Koran Muslim

| Selasa, 28 Agustus 2012

Koran Muslim


Wuih, Tas Kulon Progo Ini Laris Manis Hingga ke Singapura

Posted: 28 Aug 2012 03:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO—Perajin tas berbahan baku pandan di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai banyak permintaan pascalebaran 2012.”Permintaan satu minggu sebelum dan setelah Lebaran sempat sepi….
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Arus Mudik Kulon Progo Naik 30 Persen REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO — Arus mudik di sepanjang jalan nasional...
Jelang Lebaran, Kendaraan Ini Laris Manis Terjual REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON—Menjelang Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah penjualan sepeda motor...
Harga Naik, Buah Ini Tetap Laris Manis Saat Puasa REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG—Penjualan timun suri di Pasar Cihaurgeulis (Suci) Kota Bandung...
Wah, Kepiting Sumut Laris Manis di Luar Negeri REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT—Kepiting sangkak atau kepiting lembek dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,...
Tragis, Adik Tikam Kakak Kandung Hingga Tewas REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI —- Seorang adik di Kabupaten Sukabumi diduga tega...
Pasca-Lebaran, ASDP Evaluasi Moda Angkutannya REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) setelah Lebaran...
Permintaan Perlengkapan Shalat Meningkat Dua Kali Lipat REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Permintaan perlengkapan shalat mulai meningkat hingga dua kali lipat sejak...
Permintaan Kurma Tanah Abang Meningkat 80 Persen REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang mengatakan,...
Real Madrid akan Mainkan Manusia Rp 405 Miliar REPUBLIKA.CO.ID,MADRID — Setelah tiga laga perdana di musim 2012 tanpa...
Wuih, Tempe Tampil di Ajang Internasional REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR—Makanan tempe, yang dikenal sebagai lauk-pauk yang dikonsumsi banyak...

Benarkah Neil Armstrong Jadi Mualaf?

Posted: 28 Aug 2012 03:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Kabar mengenai astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong menjadi mualaf usai mendengar suara adzan di bulan, dibantah pria bersahaja itu. Armstrong menyatakan tidak pernah mendengar suara…
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Bennet: Setelah Berpuasa Aku Mantap Memeluk Islam

Posted: 28 Aug 2012 03:00 PM PDT

 
REPUBLIKA.CO.ID, slam adalah sebuah agama yang menakjubkan. Islam menjadikan hidup lebih terarah dan teratur. Itulah kesan yang didapat Sr. Bennet, wanita keturunan Hispanik yang menetap di New…
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Asyik, Merpati Buka Rute Baru, Kemana Ya?

Posted: 28 Aug 2012 02:01 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines membuka rute baru untuk penerbangan Mataram-Sumbawa yang diharapkan juga dapat memudahkan para wisatawan untuk memperoleh akses ke daerah wisata di NTB.”Pembukaan rute baru…
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Kapal Nelayan Diterjang Topan Bolaven

Posted: 28 Aug 2012 01:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Sebanyak empat nelayan asal Cina tewas dan 12 lainnya hilang setelah dua perahu terbalik di Pulau Jeju, Korea Selatan, Selasa (28/8) waktu setempat. Sebanyak 17 orang…
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Sering Kecelakaan, Sistem Mudik akan Dievaluasi

Posted: 28 Aug 2012 01:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengevaluasi berbagai kekurangan dalam sistem arus mudik lebaran 1433 Hijriyah terutama dalam hal masih tingginya jumlah korban kecelakaan.”Kita akan…
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Ampunan Bagi Penyantun Anak Yatim

Posted: 28 Aug 2012 12:00 PM PDT

Dahulu di Kota Basrah hidup seorang laki-laki yang menghabiskan setiap waktunya untuk mabuk- mabukan. Semua harta yang dimilikinya habis untuk membeli minum-minuman keras dan alkohol yang merupakan minuman kesukaannya. Entah sudah berapa kali tetangga-tetangganya melarang dan menasihatinya agar ia meninggalkan kebiasaan buruk itu, namun tidak pernah ia gubris sama sekali. Akibat kebiasaan yang tercela itu, ia dikucilkan oleh masyarakat sepanjang hidupnya sampai laki-laki ini meninggal dunia. Ketika lelaki pemabuk ini meninggal, tak seorang pun yang
mau melayat, mengurus jenazahnya atau menyalatinya. Masyarakat menganggap kematiannya laksana kematian hewan yang tak perlu diurus apalagi disalati.
Apa yang dilakukan oleh penduduk Kota Basrah jelas membuat istri laki-laki pemabuk ini merasa sedih. Karena tidak ada yang mau membantu mengurus jenazah suaminya, akhirnya terpaksa ia yang memandikan dan mengafani jenazah suaminya sendirian sambil menangis terisak-isak. Ia sedih karena suaminya telah meninggal dan kesedihan itupun bertambah karena masyarakat seakan jijik untuk membantunya dan mengurus jenazah suaminya. Sesudah selesai memandikan dan mengafani, perempuan itu kemudian mengelilingi Kota Basrah untuk mencari orang-orang yang sekiranya mau menyalati jenazah suaminya. Namun, tak seorang pun yang bersedia. Di tengah keputusasaanya, tiba-tiba seorang ulama zahid-ulama * yang meninggalkan keduniawian-datang dan berniat menyalatinya. Berita kedatangan ulama zahid itu dan niatnya untuk menyalati jenazah laki-laki pemabuk spontan menggemparkan masyarakat setempat,
"Mengapa ulama zahid itu sudi menyalatinya?" tanya seorang penduduk kepada tetangganya.
"Mungkin dia tidak tahu bahwa si mayat yang dia salati semasa hidupnya suka mabuk-mabukan dan berbuat maksiat," tukas tetangganya berusaha menjelaskan kemungkinan yang juga ia tak pahami, "Atau mungkin juga karena beliau merasa kasihan karena tak seorang pun di antara kita yang mau menyalati jenazah itu," duga yang lainnya.
Apa yang dibicarakan oleh para penduduk itu rupanya terdengar oleh sang ulama zahid. Beliau pun akhirnya menemui mereka dan berusaha memberikan penjelasan kepada mereka, "Di dalam tidurku se¬malam, aku bermimpi mendapat perintah ke tempat ini untuk mendatangi jenazah seorang laki-laki yang hanya ditemani oleh istrinya. Dalam mimpi itu aku juga disuruh untuk menyalatinya, karena dosa-dosa si mayat selama hidup di dunia telah diampuni oleh Allah (Swt)," jelas ulama zahid itu kepada penduduk Kota Basrah.
Apa yang dikatakan oleh sang ulama membuat mereka kaget bercampur heran. Mereka saling me¬natap satu sama lainnya. Pancaran mata mereka jelas menyiratkan rasa penasaran dan tanda tanya karena perkataan sang ulama tadi. Di dalam benak mereka, mereka bertanya-tanya amal kebajikan apakah yang dilakukan oleh sang mayit sehingga Allah mengampuni dosa-dosanya.
Beberapa saat sesudah sang ulama menyelesaikan kalimatnya, istri si mayit datang menghampiri mereka. Di depan para penduduk itu sang ulama bertanya kepada istrinya, "Kebaikan apakah yang dilakukan oleh suamimu semasa hidupnya?" tanya sang ulama kepada istri si mayit. Istri si mayit terdiam. Ia menundukan kepalanya beberapa saat. Perlahan dia menatap sang ulama dan orang-orang di sekitarnya, "Tidak ada," jawabnya pendek sambil menggelengkan kepalanya. "Setiap hari aku menyaksikan dia mabuk-mabukan," lanjutnya dengan pelan. Tangannya masih sibuk me¬nyeka air matanya yang sesekali masih menetes.
"Subhanallabl" tukas sang ulama kaget. Beliau kemudian tercenung. Di dalam hatinya dia sama sekali tidak percaya kalau tidak ada kebaikan sedikitpun yang dilakukan oleh si mayit semasa hidupnya, apalagi dalam mimpinya ia menyaksikan bahwa dosa-dosa mayit telah diampuni oleh Allah (Swt), "Cobalah ingat-ingat lagi. Barangkali dia memiliki amal kebaikan yang biasa dia lakukan dalam hidupnya," pinta sang ulama sekali lagi. Istri si mayit kembali menundukkan kepalanya dalam diam. Ia mencoba untuk berpikir keras menyisir setiap waktu perjalanan suaminya semasa hidup bersamanya. Namun sesudah lama ia terdiam, dia sama sekali tidak menemukan kebaikan yang dilakukan oleh sang suami kecuali kemaksiatan yang 'telanjang' di depan masyarakat dan dirinya, "Demi Tuhan tidak ada sama sekali kebaikan yang dia lakukan," jelasnya berusaha menyakinkan sang ulama dan orang-orang di sekitarnya. Sesudah menyelesaikan kalimatnya, dia tiba-tiba teringat sesuatu yang menjadi kebiasaan suaminya, "Hanya saja apabila suamiku sadar dari mabuknya dan waktu subuh datang dia
langsung berganti pakaian dan berwudu untuk kemudian melakukan salat berjamaah. Sesudah itu ia kembali melanjutkan kebiasaanya menenggak arak," ujar sang istri panjang lebar.
Ulama itu masih terdiam. Dia belum bisa menerima penjelasan istri si mayit sebagai sebuah kebaikan yang bisa menghapus dosa-dosa seseorang dari kemaksiatan yang dilakukannya. Begitupun penduduk setempat, mereka sama sekali tidak percaya bahwa kebaikan seperti itu bisa menghapuskan dosa si mayit. Ketika mereka sama-sama sedang tercenung, tiba-tiba istri si mayit melanjutkan ceritanya, "Dan ketika sadar di tengah keasyikannya menenggak arak. Ia menangis sambil menyesali diri dan perbuatannya, 'Ya Tuhanku, di manakah sudut neraka Jahanam? Apakah Engkau akan mengisi sudut neraka Jahanam dengan dosa- dosaku ini?' Begitulah kalimat penyesalan yang sering diungkapkan oleh suamiku," kisah perempuan itu dengan mata berkaca-kaca.
"Dan, ada satu hal lagi yang dilakukan oleh sua¬miku," orang-orang yang hadir dan sang ulama serasa
tak sabar ketika perempuan itu beberapa saat meng¬hentikan ceritanya. Mereka menatap perempuan itu. Pandangan matanya serasa meminta agar perempuan itu secepatnya melanjutkan ceritanya, "Rumah kami tidak pernah sepi dari anak-anak yatim. Setiap hari anak-anak yatim mendatangi rumah kami. Suamiku menyayangi mereka dengan setulus hati melebihi kasih sayang yang ia berikan kepada anak-anaknya sendiri," kisah perempuan itu sambil menangis sesenggukan.
Para penduduk yang sudah telanjur mengecap si mayit sebagai pendosa dan tak pernah melakukan ke¬baikan sama sekali, merasa malu mendengar penuturan istri si mayit. Buru-buru mereka meminta maaf kepada si mayit atas khilaf dan prasangka buruk yang selama ini mereka lakukan, juga kepada istri si mayit. Sang ulama mengangguk-anggukan kepalanya, matanya berkaca-kaca. Ia merasakan keharuan yang mendalam. Kemudian dia berkata lirih, "Janganlah sekali-kali kalian menghukumi seseorang karena kesalahannya kemudian kalian mengatakan bahwa dia pasti masuk neraka. Di samping perkataan seperti itu merupakan
bentuk kesombongan, kalian juga telah mendahului kehendak Allah (Swt). Lihatlah mayit yang kalian sangka kotor dan berlumur dosa ini. Ternyata Allah telah mengampuni dosa-dosanya. Sungguh tidak ada kebahagiaan bagi seseorang yang meninggal kecuali ketika ia mendapati dirinya diampuni dosa-dosanya oleh Allah (Swt)."
Para penduduk yang mendengarkan perkataan sang ulama zahid itu semakin menyesal dan merasa berdosa terhadap perlakuan mereka selama ini, bahkan di antara mereka banyak yang terisak haru. Sedangkan tangis istri si mayit makin menjadi-jadi. Kebahagiaan serasa menjalar dalam setiap kisi hatinya mendengar berita bahwa dosa suaminya diampuni oleh Allah (Swt). Beberapa saat kemudian sang ulama dan para penduduk yang hadir ramai-ramai mengambil air wudu dan menyalati jenazah Sang Panyantun Anak yatim itu. Mahabenar Allah dan Rasul-Nya. Wallahualam, hanya Dia-lah Yang Mahatahu atas segala sesuatu.


Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Inilah Surat Balasan Pemerintah Myanmar untuk Ustadz Ba'asyir

Posted: 28 Aug 2012 12:00 PM PDT

Surat ustadz Abu Bakar Ba’asyir terkait penindasan muslim Rohingya yang ditujukan kepada presiden Myanmar, Thein Sein mendapat balasan. Berikut ini isi surat tersebut.
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Perwira Al-Jaisyul Hurr Homs Ajak Mobilisasi Umum Hadapi Tentara Asad

Posted: 28 Aug 2012 12:00 PM PDT

Dewan Militer adalah dewan tertinggi dari Al-Jaisyul Hurr yang mana personalnya terdiri dari perwira dan tentara Suriah yang melakukan penentangan terhadap rezim Suriah dan melindungi demonstran dan warga Suriah dari kekejaman pasukan Bashar Al-Asad
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

Hukuman Tentara AS Pembakar Alquran Hanya Penurunan Pangkat

Posted: 28 Aug 2012 12:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Enam tentara Angkatan Darat Amerika Serikat yang membakar Alquran di Pangkalan Udara AS di Bagram, Afghanistan, akhirnya dihukum. Sayangnya, hukuman yang dijatuhkan jauh panggang dari…
Baca Selengkapnya

Powered by WPeMatico

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲