati Tiga Gadis Montok Posted: 24 Mar 2014 06:20 AM PDT Cerita DewasaTerbaru Menikmati Tiga Gadis Montok - Cerita seks dewasa ngentot hot panas terbaru – Jauh dari orang tua membuat pergaulanku menjadi lebih bebas dan tidak terkontrol. Apalagi aku diberi fasilitas yang berlebih oleh mereka. Namaku Very dan kini sudah berusia 31 tahun. Aku memiliki pengalaman seks yang sampai saat ini belum bisa terlupakan. Dan kisah ini ku alami saat aku berumur 22 tahun. Waktu itu aku sedang sering jalan bareng dengan Ida. Orangnya putih cantik, tubuhnya tinggi langsing dengan potongan rambut pendek seperti cowok. Payudaranya tidak besar tetapi pinggul dan pantatnya menungging ke belakang sehingga bila Ida memakai celana jeans ketat akan terlihat sangat seksi Ida usianya saat itu sekitar 19 tahun dan baru saja lulus SMA. Aku sudah beberapa kali em-el dengannya, tetapi pengalaman yang terakhir aku alami dengannya sangat berkesan bagiku, aku terlibat pesta orgy dengannya. Ceritanya pada suatu hari aku pergi dengan Ida dan adiknya, Santi, ke rumah salah seorang saudaranya. Santi secara fisik berbeda dengan Ida, Santi lebih pendek tetapi tubuhnya putih montok. Kami berkunjung ke rumah Wulan. Di sana ternyata sudah ada Tomy, pacar Wulan. Keadaan rumah wulan sangat sepi karena keluarganya sedang menghadiri undangan di luar kota. Kami berlima kemudian terlibat obrolan seru sambil diselingi minum minuman keras Jack Daniel yang sudah dicampur dengan buah vita. Aku juga mengeluarkan 3 linting ganja yang kami hisap bersama bergantian. Tidak berapa lama kami mulai mabuk. Wulan dan Tomy permisi ke loteng atas karena akan menonton TV di lantai dua. Aku, Ida dan Santi melanjutkan perbincangan. Saat asik menikmati minuman keras samar-samar kami mendengar suara erangan dari kamar atas. Kami bertiga saling berpandangan. Ida tersenyum geli dan kemudian mengajak aku dan Santi untuk mengintip ke atas. Santi menolak untuk ikut ke atas, akhirnya aku dan Ida dengan berjingkat-jingkat menaiki tangga ke atas untuk melihat apa yang sedang Wulan dan Tomy lakukan. Di ruang tengah atas ternyata keadaan sepi. TV masih menyala tetapi Wulan dan Tomy tidak tampak di sana. Aku dan Ida kemudian mendekati satu-satunya kamar yang ada di lantai atas. Semakin dekat semakin terdengar suara-suara yang "mencurigakan". Dengan perlahan Ida menyingkap tirai hordeng kamar atas, maka tampaklah pemandangan yang luar biasa bagiku. Tomy dan Wulan dalam keadaan bugil tampak sedang bersetubuh. Tomy tampak sedang menindih tubuh Wulan. Posisi mereka membelakangi jendela kamar sehingga kami dapat melihat jelas penis Tomy yang keluar masuk lubang memek Wulan. Baru kali ini aku melihat orang lain bersetubuh di depanku sehingga aku mengalami sensasi yang luar biasa. Tiba-tiba Ida menarik tanganku ke sofa di ruang tengah. Nampaknya dia juga terangsang melihat pemandangan di kamar itu. Dengan bernafsu Ida melumat bibirku sementara tangannya meremas-remas penisku. Aku tidak mau ketinggalan, kuremas-remas kedua buah pantat Ida. Ida kemudian menunduk di depanku, dengan cepat dibukanya resleting celanaku sehingga penisku yang sudah menegang menyembul ke luar dari celanaku. Dengan sigap Ida langsung mengulum batang penisku, sementara tangannya menyusup ke dalam bajuku dan mengusap-usap puting susuku. Birahiku benar-benar terbakar. Tanganku memegangi kepala Ida dan mendorongnya maju mundur sementara lidah Ida terasa mengelus-elus kepala penisku. Tak berapa lama Ida berdiri dan melepaskan celananya. Maka tampaklah memeknya yang menggelembung ditumbuhi oleh bulu-bulu halus . Ida kemudian naik ke atas sofa dan menungging di hadapanku, tampaknya ia sudah tidak tahan dan ingin aku segera menyetubuhinya. Aku tidak mau terburu-buru. Ku singkapkan buah pantatnya maka tampaklah belahan memeknya yang merah menganga di depanku. Aku kemudian menjilati memeknya. Ku hisap bibir memek dan itilnya. Sesekali kujilati lubang pantatnya dan ku gigit kedua buah pantatnya. Tak lama kemudian aku berdiri di belakangnya. Perlahan-lahan ku masukan batang penisku ke lubang memeknya. Memeknya yang basah membuat penisku dengan mudah masuk ke dalamnya. Ida mengerang, wajahnya di tutupkan ke bantal sofa. Aku mulai menggenjot pantatku maju mundur, suara pahaku yang beradu dengan pantatnya membuatku semakin bernafsu. Tak berapa lama Ida mengangkat kepalanya , pantatnya didorong ke belakang sehingga batang penisku hampir masuk semua ke lubang memeknya. "Ah, Ver, aku mau keluar nih, ah..", erangnya. Aku semakin cepat menggenjot pantatku. Aku pun sudah tak tahan lagi karena bibir memek Ida erat sekali mencengkram batang penisku. Tiba-tiba Ida menjerit kecil, ia mengalami orgasme, aku semakin kuat mengocok penisku di lubang memeknya. Tak berapa lama akupun mengalami ejakulasi. Ku tekan penisku dalam-dalam ke lubang memeknya. Spermaku muncrat di dalam memeknya. Aku kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan penisku. Ida tampak duduk di sofa membersihkan lubang memeknya dari spermaku dengan tisu. Agak lama aku di kamar mandi karena dengkulku masih lemas karena persetubuhan tadi. Selesai membersihkan penisku, aku kembali ke ruang TV. Sesampainya di sana aku disuguhi pemandangan yang luar biasa. Ida tampak duduk di sofa, Wulan berjongkok di selangkangan Ida melakukan oral sex. Tomy berdiri di atas sofa sementara Ida tampak mengulum batang penisnya. Birahiku naik kembali, aku hampiri mereka dan kembali kubuka celana jeansku. Ku elus-elus pantat Wulan yang besar. Ku masukan jari tengahku ke lubang memek Wulan. Memek Wulan masih basah, mungkin karena sperma Tomy belum kering di lubang memeknya. Aku mengocok-ngocok jariku dengan cepat di lubang memek Wulan. Aku tidak tahan, segera saja ku masukan penisku ke lubang memek Wulan dan ku genjot pantatku maju mundur. Wulan semakin rakus menjilati memek Ida sementara Ida asik mengulum penis Tomy sambil tangannya meremas-remas buah zakar Tomy. Tangan Tomy tampak menggerayangi ke dua payudara Ida. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah menaiki tangga. Rupanya Santi menyusul kami ke atas. Melihat pemandangan yang ada di depan matanya Santi tampak tertegun. Tapi kemudian perlahan Santi menghampiri kami. Santi berdiri di sampingku. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan. Kutarik tubuhnya dan kulumat bibirnya sementara penisku terus keluar masuk lubang memek Wulan. Aku singkapkan baju dan BH Santi ke atas, maka menyembulah kedua susu Santi yang putih bulat. Dengan rakus ku hisap kedua susu Santi bergantian kiri kanan. Puting susunya terasa mengeras di dalam mulutku. Tomy kemudian menghampiri Santi dari belakang. Tangannya membuka resleting celana Santi dan memelorotkannya ke bawah. Di tariknya Santi ke atas Sofa di samping Ida. Santi menungging di atas sofa, mulutnya menghisap payudara Ida, sementara ku lihat Tomy memasukan penisnya ke lubang Memek Santi. Pemandangan yang luar biasa indah, Santi sang adik menjilati payudara Ida, kakaknya, sementara Tomy asik mengerjai lubang memek Santi dari belakang. Karena aku dan Tomy sudah ejakulasi sebelumnya, kami mampu bertahan cukup lama. Selang 15 Menit Wulan mengerang, dia mengalami orgasme. cairan memeknya membasahi batang penisku. Wulan kemudian tersungkur ke lantai karena kelelahan. Tomy kemudian mencabut penisnya dari lubang memek Santi. Tomy berjongkok di selangkangan Ida. Perlahan dimasukannya batang penisnya ke lubang memek Ida. Aku tidak tinggal diam. Ku hampiri Santi dan kusetubuhi dia dari belakang. Tanganku mencengkram buah pantat Santi sementara penisku mengocok-ngocok lubang memeknya. Lubang memek Santi masih sempit. Mungkin karena pengalaman sex-nya belum sebanyak kakak dan saudaranya. Berselang 30 menit, Tomy mengerang, tampaknya dia sudah mau "sampai". Tomy mencabut penisnya dari lubang memek Ida, disemprotkannya cairan spermanya ke dada Ida. Sperma Tomy tampak membasahi payudara Ida. Tomy kemudian menyorongkan penisnya ke mulut Santi. Santi kemudian menjilati dan menyedot sisa-sisa sperma Tomy dari kepala penisnya. Santi juga sudah mau sampai, di sedotnya dengan keras batang penis Tomy sementara pantatnya terasa mengejang tanda Santi sudah orgasme. Tomy ambruk kelelahan ke lantai menyusul Wulan. Akupun sudah mau sampai. Ku tekan kuat-kuat batang penisku ke lubang memek Santi. Aku mengerang nikmat ketika spermaku muncrat membasahi dinding-dinding lubang memek Santi. Akhirnya kami berlima ambruk ke lantai karena kelelahan. Kami baru bangun ketika hari menjelang malam dan kami pun harus pulang karena keluarga Wulan akan segera sampai ke rumah. Itulah pengalamanku yang tak akan aku lupakan. Pengalaman Orgy yang pertama dan terakhir bagiku. Ida dan Santi saat ini sudah menikah dan memiliki anak. Wulan menikah dengan Tomy tapi tak lama kemudian mereka bercerai. Aku tidak pernah berjumpa lagi dengan mereka. Hanya kenangan tentang mereka saja yang akan menemani hari-hariku ke depan. |
| Cerita Seks – Goyangan Mba Ani Membuat Aku Terkapar Posted: 24 Mar 2014 06:18 AM PDT Cerita Seks – Goyangan Mba Ani Membuat Aku Terkapar – Awalnya cerita ini dimulai ketika di rumah Pamanku mengkhitankan adik sepupuku… Sebagai sorang keponakan pastinya aku ga ketinggalan untuk membantu prosses hajatannya, Dengan membantu bikin tenda, menata meja kursi dan lain-lain sampai pada saat hajatannya Dimulai, akupun sibuk membantu menyiapkan peralatan di dapur… Siang tamu banyak berdatangan, datang silih berganti sampai menjelang maghrib…orang-orang Sudah mulai lengang dan kami semua yang seharian membantu perayaan duduk-duduk santai sambil mengobrol,merokok dan bersenda-gurau dengan teman-teman dan keluarga.. " Aku haus nih, gua ambil minuman dulu yach?"..kataku. Kemudian aku pergi kedapur mengambil minuman. Di pintu dapur aku berpapasan dengan Mba Ani, dia adalah istri guru SD di kampungku. Orangnya ramah, masih muda,kulitnya ngga begitu putih tapi mulus.. " Mau kemana?" sapanya sambil tersenyum. " Mau ambil minum nih," jawabku sambil jalan melewatinya. Tiba-tiba ada benda yang menyentuh kemaluanku, seperti solah-olah disentil. Akupun tengok sana,tengok sini..siapa yang tadi baru menyentuhku?… Aku jadi bingung..ga ada orang lain disitu selain kami berdua. Aku menengok kebelakang dan melihat mba Ani sedang tersenyum-senyum melihatku. "Nyari apa?" tanyanya sambil tersenyum manis. " E..engga…." sahutku bingung. Setelah ambil minum aku segera beranjak keluar dari pintu dapur..tiba-tiba Mba Ani memegang tanganku sambil berbisik," Ntar malem jam 8 aku tunggu di depan rumahku ya?.".bisiknya sambil tangan satunya lagi meremas celana bagian depanku..Aku terdiam dan ngga bisa menjawab, ngga mengiyakan tapi juga ga menolak menikmati rasa nikmat di kemaluanku. Akupun segera melepaskan diri, takut ada yang nglihat.. Aku kembali kedepan ketempat ruang tamu dan bergabung kembali dengan yang lain .. Senja mulai merangkak menuju malam.. Suasana kampung kian sepi,..gelap,maklum belom ada listrik. Aku bingung, apa Mba Ani nyuruh beneran yach?Antara bimbang dan ragu, ternyata hasrat kelakianku lebih besar ..Jam 8 malam aku pulang melewati Depan rumah Mba Ani. Dari jauh ,dalam keremangan malam kulihat sesosok tubuh wanita berdiri di depan rumahnya. " Ih lama banget sich", katanya setelah aku dekat dengannya. Aku diam saja ga bisa menjawab. " Kamu temenin Mba yach? Mas Iwan lagi ngajar di kampung sebelah". Katanya lagi. " Emang ga ada orang?" tanyaku. " Ga ada, makanya mba takut." Sahutnya lagi. " Ya udah", aku mengiyakan. Kemudian kami berdua masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu. " Temenin aku ngambil minum yuk,' katanya selang beberapa saat kemudian. Kemudian dia mengandeng tanganku menuju dapur. Bagai kerbau dicocok hidungnya, aku ngekor saja tanpa kuasa menolak dengan diselimuti berbagai perasaan. Sampai didapur, mba Ani bukannya bukannya mengambil minuman, tanpa terduga dia menciumi bibirku dengan penuh bergairah.. " Aku sudah begitu lama loh pengin ngewe ama kamu". Bisiknya sambil melumat bibirku. Aku tak kuasa menahan gejolak kemudaanku. Sambil membalas melumat bibirnya, tanganku mulai menggerayangi tubuhnya yang masih padat berisi itu. Maklum dia sudah kawin 2 tahun tapi masih belum punya anak. Tanganku meremas pantatnya yang kenceng dan bahenol sambil lidahku kukait-kaitkan ke lidahnya diantara mulutnya yang menganga merah mendesah. Kuputar tanganku kebagian depan dan menyentuh dareah tempenya yang agak kasar tapi kok ngga berbulu ngga seperti punya Mba Rom ( Bujangan Ting-tingku yang hilang). Ternyata dia sudah ngga memakai celana dalam sedari tadi. Jari tengahkupun langsung meluncur masuk ke liang tempenya yang sudah basah kuyup karena lender kenikmatannya. "Ayuh kekamar yuk". Katanya. " Jangan ah, takut Mas Iwan pulang". Jawabku. " Ga papa kok, dia pulangnya paling jam 12 maleman ". " Besok aja yach, di rumahku, besok aku kan libur sekolah, datang aja jam 7 setelah bapak dan ibuku berangkat kerja" kataku. jalan tolku sebenernya sudah ngga tahan untuk segera masuk ke dalam tempenya. Tapi rasa takut ketahuan melebihi birahiku. "Ya udah, besok yach, tapi jangan bohong". Katanya setengah memohon. Kamipun melepaskan pagutan kami dengan rasa berat hati. Keesokan harinya, jam 7 kedua orang tuaku sudah berangkat. Akupun mulai deg-degan." Datang ga yach dia?' kataku dalam hati. Tiba-tiba ditengah lamunanku terdengar suara mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Aku menjawab dan segera membuka pintu, dan ternyata Mba Ani sudah berdiri dipintu sambil tersenyum dan membawa sebuah bungkusan. "Nih aku bawain makanan" katanya. Diapun masuk. " Orangtuamu mana?" tanyanya. "Sudah berangkat" jawabku. " Ke kamarmu aja yuk" bisiknya. Lalu kami berdua masuk kekamar sambil berangkulan seakan pacar lama yang lama ngga berjumpa. Tanpa basa-basi lagi kami berdua menjatuhkan tubuh kami dikasur dan saling tindih-menindih sementara mulut kami ngga henti-hentinya saling melumat dan ludah kami saling menyatu. Aku segera duduk ,menyingkapkan roknya,dan segera mengangkangkan kedua kakinya yang montok dan mulus itu di hadapanku. Kutarik segera celana dalam warna abu-abunya. Dan terlihat tempenya yang ga berbulu. Segera kubuka celanaku. jalan tolku sudah membengkak sedari semalem. Kupegangi kedua kakinya yang mengangkang dan kuarahkan jalan tolku kearah Lubang tempenya, tapi baru saja kepala jalan tolku menyentuh tempenya tangan Mba Ani menarik jalan tolku keluar dan menarik jalan tolku kedalam mulutnya. Dengan posisi berlawanan dan mukaku mengarah ketempenya segera saja kedua tanganku menyingkapkan kedua bibir tempenya yang merah ranum dan terlihat lubangnya yang merah menganga menimbulkan hasratku untuk menjilati itilnya yang mungil itu. Kumasukan lidahku kedalamnya dan kujilat-jilat seluruh liang tempenya sampai basah kuyup, sementara jalan tolku kuayun-ayunkan ke dalam mulutnya yang mungil, sampai dia tersedak-sedak. Kujilati itilnya dengan penuh nafsu… Mba Ani merintih-rintih sementara jalan tolku terus kujejalkan dan kuayun-ayunkan dimulutnya. Beberapa saat kemudian tubuhnya mengejang dan " ouch..ouch….crect..cret" dia mencapai klimaksnya dan dari lubang tempenya keluar bau asing cairannya yang membuat aku makin bersemangat..Kuhirup cairan basah di liangnya..sruup.. Tubuhnya terkulai lemas dan telentang tak berdaya.serta nafasnya yang tersengal-sengal… Aku segera memutar tubuhku…kukangkangkan kedua kakinya..dan kuarahkan jalan tolku yang masih basah dengan ludahnya kearah tempenya yang menganga menggairahkan..Blessek.. "Ach.." kurasakan begitu nikmat rasanya, jalan tolku serasa dipijit-pijit dinding lentur dan hangat serta basah itu. Kurebahkan tubuhku di atas tubuhnya yang montok serta menggairahkan.. Mba Ani hanya bisa mendesah,merintih, dan mengaduh-aduh… Kuremas-remas payudaranya yang kenyal dan menantang itu, serta kusumbat mulutnya yang menganga itu dengan mulutku, dan kusemburkan ludahku ke mulutnya..dia menelannya dan lidahnya terus mengait lidahku seakan haus akan semburan ludahku…terasa begitu nikmat.. Sementara jalan tolku terus kuayun ayun dengan keras, kadang lembut….sampai beberapa saat kemudian.. Tubuhku mengejang , jalan tolku terasa begitu nikmat tiada tara..dan " crut..crut..achhh". "Aku keluar mba"….Kedua tangannya menarik pantaku, memasukan jalan tolku lebih dalam lagi, seakan-akan dia ngga mau cairan spermaku tertumpah setetespun keluar… Tubuhku tergeletak di atas tubuhnya, sementara dia memandangiku dengan penuh kepuasan… Dan dia terus memegangi pantatku, tidak mau melepaskan…"Jangan dicabut , biarin aja sampai Lemes sendiri di tempeku"..Katanya. Kamipun meneruskan saling melumat bibir kami, meneruskan gairah kami, sampai kemudian jalan tolku kembali mengeras…dan kemudian kami mengulanginya kembali sampai 4 kali… Menjelang siang diapun pulang dengan senyum kepuasan..dan aku tertidur pulas dengan segala Kepuasaan yang mendalam…… Dan peristiwa itu sering kembali terulang dan terulang… Sementara akupun masih berbuat yang sama dengan Mba Rom, dan terasa kenikmatan itu membuatku semakin ketagihan dan ketagihan akan tempe-tempe yang lain… Dilain cerita akan kuungkapkan lagi nikmatnya bercinta dengan perempuan-perempuan yang lain. |
| You are subscribed to email updates from MAJALAH UNIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

0 komentar:
Posting Komentar